
...*****...
Dewi ikut pulang ke rumah Indra, Indra rencananya akan menjadikan Dewi sebagai Asisten pribadinya. Dewi sangat senang karena Ia terbebas dari Hima. Namun Dewi masih cemas jika Ibu angkatnya mengetahui keberadaannya. Dewi pun menceritakan semua pada Indra, Indra merasa kasian dengan Dewi yang sangat memprihatinkan.
'' Begitulah Tuan, Sampe sekarang saya gak tau dimana Ayah angkat saya, saya tak pernah tau kabarnya. Saya tidak menyangka jika saya anak angkat yang dijadikan boneka oleh ibu angkat saya. Saya menyesal telah menuruti semua kemauan jahatnya.'' Dewi menceritakan kisah hidupnya pada Indra dengan jujur. Indra pun mempercayai Dewi karena Indra melihat semua kejujuran dari mata Dewi.
'' Baiklah Dewi, mulai sekarang kamu tinggal di rumahku. Nanti aku akan mencari tau tentang Ayah angkatmu. sekarang beristirahatlah. Kamarmu disana.'' Ucap Indra sambil menunjukan kamar tamu yang akan dipakai Dewi.
Sebagai Anak tunggal,Indra memang tinggal hanya bersama ART dan beberapa penjaga dirumah besar itu. Orang tua Indra sendiri kebanyakan di Luar Negeri. Oleh karena itu Indra lebih banyak menginap di hotel miliknya.
'' Alhamdulillah, Tuhan mendengar segala doa doaku. Kini aku terbebas dari jeratan dunia hitam. Aku berjanji akan memperbaiki diri aku dan tak akan melakukan maksiat lagi. Mulai besok aku akan berubah. Aku harus bertobat dengan segala yang telah kulakukan, semoga Alloh mengampuni dosa dosaku yang besar dan banyak ini. Aamiin..'' Batin Dewi mengucap Doa tulusnya.
...*****...
Cinta selesai mengantar Rezki ke kampung, Cinta pun kembali ke kota karena Salman menelpon ingin bertemu. Cinta menyuruh Salman menunggu di Cafe miliknya, Disaat bersamaan juga Zidane dan Kiki ingin berkumpul di cafe Cinta. Cinta menemui Salman terlebih dahulu sebelum bertemu Zidane dan Kiki.
'' Maaf membuat Kak Salman menunggu lama, ada kabar apa tentang Vina?'' tanya Cinta pada Salman.
'' Sepertinya Kejahatan Nyonya Vina semakin parah Nona, kemarin saya dengar dia menyuruh seseorang menyelinap ke rumah keluarga Akbar untuk mencelakai Nona muda mereka. dan Nyonya Vina juga menjadikan Anaknya Dewi untuk menjual diri Nona.'' Salman memberikan laporannya.
'' Keluarga Akbar? apa yang kakak maksud Tuan Zidane Akbar?'' Cinta terkejut dengan apa yang ia dengar.
__ADS_1
'' Ia Nona, Nyonya Vina yang merencanakan ini semua.'' Salman membenarkan.
'' Kurang ajar Vina, dia sudah membunuh istri kak Zidane. Dia juga sudah berusaha membunuh Bapak. Ini tidak bisa di biarkan,Dia harus secepatnya dimasukan kedalam penjara.'' Cinta mengepalkan tangannya karena Geram.
'' Nona, ada satu lagi yang akan saya sampaikan. Semalam Nona Dewi terjaring Razia hotel, ia kedapatan sedang melayani pria hidung belang. Tapi seseorang membebaskan Nona Dewi. Entah siapa orang itu Nona. Saya hanya berharap Nona Dewi baik baik saja.'' ujar Salman.
'' Hmm ...kak Salman harus mencari kak Dewi, Bapak pasti senang jika bertemu Kak Dewi.''
'' Baik Nona, kalau begitu saya permisi Nona. Nona harus berhati hati, kalau Nyonya Vina tau Nona menyembunyikan Pak Wahyu...pasti dia akan mencelakai Nona.'' Salman sangat mengkhawatirkan Cinta.
'' Kak Salman tenang saja, aku akan lebih berhati hati. Kumpulkan semua bukti, kita akan segera hukum wanita jahat itu.'' Ujar Cinta dengan tatapan geram.
'' Assalamualaikum..kak Zidane...kak Kiki...maaf menunggu lama'' sapa Cinta.
Zidane melirik ke arah Cinta, Dia terkejut dengan penampilan Cinta yang makin cantik. Kiki yang melihat ekspresi Zidane hanya tersenyum. Setelah Kiki tau jika sebenarnya Ia adik kandung Zidane, Ia akan berusaha membuat Zidane bahagia.
'' Waalaikumsalam Warohmatullohi wabarokaatuh Cinta...'' jawab Zidane.
'' Waalaikumsalam...Hi Cin,'' Sambung Kiki.
'' Kak Zidane dan mas Kiki...apa Kabar?''tanya Cinta.
__ADS_1
'' Alhamdulillah Baik, '' ucap Zidane.
'' Alhamdulillah Baik juga,''ucap Kiki.
'' Kalian...sekarang sudah baikan? Kok bisa barengan kesini?'' Cinta merasa heran dengan kedekatan Zidane dan Kiki, pasalnya dulu mereka berdua selalu berdebat karena saling menyukai Cinta.
'' Tentu saja, aku dan Kak Zidane mulai sekarang akan selalu kompak. karena bagaimana pun kami berdua saudara.'' Jawab Kiki.
'' Saudara? kok bisa?''Cinta Heran karena dia memang tak pernah tau tentang kehidupan pribadi Zidane dan Kiki.
'' Bisalah..hehe'' ucap Kiki.
Cinta hanya mengernyit heran, sedang Zidane hanya memasang wajah sendunya karena sebenarnya ia menahan tangis saking senangnya bertemu Cinta kembali.
'' Cinta...aku minta maaf karena aku sudah pergi meninggalkanmu tanpa pamit terlebih dahulu. Aku harap kamu mengerti keadaanku waktu itu.'' Zidane berkata.
'' Sudahlah kak, Cinta memaafkan Kakak Jauh Sebelum Kakak memintanya. Cinta akan selalu mengerti keadaan Kakak. Oh ya kalau mau tambah kopi pesan aja, tenang saja...Gratis. Hehe..'' Ujar Cinta.
'' Ya kali kita meski bayar, secara kita tamu owner Cafe ini.'' Sahut Kiki.
Mereka bertiga mengobrol sampai waktu sore hari, Kini tak ada lagi Cinta Segitiga diantara ketiganya. Yang ada rasa cinta sebagai sahabat bahkan saudara.
__ADS_1