Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 31


__ADS_3

...*****...


Hari itu Cinta pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari hari selama seminggu, Cinta pergi dianter oleh Ceu Darsih. Cinta dan Ceu Darsih berjalan jalan di pasar, membeli ini dan itu.


'' Mang, Cabe sareng bawang sabaraha sakilo?'' Tanya Ceu Darsih pada penjual sayur.


( Mang, Cabe dan bawang berapa sekilo? ).


'' Ayena nuju naek Ceu, Opat puluh rebu sakilo cabe, pami bawang bereum Tilu puluh lima rebu, Bawang bodas ge sami tilu puluh lima rebu.'' Ujar Mamang penjual sayur menerangkan.


( Sekarang lagi naik Ceu, empat puluh ribu sekilo cabe, kalau bawang merah tiga puluh lima ribu, Bawang bodas juga sama tiga puluh lima ribu )


'' Haduhh, gening awis nya. Nya entos meser satengah kiloan wae, artosna bilih kirang mang, Tah etang weh sadaya janten sabaraha?'' Ceu Darsih kaget dengar penjelasan Mamang sayur, Akhirnya hanya bisa beli setengahnya saja.


( Haduhh, kok mahal yah, ya sudah beli setengah kiloan saja, uangnya takut kurang mah, Nah itung aja ini semuanya jadi berapa? ).


Mamang sayur pun melayani dengan sabar dan ramah. selesai dihitung dan dibayar, Ceu Darsih dan Cinta pun pulang. Saat berjalan di Parkiran, Cinta melihat selembaran brosur Info orang Hilang. Cinta membacanya dan Cinta merobek selembaran itu untuk dibawa pulang, Cibta ingin memperlihatkannya pada Zidane.

__ADS_1


'' Kertas apa sih Neng Sinta, kok di ambil dari tembok?'' Ceu Darsih sedikit ingin tau.


'' Bukan apa apa ceu, hanya iklan sedot WC. '' Bantah Cinta, Ia tak ingin orang lain tau keberadaan dirinya dan Zidane.


'' Oh gitu, Ayo neng pakai helmnya. biarpun kit tidak pergi ke kota, Kita harus pake helm demi keselamatan. benarkan neng?''


'' Iya Ceu Darsih, Ayo Ceu jalan'' Cinta sudah memakai helm dan duduk di jok belakang motor Ceu Darsih.


Setelah setengah jam perjalanan, Cinta telah sampai di rumah. Cinta membereskan barang belanjaan lalu membersihkan diri. Zidane datang dari kebon, Ia langsung saja pergi ke toilet yang berada dibelakang rumah.


Zidane kini mengetuk pintu dulu, Ia tak ingin kejadian dulu terjadi lagi. Zidane menghargai Cinta dan tak ingin berbuat macam macam terhadap Cinta


'' Cinta kamu di dalam yah?'' Teriak Zidane dari luar kamar Mandi.


'' Iya Kak, sebentar'' Jawab Cinta. Segera Cinta keluar kamar mandi, Zidane yang melihatnya bengong melihat Cinta yang keluar kamar mandi hanya dengan Handuk melilit menutupi bagian atasnya.


'' Cepat mandi, Cinta Kasih sambel nih matanya liatin Cinta, hmm'' Cinta mendengus sebal dan mencebik melihat Zidane yang tak berkedip melihatnya.

__ADS_1


Zidane tersipu malu karena ketauan melihatnya, Zidane pun segera masuk kamar mandi dan menetralkan fikiran travelingnya.


'' Haduh, Kalau gini cara aku bisa khilaf kayak Kiki ini'' Gumam Zidane.


...*****...


Siang itu selepas makan siang, Cinta mengajak Zidane mengobrol. Zidane merasa heran dengan tingkah Cinta yang seperti mencemaskan sesuatu.


'' Kak, Cinta takut.'' Ucap Cinta.


'' Takut kenapa De?'' Tanya Zidane.


'' Ini Kak, Cinta nemu ini di Tembok'' Cinta menyerahkan selembaran Informasi pada Zidane.


Zidane membacanya kemudian meremas selembaran itu, Ekpresi wajah Zidane mendadak sendu dan Zidane segera masuk kedalam kamarnya. Cinta yang melihatnya menjadi tambah khawatir dengan keadaan Zidane, Namun Cinta membiarkan Zidane sendiri untuk merenung.


'' Aku harus gimana Ya Alloh, disisi lain Aku merindukan mereka, Namun aku tak ingin menjadi budak mereka yang harus menuruti keinginan mereka. berilah petunjukmu ya Alloh.'' Batin Zidane dengan sangat sedih meminta petunjuk disaat dirinya rapuh.

__ADS_1


__ADS_2