Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
chapter 23


__ADS_3

...*****...


Pak Zaelani mengerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Zidane, Dengan berbekal keterangan lokasi terakhir Zidane turun dari Haji Muhidin. Sementara itu Haji Muhidin ikut merasa bersalah karena sudah membuat Kakaknya malu, Tapi ia juga kasian jika melihat Zidane tak bahagia dengan wanita yang tak dicintainya.


" Lapor Bos, Kami sudah mencari dilokasi terakhir Tuan Muda Zidane. Tapi tidak ada seorang pun mengetahui sosok Tuan Zidane. " salah satu anak buah Pak Zaelani melapor langsung kepada Pak Zaelani.


" Licin sekali kamu Nak, sampai Abi tidak bisa menemukanmu." Gumam Pak Zaelani kesal dengan laporan anak buahnya yang nihil.


" Kalian cepat cari lagi !!" Ujar Pak Zaelani dengan keras.


" Ba..baik Tuan" balas salah satu anak buahnya dengan sedikit gugup.


Semuanya bubar dan kembali mencari keberadaan Zidane. Haji Muhidin pun ikut mencari Zidane.


...*****...


Pagi itu Cinta perlahan bangun membuka matanya, dilihat disekelilingnya Cinta telah berada didalam kamar miliknya.


'' Kok Aku ada dikamar, setauku semalam Aku berada diruang tengah sedang menunggu Kak Zidane makan. Apa mungkin aku tertidur dan Kak Zidane yang membawaku ke Kamar..Aahh...Ya Alloh.'' Cinta Sesaat kemudian terkejut dan menutup mulut kaget. Ia merasa malu jika nanti bertemu Zidane.


Cinta lalu melihat jam di dinding, waktu menunjukkan jam setengah tujuh pagi. Cinta terperanjat karena ia harusnya menyiapkan sarapan dan keperluan untuk majikannya Zidane. Cinta segera pergi ke kamar mandi yang berada di luar rumah. Kamar mandi kecil diatas kolam yang airnya tidak berhenti mengalir karena berasal dari pegunungan. Dengan menengok kanan kiri Cinta mulai membersihkan dirinya setelah semalaman ia tertidur nyenyak.

__ADS_1


'' Air pegunungan ini sejuk sekali. dan Ini juga dibawah banyak banget ikan ikan. hihi...Kak Zidane ini mau kerja apa sih di daerah terpencil ini? Apa sebenarnya ini sedang liburan? Ahh...biarlah, yang penting aku mah dapat gaji'' Ujar Cinta berbicara sendiri sambil membasuh tubuhnya.


Zidane yang baru bangun juga merasakan panggilan alam dalam perutnya untuk segera membuangnya. Zidane pun dengan segera pergi ke kamar mandi belakang. Zidane yang bertenaga besar dengan mudah membuka pintu kamar mandi yang terbuat dari bambu itu. Namun saat Zidane membukanya, seseorang didalam sana berteriak karena kaget juga malu karena ada pria yang melihatnya mandi.


'' Huwwaaaa.... '' Teriak Cinta.


'' Aahhhh...'' Zidane pun berteriak.


Byuuurrrr...


Cinta dengan reflek menyiram Zidane dengan Air dan Zidane langsung gelagepan.


''Oouuhhh...'' Zidane sesaat diam dan merasakan dingin disekujur tubuhnya setelah disiram Cinta.


'' Ih ...kak Zidane ngapain ngintip Cinta. Gak sopan !'' Ujar Cinta sedikit kesal.


'' Siapa juga yang ngintip. Aku kesini mau buang Air tau gak. pake acara disiram lagi, emang aku ini tanaman apa?'' Protes Zidane.


'' Hmm..ya Maaf, abis kak Zidane masuk tanpa ketuk dulu. Gak tau apa kalau Cinta lagi mandi.'' Ujar Cinta.


'' Ya Sudah mandinya terusin, Sekalian mandiin aku yah'' Goda Zidane mengerlingkan matanya. Cinta menatap tajam lalu pergi masuk kedalam rumah. Zidane hanya terkekeh dengan tingkah Cinta.

__ADS_1


'' Cinta, Ouh...ternyata bagus juga...hihi'' Gumam Zidane saat melihat Cinta membersihkan diri tadi.


Sementara Cinta yang berada didalam kamar, merasa kesal juga malu dengan Zidane. Kesal karena Zidane mengintipnya dan malu karena Zidane sudah melihat dirinya yang sedang mandi.


'' Bisa bisanya Kak Zidane masuk kamar mandi tanpa ketuk pintu dulu, Oouuuhh...aku malu banget.'' Cinta menutupi wajahnya.


Cinta segera memakai pakaiannya dan bergegas kedapur menyiapkan sarapan. Namun saat akan pergi kedapur Cinta berpapasan dengan Zidane dan Zidane melarangnya masak karena pagi itu Zidane akan mengajak Cinta berkeliling kampung sekalian mencari sarapan khas daerah sekitar.


...*****...


Disebuah kost an sempit, tampak seorang pria dan wanita sedang berada didalam selimut. Mereka berdua adalah Kiki dan Rani. Kiki yang kelelahan tampak tertidur pulas, sedangkan Rani mulai membuka matanya setelah tadi tertidur juga.


'' Mas Kiki'' Ucap Rani lirih. Rani mengingat kembali saat dirinya terbuai oleh Kiki, Tak terasa air matanya terjatuh. Rani menyesal telah memberikan Makhota berharganya pada orang yang tak mencintainya, Karena Rani tau yang Kiki lakukan hanya nafsu.


'' Ya Alloh, aku telah melakukan dosa besar. Kini aku sudah tak suci lagi, Aku ceroboh. hikhikhik'' Rani menangis meratapi nasibnya.


Kiki yang mendengar tangisan Kiki pun membuka matanya, Dilihatnya Rani yang sedang menunduk sambil menangis.


'' Kenapa kamu menangis?'' tanya Kiki yang kini duduk disamping Rani.


'' Aku...takut, aku. ...hikhikshiks'' Rani tak sanggup banyak berkata.

__ADS_1


'' Kamu takut hamil kah?'' tanya Kiki. Rani mengangguk pelan.


'' Kalau kau hamil, aku akan menikahimu.'' ucap Kiki meyakinkan Rani. Rani berhenti menangis dan melihat ke arah Kiki. Kiki tersenyum pada Rani. Kiki memeluk Rani dan membisikan sesuatu yang membuat Rani terbuai lagi.


__ADS_2