
...*****...
Disebuah kota di Negara A, tampak seorang pria sedang duduk sambil memainkan Handphonenya. Ia menuliskan pesan kepada Assistennya yang berada di Indonesia memberitahukan jika ia akan pulang ke Tanah Air dalam waktu dekat. pria itu adalah Zidane yang kini berada di Negara A.
'' Cinta, Aku sangat merindukanmu. Aku harap kamu memaafkanku yang pergi tanpa kabar selama ini. Aku senang...Kamu kini telah sukses dan mempunyai Apa yang kamu inginkan. Tapi maaf Cinta...aku tak bisa bersamamu.'' Zidane berbicara sendiri.
Tak lama datang seorang wanita muda berhijab datang menghampirinya sambil membawa 2 botol air mineral.
'' Kakak, maaf lama. Tadi Antri sekali. Ini Kakak minum dulu.'' wanita itu duduk disamping Zidane.
'' Gak apa apa de, maaf Kakak tak mengantarmu. Kepala Kakak sedikit pening.'' Zidane memijit kepalanya yang memang sedikit pening.
'' Kalau begitu ayo kita pulang, biar Syahira
nanti yang bawa mobil.'' ucap Wanita itu yang bernama Syahira.
'' Tidak apa apa de, Kakak baik baik saja. Ayo kita pulang.'' Zidane bangkit dari duduknya dan menarik tangan Syahira. Syahira pun ikut bangkit, mereka pun jalan bersama sambil berpegangan Tangan.
Syahira adalah istri Zidane yang sudah 2 tahun Zidane nikahi. Zidane menikahi Syahira yang sebenarnya adalah Asisten rumah tangganya selama di Negara A. Zidane menikahi Syahira karena untuk menghindari perjodohan yang sering dilakukan Ibunya dan juga untuk menolong Syahira yang hendak dinikahkan dengan seorang Kakek beristri 3. Syahira dan Zidane sendiri awalnya tidak mencintai, tapi lama kelamaan rasa sayang ada diantar keduanya.
...*****...
__ADS_1
Rani yang telah selesai mengobrol dengan Cinta di toko Kue Cinta, kemudian melajukan mobilnya ke Kantor suaminya Kiki. Sesampai di Kantor, Rani disambut baik oleh para Karyawan disana. Semua karyawan mengenal Rani, karena Kiki selalu membawa Rani kemana pun ada acara kantor.
'' Selamat Siang Bu Rani.'' Sapa Dena Sekretaris Kiki.
'' Selamat Siang Dena, Apa Bapak ada? tadi saya gak bilang mau mampir kesini soalnya.'' Ujar Rani.
'' Ada bu, silahkan masuk saja.'' jawab Dena.
'' Makasih Dena. Oh ya, Ini kue buat kamu dan yang lainnya.'' Rani memberikan sekotak kue yang ia beli dari toko kue Cinta pada Dena. Dena sangat senang karena istri bosnya begitu baik.
tok..tok..tok..Rani mengetuk.
Kiki yang sedang duduk dikursi Kerjanya memeriksa lewat CCTV melihat siapa orang yang mengetuk pintu ruangannya. Karena yang datang adalah istri dan anaknya, Kiki bangkit dari duduknya dan membukakan pintu menyambut kedua orang yang ia sayangi.
'' Assalamualaikum Papa'' Ujar Rani menirukan suara anak kecil. sementara Kiran hanya diam saja karena sudah mengantuk.
'' Waalaikumsalam...Sayang...kenapa gak bilang mau kesini?Kan nanti bisa aku suruh Aldi menjemput Kalian. Ini putri cantik Papa kenapa diam saja?'' Ujar Kiki dengan lembut.
'' Sepertinya dia ngantuk Mas, Sebentar aku bawa ke Kamar''
Rani membawa Kiran ke kamar yang ada diruangan Kiki, disana terdapat tempat tidur tempat Kiki beristirahat. Namun karena sekarang ada Kirana, disana juga terdapat satu tempat tidur Bayi bahkan lengkap dengan berbagai macam mainan.
__ADS_1
Rani kembali menemui Kiki setelah Kiran benar benar tertidur.
Kiki langsung memeluk Rani dan memberikan ciuman singkat dibibir istri Rani. Rani lalu mengajak Kiki duduk sambil menikmati makan siang yang Rani bawa dari rumah.
'' Aku beruntung mempunyai istri yang pintar dalam segala hal, Masakan kamu enak dan juga...kamu pinter melayani aku'' puji Kiki.
'' Makasih Mas, Mas sudah mencintai aku dan aku harap mas selalu mencintaiku meski ...seseorang yang pernah mas datang kembali'' ucap Kiki.
'' Maksudmu apa sayang? tentu saja hanya kamu yang aku cintai.'' Kiki merasa heran dengan perkataan Rani yang tiba tiba.
'' Benarkah mas? Bagaimana dengan Cinta? apa mas masih mencintaiku jika Cinta ada kembali?''
'' Cinta?? maksudmu ?'' Kiki makin bingung.
'' Aku tadi ketemu Cinta mas''
'' Benarkah? Cinta ada dikota ini'' Kiki terkejut, Rani hanya mengangguk.
'' Dimana dia?'' Tanya Kiki.
'' Mas...apa kamu masih mencintainya?'' Rani balik bertanya. Kiki yang tau kekhawatiran Rani, segera memeluk Rani dan menenangkan hati Rani.
__ADS_1
'' Percayalah Sayang, dihatiku hanya ada dirimu dan anak kita. Cinta hanya masa lalu, dan biarlah Cinta menemukan Cintanya sendiri.'' Ujar Kiki sambil mengelus punggung Rani dan sesekali mengecup puncak kepala Rani. Rani tampak menangis, terharu dengan perkataan Kiki.
'' Semoga yang kamu ucapkan benar Mas, Aku tak mau kehilanganmu'' batin Rani.