
...*****...
Cinta yang sudah seharian di cafe ingin mencuci muka dan membetulkan riasannya. Cinta pun pergi ke toilet umum yang ada didalam area Cafenya. Saat Cinta hendak masuk kedalam toilet, Cinta bersenggolan dengan seorang wanita yang berpakaian syar'i. Cinta dan wanita itu saling pandang hingga wanita itu berusaha menghindari Cinta, Namun Cinta menarik tangan wanita itu agar jangan pergi.
'' Kak tunggu.'' Cinta menarik tangan wanita itu yang ternyata Dewi.
'' Hmm...Maaf Mbak saya tadi tak sengaja menyenggol Mbak.'' Dewi menunduk meminta maaf, Dewi tak mengenali Cinta karena Cinta sekarang begitu modis dan Cantik.
'' Kak Dewi, benarkah Ini kak Dewi?'' cinta bertanya untuk memastikan ia tak salah orang. Dewi terkejut karena wanita yang menarik tangannya mengetahui Namanya. Dewi mengangkat wajahnya melihat wanita yang disampingnya.
'' Kak Dewi...Akhirnya Cinta bisa bertemu kakak. '' Cinta tanpa ragu memeluk Dewi, Dewi hanya diam tak mengerti mengapa Cinta tiba tiba memeluknya. Dewi juga agak lupa dengan wajah Cinta, Apalagi Cinta sekarang tak seperti Cinta yang dulu.
'' Cinta ?'' gumam Dewi heran.
__ADS_1
'' Iya Kak, Ini Cinta. Cinta yang dulu kabur bersama Kak Zidane. Maafkan Cinta Kak, Cinta gak tau kalau Kak Zidane itu kabur karena tak mau dijodohkan dengan Kak Dewi.'' Cinta melepas pelukannya dan menatap Dewi menjelaskan tentang dirinya.
''Jadi kamu Cinta yang sudah kabur bersama Zidane?'' Dewi tiba tiba terkejut mendengar ucapan Cinta, Ada rasa kesal dihatinya saat mengingat bagaimana malunya dia saat itu karena tidak jadi bertunangan dengan Zidane.
Dewi melepaskan tangan Cinta yang memegang tangannya dengan kasar. Hatinya sangat sakit, Apalagi sejak kejadian itu ia jadi bahan gosip di tempat kerjanya.
'' Berani beraninya kamu muncul dihadapanku setelah kamu rebut Zidane dan membuat aku malu dihari itu. Aku benci kamu Cinta, sangat membencimu.'' Bentak Dewi yang kemudian pergi dari hadapan Cinta.
'' Kak Dewi...kemana dia, dia harus tau kalau Bapak sangat merindukannya. Aku harus mencari kak Dewi. Bagaimana pun selama ini Kak Dewi yang menjadi Anak Bapak.'' Cinta berbicara sendiri sambil mencari cari sosok Dewi diarea sekitar Cafe miliknya.
Cinta begitu frustasi mencari keberadaan Dewi, hingga ia teringat akan CCTV di Cafenya. Cinta segera membuka rekaman CCTV di Cafenya dan akhirnya Cinta berhasil melihat Dewi yang saat itu sedang bersama seorang pria. Cinta memperhatikan wajah pria itu yang sepertinya pernah ia lihat.
'' Pria ini...sepertinya aku pernah melihatnya. hmm...ini...ini seperti Indra..Indra pemilik Hotel itu. Ada hubungan apa Kak Dewi dengan Indra? Aku cari tau semua ini. Aku rasa, aku menyimpan kontak telepon dia. Aku yakin ini Indra.'' Cinta bermonolog saat melihat gambar CCTV itu.
__ADS_1
Cinta mengeluarkan Telepon Genggamnya dan mulai memanggil kontak nomor telepon milik Indra. Indra tidak mengangkat panggilan Cinta.
...*****...
Indra yang sedang menyetir mobilnya tak bisa mengangkat panggilan telepon. Ia malah sedang berfikir kenapa Dewi tiba tiba mengajaknya pulang dan wajah Dewi terlihat begitu kesal. Tak ada pembicaraan selama perjalanan. Mereka berdua hanya diam dengan fikiran masing masing.
Setelah beberapa menit, mereka sampai dirumah. Dewi mengucapkan terima kasih pada Indra, lalu Dewi bergegas masuk ke Kamarnya.
'' Dia kenapa yah? mendadak diam setelah dari Cafe tadi, aku jadi gak enak sudah membatalkan pesanan. Hmm...sudahlah, nanti saja aku bertanya nya. oh ya...tadi siapa yang telepon yah.'' Indra berbicara sendiri saat melihat Dewi yang mendadak pendiam. Indra mengambil telepon genggamnya dan melihat siapa yang sedari tadi menelponnya. Indra terkejut bahagia saat tau yang menelponnya adalah Cinta.
'' Cinta...gadis cantik itu menelponku. Ya Ampun, ternyata dia juga memikirkanku.hehe'' Indra merasa percaya diri.
Indra pun berencana akan menelpon balik Cinta. Indra segera masuk kamarnya dan membersihkan diri. Dia akan menelpon Cinta setelah selesai mandi dan menunaikan Shalat.
__ADS_1