Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 74


__ADS_3

...*****...


Zidane duduk ditepi pantai diatas batu karang, memandang samudra luas yang terbentang dihadapannya setelah sebelumnya berteriak meluapkan kegelisahan dan kekecewaan.


'' Hmm...kenapa denganku? Tak seharusnya aku marah. Harusnya aku bahagia melihat dia bahagia. Astaghfirullohal 'Adziim...maafkan aku ya Alloh jika aku sudah menyalahkan takdir yang Kau berikan, Aku harus bangkit, Aku harus bisa menerima semua ini.'' lirih Zidane yang kini sudah agak tenang.


Zidane pun bangkit dan hendak pulang kembali ke rumah, Apalagi matahari sudah tinggi terasa panas sekali. Zidane berjalan menjauhi tepian pantai menuju parkiran. Saat tiba di parkiran, Tampak. seorang wanita berbaju syar'i dengan wajah tertutup cadar sedang duduk membawa keranjang berisi aneka berbagai kripik yang terbungkus plastik disamping sepeda. Zidane seketika teringat akan pertemuan pertamanya dengan Cinta yang saat itu juga membawa keranjang yang berisi kue kue yang akan Cinta jual. Zidane mendekati penjual Kripik itu, Ia hendak membeli semua Kripik itu.


'' Permisi Bu, Apakah kripik kripiknya Ibu Jual?'' Tanya Zidane.


'' Iya Mas, ini ada kripik pisang, kripik singkong dan Kripik bawang. Satu bungkus sepuluh ribu. Jika membeli sepuluh bungkus akan dapat satu bungkus gratis.'' jawab Perempuan bercadar itu dengan semangat.


'' Saya beli semuanya. Jadi berapa?'' ucap Zidane.


''Haa...se-semuanya Mas?'' perempuan itu kaget saat mendengar seseorang mau memborong semua kripiknya.


'' Iya semua. Apa ada yang salah bu?''


'' eng -engga Mas. sebentar saya hitung.''

__ADS_1


Perempuan penjual kripik itu menghitung semuanya kripik bawaannya. Zidane pun dengan sabar menunggu.


'' Ada enam puluh bungkus. jadi enam ratus ribu. karena jika pembelian diatas sepuluh gratis satu...maka Mas cukup membayar lima ratus lima puluh saja mas.'' ujar perempuan itu.


'' Baiklah...ini uangnya'' Zidane memberikan sepuluh lembar uang seratus ribuan.


'' Tuan, Ini kelebihan.'' protes perempuan itu.


'' Tidak apa Bu, itu rejeki dari Alloh buat Ibu yang dititipkan lewat saya.'' Jawab Zidane.


'' Hmm...baiklah, saya terima, Terimakasih ya Mas, Jazzakalloh khoiron katsiir. Berkah selalu.''


'' Umur saya baru 21 Mas. ini semua buatan ibu dan saya dirumah. saya belum menikah.'' Jawab perempuan itu.


'' Ouh masih muda, Maaf saya memanggil Ibu terus.'' Zidane merasa tak enak karena ternyata perempuan bercadar itu masih lebih muda darinya.


'' Tidak apa mas, saya justru senang dan bangga dipanggil Ibu, Karena panggilan itu sangat bagus dan menghargai saya sebagai perempuan. Terima Kasih Mas. kalau begitu saya permisi pulang mas. ibu saya pasti senang semua kripiknya habis terjual. Mari Mas...Assalamualaikum.'' Perempuan itu pun pergi meninggalkan Zidane. Namun baru beberapa langkah, Ia terhenti karena Zidane memanggilnya.


'' Siapa Namamu? Namaku Zidane.''

__ADS_1


Perempuan itu menoleh dan tersenyum dibalik cadarnya.


''Rahma Humaira ...'' jawab perempuan itu sambil naik ke sepedanya lalu berlalu semakin jauh.


'' Nama yang bagus'' Gumam Zidane.


Zidane memasukan semua kripik yang ia beli kedalam mobilnya. Lalu ia melajukan mobilnya kerumah.


Sesampai dirumah, Tampak Kiki sedang duduk santai diruang keluarga sedang memainkan gawainya.


Brugg...Zidane menaruh kripik kripik yang ia beli diatas meja didepan Kiki. Kiki melongo heran melihat banyak sekali kripik bawaan Zidane.


'' Ini apaan? Banyak banget aneka kripik, mau jualan Kak? Tapi...semua kesukaan aku. boleh dong aku minta.'' ujar Kiki.


'' Ambil aja semua. bagiin pelayan juga. Dah ah ku mau istirahat.'' Jawab Zidane yg lalu pergi ke kamarnya dilantai atas.


'' Waww...makasih Kak, BTW ini dalam rangka apa yah beli kripik banyak'' Tanya Kiki.


'' Udah jangan banyak tanya. makan aja'' Jawab Zidane. Kiki mencebik

__ADS_1


''.Ah bodo amatlah. Yang penting kripiknya buat aku makan...hihi.'' ucap Kiki sambil membuka satu plastik berisi kripik singkong lalu memakannya.


__ADS_2