Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 29


__ADS_3

...*****...


Satu minggu berlalu, Rani dan Kiki melangsungkan pernikahan di KUA terdekat. Rani tampak anggun memakai kebaya berwarna putih dengan kain batik motif soga, begitu pun Kiki yang memakai pakaian adat Sunda. Tampak serasi karena mereka berdua Tampan dan Cantik. Kiki mengundang Ibunya Sarah tetapi ia tak mengundang pak Zaelani ayah kandungnya. Entah kenapa Kiki sudah tak berharap lagi untuk mendapatkan harta Pak Zaelani, Karena Kiki kini tau jika semua Harta pak Zaelani adalah milik istrinya Ummi Nur. Selama ini Kiki salah menilai Zidane dan Ayahnya. Ayahnya sudah lama bangkrut. dan Ayahnya dipaksa oleh ayahnya yaitu pak Akbar untuk menikahi ummi Nur agar perusahaannya kembali lagi maju. Setelah perusahaan kembali stabil. Pak Akbar menyerahkan semua hartanya atas nama Zidane, Karena ummi Nur tau Kalau semua harta mertuanya adalah bantuannya Ayahnya.


'' Rani...kamu cantik sekali'' puji Kiki yang duduk disamping Rani saat akan ijab Kabul.


'' Makasih Mas...Mas juga Tampan sekali'' Rani memuji balik.


'' Aku gugup Ran...kamu sendiri gimana?''


ucap Kiki jujur.


'' Iya mas, Rani juga gugup'' jawab Rani yang tertunduk malu.


Acara Ijab kabul pun dimulai, Kiki dengan lancar mengucapkan Ijab Kabul Ikrar pernikahan. Rani yang berada disampingnya tersenyum bahagia. Kini ia sudah sah menjadi istri Kiki dan Ia tak merasa berdosa lagi jika melakukannya dengan Kiki. Rani janji akan bertobat dan memperbaiki diri jika menikah, begitu juga dengan Kiki yang kini mulai berubah.


Selesai Acara, Kiki mengajak Rani Liburan ke Jepang. Rani tak menyangka kalau sebenarnya Kiki begitu kaya Raya. Di Pabrik Kiki hanya pura pura saja. Setelah menikah Rani tak diizinkan Kiki untuk bekerja, begitupun dirinya kini berhenti bekerja di Pabrik milik Zidane. Kiki akan mengelola sendiri Perusahaan yang ia dirikan dari jerih payahnya sejak SMA.

__ADS_1


...*****...


Zidane berjalan bersama Cinta menuju Balai Desa, hari itu Zidane dan Cinta mendapat undangan dari pak Lurah untuk hadir dalam rapat rutinan membahas SDM dan SDA yang ada di Desa. Pa Lurah sangat antusias menyambut niat baik Zidane dan Cinta yang ingin memajukan Desa dengan membuka lapangan pekerjaan juga mengajarkan keterampilan tangan pada Ibu ibu sekitar.


'' Terima Kasih yah Kang Zulkifli dan Neng Sinta. Bapak senang sekali jika ada yang mau mengajarkan Ibu ibu disini keterampilan dan juga bapak bapak cara bertani berternak.'' ujar Pak Lurah Darman.


'' Sama sama Pak Lurah, saya juga senang bisa membantu warga semuanya. dan saya harap kerjasamanya.'' Ujar Zidane.


'' Iya Kang Zulkifli, Nanti untuk selanjutnya kita atur jadwalnya. Kita kondisikan dengan waktu warga bisanya.'' sambung Pak Lurah Darman.


'' Baik pak Lurah, kalau begitu kami berdua pamit pulang dulu. Nanti bapak hubungi saya saja kalau memang Jadwalnya sudah disusun. InsyaAlloh saya dan Adik saya siap.'' Jawab Zidane lagi.


'' Waalaikumsalam warohmatullohi wabarokaatuh. Hati hati dijalan Kang Zul dan Neng Sinta'' balas pak Lurah Darman.


Zidane dan Cinta pun pulang ke rumah, mereka sangat senang membantu warga.


Zidane bahkan lupa dirinya dalam pencarian Abinya, sementara Cinta juga berusaha menahan rindu pada emaknya.

__ADS_1


'' Kak Zie, lihat disana ada tukang es Cingcau. kayaknya enak kak Zie.'' Ujar Cinta menunjuk pedagang Es kri Cingcau yang sedang mangkal depan Sekolah Dasar.


'' Hmm...Kakak enggak deh De, kamu aja'' ujar Zidane menolak karena ia gak pernah makan dipinggir jalan.


'' Kenapa? Kakak takut sakit perut yah? Cingcau itu bagus kak buat pencernaan. mengandung banyak serat.'' ucap Cinta.


'' Ngga Cinta, kakak belum pernah aja minum es krim Cingcau seperti itu'' jawab Zidane.


'' Ya sudah, Cinta haus. Cinta mau beli.'' Cinta meninggalkan Zidane berjalan ke arah tukang Es krim Cingcau. Zidane pun mengikuti Cinta.


Cinta membeli 1 gelas es krim Cingcau, Zidane yang melihatnya tergiur ingin mencoba. Air liurnya sampai akan menetes, Cinta yang tau kalau sebenarnya Zidane ingin minum juga pun menawari Zidane yang duduk disebelahnya.


'' Kak Zie mau cobain'' tawar Cinta. Zidane menggelengkan kepalanya karena gengsi.


'' Ayolah Kak Zie.. Aaaaa...'' Cinta memberikan satu sendok Es Cingcau pada Zidane. Zidane dengan malu malu membuka mulutnya, menerima suapan cingcau dari Cinta.


'' Gimana enak Kak Zie es krim Cingcaunya?'' Tanya Cinta. Zidane mengangguk dan akhirnya Zidane menghabiskan semua Es krim Cingcau milik Cinta.

__ADS_1


'' Hmm...katanya gak mau, sekarang malah dihabisin semua es krim Cingcau punya Cinta...hadeuuh'' batin Cinta saat melihat Zidane.


Bersambung


__ADS_2