Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 21


__ADS_3

...*****...


Sinar mentari menembus jendela Kamar Kost Rani yang hanya 2 Ruang. Kiki mengerjap ngerjap matanya berusaha bangun, Namun kepalanya masih sedikit pusing. Kiki memandang sekelilingnya, Ruangan yang begitu sempit dan hanya ada lemari plastik sebagai pengisi ruangan. Kiki melihat Seorang perempuan yang memakai Kaos kebesaran dan Celana pendek sedang tertidur tengkurap.


'' Hmm...dimana ini, Siapa perempuan itu? apa mungkin ini kamar perempuan itu? aku kenapa semalam yah?'' Kiki terus mengingat kenapa dirinya bisa berada dikamar itu.


Kiki perlahan bangun dan mendekati Rani, Rani menggeliat mengubah posisi tidurnya. Kini Rani terlentang dan menarik tubuh Kiki yang ada didekatnya. Rani mengira Kiki adalah Boneka besar kesayangannya. Rani memeluk Kiki dan menciumnya berkali.


'' Hmm...Gemas sekali...mmm....'' Rani mengigau.


'' Perempuan ini, memancing aku sesuatu, hmm...ini juga kenapa mendadak on. Haduuhh...gawat ini.'' Batin Kiki yang sedang menetralkan hasratnya. Kiki tak ingin memanfaatkan keadaan, Apalagi dengan perempuan yang baru ia kenal.


Rani mencium wangi maskulin tubuh Kiki yang dipeluknya, Rani pun perlahan membuka mata dan Rani berteriak kaget melihat Kiki yang berada diatas tubuhnya. Dengan refleks mendorong kiki.


'' Aaahhh...'' teriak Rani sambil mendorong Kiki sekuat tenaga.


'' Aduh...sakit tau'' ujar Kiki yang sedikit terjungkal.


'' Mas Kiki...kenapa deket deket sama aku?'' Tanya Rani sambil menutupi tubuhnya dengan Selimut.


'' ehh...kamu sendiri kenapa bawa aku kesini? jangan jangan kamu apa apain aku saat semalam ku mabuk'' jawab Kiki sinis.


'' Idihh...sembarangan nuduh, udah bagus aku bawa kesini. dari pada aku buang ke kali. lagian mabuk pingsan dijalanan, gak elite banget.'' protes Rani tak terima tuduhan Kiki.

__ADS_1


'' Hmm...cewek aneh. dah lah, aku mau pulang. Makasih ya'' ujar Kiki yang mulai berdiri dari duduknya dilantai.


Rani yang ingat akan peraturan Kost putri yang dilarang membawa pria ke kamar kost segera menghalangi Kiki yang mau pergi.


'' Eeiittsss...jangan keluar, Liat pagi ini masih ramai penghuni kost. Nanti aku bisa di usir dari kost ini kalau kedapatan memasukan pria kedalam kamar Kost.'' Ujar Rani yang berada didepan pintu menghalangi Kiki.


'' Salah sendiri kenapa bawa aku kesini'' Ujar Kiki tanpa rasa kasian pada Rani.


'' Kumohon Mas Kiki, Aku gak punya uang untuk cari kost an lagi. ini yang paling murah dan nyaman.'' Rani memohon dan nampak memelas.


'' Kok kamu tau namaku?'' Kiki heran, pasalnya dia lupa siapa Rani.


'' Ya tau lah, orang kita satu Pabrik. Aku Rani temannya Cinta. Mas Kiki ingatkan kita pernah ketemu di Kantin waktu makan siang, saat aku test Interview itu'' ujar Rani mengingatkan Kiki. Kiki pun berusaha mengingatnya.


'' Isshh...Pedasnya kata katamu Mas'' Rani mulai sebal dengan tingkah Kiki yang sedikit angkuh.


'' Udahlah aku mau pulang, minggir.'' Kiki berusaha keluar pintu, Rani mendorongnya hingga Kiki terjatuh diatas kasur dan sialnya Rani ikut terjatuh, Rani berada diatas tubuh Kiki.


deg...


'' Perasaan apa ini? kenapa Jantungku berdebar saat berada dekat Mas Kiki, ah...tidak, tidak, tidak...Mas Kiki ternyata Arogan dan suka mabuk, aku gak boleh suka sama cowok begini..eeuummm...tapi Mas Kiki ganteng banget diliat dari dekat gini. ooowwwhh'' Batin Rani bermonolog. Rani terus menatap Kiki dari dekat.


'' Si Culun ini ternyata Cantik juga yah dan wangi juga meski baru bangun tidur. ouh...bibirnya, kayaknya manis. hehehe'' Otak mesum Kiki mulai menguasai dan Kiki mulai mendekatkan bibirnya pada bibir Rani. Namun saat mereka hampir berciuman, terdengar suara ketukan pintu kamar kost Rani. Rani bangkit dari atas tubuh Kiki.

__ADS_1


'' Mas, ada orang datang. Mas ngumpet ke Kamar mandi aja sekalian mandi yah.'' ujar Rani dan Kiki pun mengangguk.


Rani membukakan pintu Kamar Kost An nya. ternyata Gina tetangga kamarnya yang ingin meminjam setrikaan.


'' Rani, gue pinjem setrikaan yah. punya gue kabel putus. loe punya kan?'' ujar Gina.


'' Oh ya...ada. Sebentar yah'' Ujar Rani yang membuka pintunya sedikit. Gina masih diluar.


Rani memberikan setrikaan kepada Gina, namun Gina yang memang orangnya kepo malah mengintip keadaan kamar Rani.


'' Ran, kamar loe berantakan banget. abis perang loe Ran?'' ucap Gina asal.


'' Ehmm...a-aku emang tidurnya mu-muter..ya muter tidurnya. hihihi'' Rani sedikit gugup menyembunyikan kebenarannya.


'' Tidur apa naik kemudi puter. hilih..'' timpal Gina.


'' Hehe...dah ya Gina. Aku mau mandi. mau beres'' Ujar Rani yang langsung menutup pintu kamar kost nya. Gina hanya menggeleng kepalanya heran dengan tingkah Rani. Gina pun kembali ke Kamarnya.


Kiki selesai mandi, ia dengan santainya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya. Rani yang tak sengaja melihatnya seketika memerah pipinya karena melihat badan Kiki yang sangat kekar.


'' Ya Ampun...mas Kiki...ooh...pagi pagi dah liat yang seger.'' fikir Rani yang melongo melihat Kiki.


'' Hmm...sepertinya si Culun suka melihat badanku. Ku godain ah...hemm'' Batin Kiki sambil tersenyum smirk.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2