
...*****...
Dipojok sudut Cafe Cinta, tampak dua orang Asisten CEO sedang berbincang bincang. Mereka memilih berdua saja ketimbang harus mendengarkan obrolan para CEO mereka.
'' Je, malam minggu ini kita ke Club yuk. Dah lama aku gak pernah main kesana sejak Bos Kiki tobat.'' Ajak Aldi.
'' Sorry Al, Aku kurang suka ke Club apalagi kalau sampai minum minuman keras, aku gak pernah dan gak mau.'' Tolak Jerry.
'' Ah kamu Je, kuper banget gak mau diajak ke Club. sekali sekali lah kamu main, lagi pula gak usah mabuk juga kali.'' sindir Aldi yang memang cerewet kayak petasan.
'' Kamu ada ada aja Al, Aku emang gak mau dan gak suka keramaian. aku mau istirahat aja di Apartemenku'' jawab Jerry.
''Apa malam minggu ni kamu ada janji ketemu cewek yah? eh...anak mana nih?'' goda Aldi.
'' Gak ada, lagi pula...wanita yang ku suka sepertinya tidak menyukaiku.'' Ucap Jerry yang tatapannya kearah Cinta. Aldi yang melihat Jerry kini mengerti siapa yang Jerry sukai.
'' Menyukai boleh Je, tapi jangan berharap. Kadang harapan tak sesuai kenyataan. Tapi jika kamu perjuangkan, kamu tak usah ragu dan gak enak hati dengan orang lain.'' Aldi mendadak bijak. seketika Jerry langsung mengernyit heran.
__ADS_1
'' Kamu lagi gak kesambet kan Al, tumbenan omongan kamu berfaedah.'' Jerry becanda.
'' Hilih...emangnya selama ini omongan aku ngawur apa ?'' Ujar Aldi mencebik.
Lama Aldi dan Jerry mengobrol hingga kedua bos mereka menghampirinya untuk mengajak pulang. Sementara Cinta masih belum ingin pulang dari Cafe miliknya karena ini sedang menyusun rencana untuk menghancurkan Vina dan menjebloskan wanita licik itu ke penjara.
...*****...
Cinta pulang jam 7 malam, Ia melewati kawasan perumahan mewah. Saat itu tiba tiba Cinta dikagetkan dengan seseorang yang melintas didepannya, tampak seorang wanita yang sedang melamun berjalan tanpa memperdulikan sekitarnya. Wanita itu pun terkejut karena suara klakson yang dibunyikan Cinta.
'' Aww...'' wanita itu malah diam berjongkok ketakutan.
'' Mbak...apa mbak terluka? Maaf jika bunyi klakson saya mengkagetkan mbak, Mbak sepertinya melamun tadi.'' Ujar Cinta ikut berjongkok sambil melihat wanita itu.
'' Saya...saya tidak apa apa...permisi.'' wanita itu bangkit lalu berlari.
'' Mbak tunggu...'' Cinta mengejar wanita itu, namun tak terkejar.
__ADS_1
Cinta pun masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan ke rumahnya.
...*****...
Dewi begitu tergesa gesa saat memasuki rumah Indra, Bayangan akan kejaran anak buah Vina terus membayanginya. jadi ia waspada pada setiap yang baru ditemuinya. termasuk ketika ia hampir tertabrak oleh sebuah mobil tadi.
'' Assalamualaikum Mas Indra'' Dewi mengucap salam dan Kini memanggil Indra Mas bukan Tuan.
'' Waalaikumsalam De, kenapa kamu tampak pucat seperti ketakutan? kamu kenapa?'' Tanya Indra yang sedikit cemas.
'' Tidak apa apa mas, tadi hanya kaget saja karena ada Mobil yang hampir menyerempet saya. Ini mas sate ayamnya.'' Ujar Dewi jujur.
Sore itu selepas Maghrib Dewi membeli sate ayam untuk Indra, karena Indra ingin makan malam dengan sate setelah beberapa hari indra jarang makan.
'' Apa kamu terluka De?''
'' Tidak Mas, Dewi baik baik saja. Ayo mas kita makan satenya. Dewi akan siapkan di meja makan.'' ujar Dewi yang kemudian pergi ke dapur menyiapkan makan malam untuk Indra dan dirinya.
__ADS_1
Indra mengikuti Dewi, ia duduk di meja makan menunggu Dewi yang mondar mandir mengambil ini dan itu. setelah selesai, Dewi dan Indra pun makan malan berdua karena memang para pelayan tidak ada jika malam hari kecuali penjaga keamanan.
'' Alhamdulillah...terimakasih ya Alloh Engkau telah datangkan mas Indra untuk menyelamatkan aku dari lembah hitam. semoga menjadi awal yang baik buat hidupku dan aku mantap berhijab dijalanmu.'' batin Dewi bermonolog, pandangan Dewi terus melihat Indra yang terlihat lahap memakan makanan kesukaannya yaitu sate ayam.