Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 50


__ADS_3

...*****...


Setelah solat subuh, Dewi membereskan pakaiannya. ia memisahkan pakaian yang sangat seksi dan pakaian yang terbilang sopan. Ia masukan pakaian seksi miliknya kedalam plastik sampah berwarna hitam.


Dewi keluar kamar menenteng Plastik sampah yang berisi pakaian, disaat bersamaan pula Indra keluar dari kamarnya.


'' Dewi, mau buang sampah? kenapa lewat pintu depan? kenapa gak lewat pintu samping dan menyuruh pak Sandi?'' ujar Indra yang menyangka itu sampah biasa.


'' Maaf mas, ini hanya baju baju lama Saya yang akan saya buang.'' Jawab Dewi sambil menunduk malu karena Indra menegurnya.


Indra menghampirinya dan memeriksa isi plastik yang dibawa Dewi. Indra mengernyit heran karena dia berfikir semua baju masih bagus dan layak pakai.


'' Ini kan masih bagus De. Kenapa kamu buang?'' Tanya Indra.


'' Ini ...ini semua pakai terbuka aurat mas. Hmm...Saya ingin menutup Aurat saya mulai sekarang mas.'' Jawab Dewi sedikit gugup.


'' Oh begitu, baguslah jika kamu ingin hijrah. Tapi kenapa gak kamu kasih orang saja De'' Indra memberi saran.

__ADS_1


'' Maaf mas, menurut saya itu sama aja berdosa kalau orang lain memakai pakaian terbuka saya. lebih baik saya buang saja mas. Saya gak mau membagi dosa mas.'' Jawab Dewi menolak saran Indra.


'' Hmm..benar juga. Ya sudah kamu cepat buang pakaian itu. Nanti siang aku jemput kamu. Aku akan membawamu ke suatu tempat yang pasti kamu mau. Oh ya...itu kerudung siapa? lucu banget.'' Indra menahan tawa melihat Dewi yang memakai kerudung milik Bi Tinah pelayan dirumah Indra.


'' Punya Bi Tinah Mas. aku mencoba memakai kerudung.'' Dewi menunduk lagi menahan malu.


'' Kamu kembalikan yah. Nanti aku belikan kamu kerudung. Aku berangkat ke hotel dulu.'' ujar Indra sambil berlalu pergi keluar rumah.


'' Mas Indra...Waalaikumsalam.'' teriak Dewi.


'' Oh ya...Assalamualaikum Dewi...aku sarapan di hotel. kamu sarapan aja sama Bi Tinah.'' jawab Indra yang berteriak juga karena sudah siap siap masuk mobil.


...*****...


'' Makasih yah mas Indra, Ini semua banyak sekali. Mudah mudahan semua kebaikan mas Indra dibalas oleh Alloh Subhanahu wataala. Maaf jika saya selalu merepotkan mas Indra.'' Ucap Dewi yang berjalan disamping Indra dengan menenteng banyak paperbag berisi pakaian dan kerudung.


'' Sudah Dew, Aku ikhlas memberikan semuanya buat kamu yang sudah ingin berhijrah lebih baik. Aku salut sama kamu, tetap semangat meski banyak ujian hidup yang kamu jalani.'' Ujar Indra seraya tersenyum menenangkan Dewi.

__ADS_1


'' Iya Mas, sekali lagi saya ucapkan terima kasih.'' ucap Dewi.


'' Bagaimana kalau kita makan kue dulu, aku tau tempat minum kopi dan kue yang enak di Mall ini. Nah...itu tempatnya.'' Ajak Indra pada Dewi lalu menunjuk sebuah Cafe yang begitu ramai.


'' Cafe Cinta.'' Dewi membaca Plank diatas pintu masuk Cafe itu.


Indra dan Dewi duduk berdua disudut Cafe Cinta. Dewi kini sudah mulai berpakaian syar'i yang lebih tertutup. Indra sangat senang bisa membantu Dewi.


'' Kamu mau pesan apa De?'' Tanya Indra yang sedang melihat lihat daftar menu.


'' Apa aja Mas, samain aja.'' Jawab Dewi karena merasa sungkan jika memilih sendiri.


'' Baiklah...Kita pesan Capuchino sama red velvet 2 porsi yah mba.'' Ujar Indra pada pelayan yang sudah menunggu disampingnya. Pelayan itu hanya mengangguk lalu pergi untuk menyiapkan pesanan.


Sementara itu, Dewi ijin ke kamar mandi sebelum makanan yang mereka pesan datang. Saat keluar dari Toilet, Dewi bersenggolan dengan seseorang. Seketika Dewi terkejut saat melihat orang itu. Dewi hendak pergi, namun orang itu menahan Dewi.


Bersambung...

__ADS_1


kira kira siapa yah?? terus ikuti ceritanya, makasih atas semua dukungannya.πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2