Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 20


__ADS_3

...*****...


Dengan bahan makanan yang Cinta bawa dari rumah dan beli dari warung sayur yang ada diujung kampung, Cinta Akhirnya selesai memasak. Dihidangkannya diatas piring yang telah usang yang sebelumnya telah Cinta cuci dengan bersih.


'' Sebenarnya ini rumah siapa sih? perabotannya semua lama begini. Untungnya ada toko sembako yang jual sabun jadi semuanya dah bersih sekarang. Kak Zidane sebenarnya mau kerja apa di Kampung terpencil gini.? Ah sudahlah, yang penting kak Zidane sudah membayar gaji aku di Awal, jadi Emak ada pegangan buat hari hari selama aku pergi'' Ujar Cinta berbicara sendiri sambil membersihkan piring dan perabotan dapur lainnya.


Cinta perlahan ingin membangunkan Zidane yang sedang tertidur pulas, Cinta masuk ke dalam kamar Zidane dan menepuk nepuk pundak Zidane perlahan.


'' Kak...kak Zidane bangun...makanannya sudah siap, Kakak pasti lapar setelah perjalanan jauh tadi'' Ujara Cinta.


Zidane perlahan membuka mata, dan Zidane tersenyum pada Cinta. Cinta yang melihatnya malah merasa aneh.


'' Jam berapa ini Cinta?'' Tanya Zidane.

__ADS_1


'' Jam 10 malam, Kakak tidur dari tadi gak bangun bangun. Cinta sudah siap Kan makanan untuk kak Zidane. makan ya Kam.'' Jawab Cinta.


'' Emang ada kompor? Kan kita belum beli perabotan didapur Cinta, terus darimana kamu dapat bahan makanan.?'' Zidane Heran.


'' Aku masak pake kayu bakar Kak, dan aku tadi sore belanja ke warung yang diujung kampung. Sudahlah jangan bertanya terus...Kakak Cuci muka lalu makan yah'' ujar Cinta. Zidane pun bangun dari ranjang tidurnya dan masuk kamar mandi membersihkan diri.


Cinta menunggu Zidane di ruang tengah, Duduk lesehan sambil menata makanan agar terlihat menarik. Cinta memasak sayur asam,telor dadar, ikan kembung goreng, tempe tahu goreng, dan sambel juga lalapan. Menu sederhana namun sangat menggugah selera. Setelah hampir setengah jam menunggu, Zidane datang dan sudah berganti pakaian santai. Zidane duduk disamping Cinta yang tertidur karena lama menunggunya. Zidane yang tak tega membangunkan Cinta, kemudian membopong Cinta kedalam Kamar Cinta. Dibaringkannya perlahan dan diselimutinya Cinta agar tidak kedinginan.


Zidane kembali ke ruang tengah untuk menyantap makanan yang dibuat Cinta.


...*****...


Kiki sedang berada di Club, setelah tadi dia menghadiri pesta pertunangan Zidane yang gagal. Kiki banyak meminum Alkohol, sehingga malam itu kiki mabuk. Kiki keluar Club dengan sedikit sempoyongan. Sebelumnya ia menghubungi teman sekaligus Asistennya Aldi untuk menjemputnya. Kiki menunggu Aldi ditepi jalan dengan sangat mabuk, Rani yang baru pulang kerja Shift 2 pulang jam 12 melihat Kiki. Rani segera turun dari bis jemputan karyawan dan menghampiri Kiki. Rani kaget melihat Kiki yang sangat berantakan karna mabuk. Rani yang tak tau alamat rumah kiki, lalu membawanya ke rumah petak kontrakannya. Dengan susah payah Rani menuntun Kiki. dibaringkannya Kiki di kasur lipat miliknya.

__ADS_1


'' Apa yang terjadi dengan mas Kiki? kenapa dia mabuk diclub malam? mas Kiki seperti orang baik kok bisa jadi gini yah? Apa ini sebenarnya mas Kiki? '' Rani terus bermonolog dalam fikirannya.


'' Hmm...ganteng banget sih mas '' Ucap Rani yang terus memandangi Kiki yang tertidur.


Rani membiarkan Kiki tidur dikasurnya, Rani membersihkan diri setelah seharian bekerja lembur di pabrik. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Rani mengambil selimut tebal dan menggelarnya di sudut lain di kamar kost nya. Rani begitu lelah, dengan cepat ia tertidur memejamkan mata.


Sementara itu Aldi sampai di Club tempat tadi Kiki singgah, Aldi kelimpungan mencari keberadaan Kiki yang tak berada disana. Aldi mencari ke berbagai tempat, Aldi merasa bersalah karna sudah telat menjemput teman sekaligus Bos nya itu. Berulang kali Aldi menelpon Kiki, Namun Kiki tak menjawabnya. Rupanya Kiki sengaja mengubah nada deringnya menjadi senyap karena tak ingin diganggu siapapun.


visual Halu



...Kiki...

__ADS_1



...Rani...


__ADS_2