Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 26


__ADS_3

...*****...


Siang Itu Kiki bekerja seperti biasa di Kantor Warehouse. Kiki duduk melamun mengingat kejadian di Kamar Kost an Rani. Kiki tidak menyangka jika Rani masih Suci, karena selama ini Kiki banyak berkencan dengan wanita yang sudah tak perawan. Kiki menyesal, tapi ia begitu menikmati bersama Rani.


'' Shitt...kenapa jadi begini sih, Aku sudah merusak wanita baik baik seperti Rani. Ya Tuhan...bagaimana ini, Aku tak mencintai Rani...kemarin itu aku khilaf.'' Gumam Kiki merutuki dirinya.


Saat dirinya sedang melamun tiba tiba Ayuni datang menghampiri Kiki. Dengan muka genitnya Ayuni mencari perhatian Kiki dengan berpura pura kelilipan dan meminta Kiki meniup matanya, Disaat bersamaan pula Rani datang ke ruangan Kiki untuk mengambil material Part. Rani yang melihat Kiki begitu dekat dengan Ayuni langsung berpura pura tidak melihatnya dan langsung pergi dari ruangan Kerja Kiki. Rani tak kuasa menahan rasa sakit dihatinya, Ia mengira Kiki menyukainya namun semuanya salah. Rani menangis disudut Warehouse diantara tumpukan box berisi sparepart.


'' Bodoh...bodoh...bodoh...kenapa aku bisa terbuai dengan rayuan dia dan menyerahkan begitu saja padanya. Ya Alloh ..harus bagaimana? Ampuni Rani Ya Alloh. Mas Kiki ternyata... hikhikhik... Aaaahhh...Aku benci mas Kiki''Rani terus terisak, Ia bahkan hampir lupa tugasnya mengambil material di gudang.


'' Oh ya Ampun hampir lupa, aku ada tugas. Oke...Tenang...anggap saja gak kenal dengan Mas Kiki dan Anggap kemarin hanya mimpi. Oke...Rani baik baik saja...Rani Baik baik saja.'' Rani berbicara sendiri menguatkan perasaannya saat akan bertemu Kiki.

__ADS_1


Kiki menghapus air matanya, Kiki berusaha tersenyum dibalik kesedihannya. Rani bergegas kembali keruangan Kiki untuk memberikan surat permintaan material. Saat tiba di depan pintu Ruangan Kiki, Ayuni baru saja keluar ruangan. Kini Rani masuk dan siap bertemu Kiki.


'' Per-mi-si Mas Kiki, Ini saya mau mengambil Material. Ini surat permintaannya. Mohon ditanda tangani.'' Ujar Rani berusaha bersikap biasa saja


'' Oh ya, sini ku Tanda tangani'' uiar Kiki dengan datar dan segera menanda tangani surat permintaan dari Rani.


'' Terima Kasih Mas, saya permisi'' Ucap Rani yang ingin langsung pergi dari hadapan Kiki.


'' Rani...Tunggu'' Ujar Kiki saat Rani hendak membuka pintu keluar.


'' Sepulang jam Kerja, Temui aku disini. Ada yang ingin aku bicarakan'' Ujar Kini dengan raut wajah serius.

__ADS_1


'' Iya Mas'' Rani mengangguk lalu pergi dari ruangan Kiki.


...*****...


Waktu terus berlalu, kini tibalah jam pulang kerja. Rani yang sudah bersiap pulang teringat pesan Kiki yang menyuruh menemuinya di Kantor Warehouse. Rani tiba di Area Warehouse, lalu Rani dengan sedikit takut masuk ke ruangan Kerja Kiki.


Kiki tampak sedang duduk di Meja Kerjanya sambil melihat Komputer mengecek barang yang masuk dan keluar.


'' Assalamualaikum Mas, Ada apa menyuruh saya kesini sekarang?'' Tanya Rani .


'' Waalaikumsalam, Duduklah Rani. Tunggu, Aku akan menyelesaikan pekerjaanku sedikit lagi'' Jawab Kiki.

__ADS_1


Hampir satu jam Rani menunggu, hingga Rani tertidur diatas Kursi yang berada didepan meja kerja Kiki. Kepala Rani menyender di meja.


'' Hmm..kasian dia lelah menungguku, Baiklah. Aku akan bawa kau ke Apartemenku saja malam Ini.'' Gumam Kiki. Kiki menggendong Rani dan membawa Rani menaiki mobil pribadinya. Tak lupa ia meminta Securuty agak merahasiakan kejadian dirinya membawa Rani yang tertidur.


__ADS_2