Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 13


__ADS_3

Kiki menatap tajam Zidane, begitu pun Zidane yang sebenarnya mengetahui kalau ia mempunyai saudara tiri karena pernah mengikuti Abi Zae saat Abi Zae pergi menemui Ibu Sarah dan Kiki. Zidane ingin memeluk Kiki saudara tirinya, tapi melihat tatapan Kiki yang sinis. Zidane merasa Kiki telah salah faham padanya.


'' Saudara Kiki Reski Zaelani, sebagai Kepala bagian WareHouse bisa anda jelaskan kenapa Kecelakaan kerja ini bisa terjadi? Anda tau akibat dari semua ini?'' Tanya Zidane dengan tegas.


'' Tentu saja saya tau Tuan Zidane Akbar, dan saya rasa ini sebuah ketidak sengajaan.'' Jawab Kiki dengan Sinis.


'' Ini Kelalaian. saya akan memberi peringatan. Kami ikut aku ke Kantor''. Ujar Zidane dengan tajam ke arah Kiki.


Semua yang ada di gudang ketakutan, karena saat CEO perusahaan datang kelapangan, malah terjadi kecelakaan kerja. Zidane mengambil microphone pengumuman yang ada di kantor Warehouse. Zidane mengumumkan kepada jajaran Leader, supervisor dan manager masing masing Line produksi untuk berkumpul di Ruang rapat. Zidane juga meminta agar CCTV seluruh gedung dan ruangannya lebih diperketat.


Semua tampak ketakutan, apalagi berita kecelakaan kerja begitu cepat menyebar.


Tak lama semua staff karyawan berkumpul, Kiki duduk dibarisan paling depan dengan santai. Zidane berdiri di depan semuanya dengan tatapan tajam dan dingin.


'' Selamat siang semuanya,'' Sapa Zidane.


'' Siang Pak'' Jawab semuanya.


'' Maaf sebelumnya karena saya memotong waktu kerja kalian untuk berkumpul di rapat mendadak siang ini. Saya hari ini sengaja mengadakan sidak di pabrik ini, dan saya sangat kecewa dengan apa yang saya lihat sekarang. Baru saja diarea Warehouse terjadi kecelakaan kerja. Salah satu karyawan magang dipabrik ini hampir saja tertimpa box yang berisi sparepart. Beruntung karyawan tersebut tidak terluka, namun shock yang ia alami tidak menutup kemungkinan terjadi. Saya menghimbau agar semuanya disiplin dalam bekerja dan teliti dalam mengerjakan sesuatu. Menurut pantauan CCTV, Ini dikarena kan kurang rapinya penyimpanan. Maka dari itu dari setiap Line produksi harus perlu diperhatikan lagi para Karyawan Operatornya. apa kalian faham?'' ujar Zidane berbicara panjang dan tegas.


'' Faham Pak'' Jawab

__ADS_1


'' Kejadian kali ini saya maafkan karena memang ketidaksengajaan, namun kedepannya saya tak mau kejadian seperti ini terulang lagi. Lebih teliti lagi dalam menyimpan barang. Ingat selalu Safety First. Sekian dari saya. Terimakasih. Selamat Siang'' Zidane mengakhiri rapat siang itu. Karena jam makan siang telah tiba.


'' Pak Kiki, bisa kita bicara sebentar.'' Zidane menghentikan Kiki yang beranjak pergi dari ruang Meeting.


'' Sepertinya tak ada yang perlu dibicarakan lagi pak Zidane. Semua sudah beres kan? Aku mau melihat Cinta di Klinik. Aku ingin pastikan dia baik baik saja'' ujar Kiki dengan nada menyebalkan.


Semua orang segera pergi karena takut jika berurusan dengan Zidane selaku pemilik perusahaan. tapi tidak dengan Kiki. Kiki berani melawan perkataan Zidane.


'' Kiki...berhenti.'' ucap Zidane sedikit keras.


'' Hei Bapak Zidane yang terhormat, kenapa berteriak?'' Kiki berhenti berjalan dan masuk kembali keruang rapat. kini tinggal mereka berdua disana.


'' Jangan kamu dekati Cinta'' ujar Zidane dengan sedikit geram.


'' Jangan coba coba dekati Cinta dan merusaknya dengan kelakuan bejatmu Kiki'' Zidane menarik kerah baju seragam Kiki dan memberikan peringatan pada Kiki. Kiki hanya tersenyum smirk.


'' Jangan Coba mengaturku atau kau akan menyesal '' Kiki melepaskan cengkraman tangan Zidane dan Kiki pun pergi ruangan meeting menuju klinik tempat Cinta istirahat.


...*****...


Cinta duduk bersandar dikasur pasien yang berada diklinik. Jerry mengawasi Cinta dari luar klinik agar Cinta tak melarikan diri dari istirahatnya. Cinta mulai bosan, tak ada yang bisa ia lakukan. Cinta hanya melamun dan memikirkan banyak Hal dalam hidupnya.

__ADS_1


'' Kenapa Kak Zidane ada disini yah? Apa benar kak Zidane itu yang punya Pabrik? Tapi kok kemarin kak Zidane mau yah nonton dangdutan di kampung? Hmm...nanti aku harus tanyakan pada Kak Zidane kalau ketemu'' Cinta bermonolog sendiri.


Tak lama terdengar keributan dari arah luar. Rupanya Jerry berusaha menghalangi Kiki yang hendak masuk melihat Cinta. Cinta bangun dan membukakan Pintu ruangan istirahat. Cinta kaget karena Kiki dan Jerry sedang Jambak jambakan rambut dan tarik tarikan baju. Cinta menggeleng kepalanya bingung.


'' Cinta...tolongin mas Kiki. Asisten pak Zidane ngehalangi mas buat ketemu kamu?'' ujar Kiki berakting manis depan Cinta.


'' Haahh..benarkah?'' Cinta terkejut dan langsung melerai Jerry dan Kiki.


'' Om Asisten...lepasin mas Kiki...mas Kiki teman Cinta.'' ujar Cinta berusaha memisahkan.


'' Nona Cinta masuk aja istirahat. Tuan Zidane melarang Nona ketemu dengan siapapun sampai pak Zidane datang...Aaduuh'' Ujar Jerry yang tampak kesakitan dijambak Kiki.


'' Tapi om...mas Kiki gak bakal jahat ke Cinta.'' Ujar Cinta meminta Jerry. Kiki mengangguk membenarkan Ucapan Cinta.


'' Kamu mulai sekarang jangan dekati Kiki '' Tiba tiba Zidane muncul dari belakang Cinta. Jerry dan Kiki berhenti berkelahi.


'' Ayo ikut aku Cinta'' Kiki menarik lengan Kanan Cinta .


'' Ikutlah bersamaku'' Zidane menarik lengan Kiri Cinta.


'' Denganku saja Cin'' Kiki menarik Cinta.

__ADS_1


'' Tidak, Cinta akan bersamaku'' Zidane menarik Cinta juga. Cinta merasa sakit tangannya ditarik dua pria tampan. Cintapun menghempas tangan mereka berdua bersamaan.


'' Sudah lepas, Cinta gak mau ikut kalian berdua. Cinta mau ke Kantin. Cinta mau makan...Cinta laperr'' Teriak Cinta yang mulai kesal. Cinta pun pergi berlari meninggalkan Zidane dan Kiki disana.


__ADS_2