
...*****...
Cinta terkejut karena Zidane memintanya untuk menjadi Istri, Fikiran Cinta traveling saat dirinya diatas pelaminan lalu harus melamunkan malam pertama dengan pria tampan dihadapannya. Lalu Cinta membayangkan dirinya hamil, punya anak dan mengantar anaknya ke sekolah. Cinta terdiam sesaat, Zidane yang melihat Cinta jadi bertanya tanya.
'' Jadi gimana Cinta, kamu mau bekerja padaku?'' Tanya Zidane yang menunggu jawaban dari Cinta.
'' Beneran kerjanya jadi istri Kak Zidane?'' Cinta balik tanya pada Zidane.
'' Hmm...bisa benar bisa tidak sih, kan aku belum dapat jawaban kamu Cinta'' Jawab Zidane yang malah membuat Cinta makin bingung.
'' Eehhh...gimana yah kak, Cinta bingung'' Cinta mengerutkan keningnya berfikir karena bingung, Karena Cinta sebenarnya belum siap menikah diusia muda.
__ADS_1
'' Sudahlah Cinta, tadi aku hanya becanda. Tapi mungkin itu akan aku minta jika kamu dah siap. Jadi begini Cinta, Kakak akan melakukan perjalanan keluar daerah selama beberapa bulan, Kakak ingin kamu menjadi Asisten Kakak, seperti mengurus keperluan kakak dan rumah kakak nanti disana. Gaji kamu kakak kasih 10 kali lipat dari gaji kamu di Pabrik. Bagaimana Cinta, apa kamu bersedia membantuku?'' Tanya Zidane yang sebelumnya menjelaskan pekerjaan Cinta nanti. Cinta yang tadinya bingung kini mengerti yang sebenarnya.
Setelah berbicara banyak, Cinta meminta ijin pada mak Idah tentang tawaran pekerjaan yang Zidane berikan. Emak Idah awalnya tidak menyetujuinya, Namun Cinta berusaha meyakinkan Emak Idah dan akhirnya Emak Idah menyetujui keputusan Cinta yang ingin bekerja menjadi Asisten Zidane.
Cinta berkemas kemas membawa pakaiannya. Zidane dan Cinta akan berangkat pagi pagi sekali ke pulau terpencil dengan menggunakan helikopter pribadi milik Haji Muhidin. Haji Muhidin sendiri sebenarnya bukan hanya seorang pengusaha ternak bebek di kampung. Haji Muhidin adalah mantan Mafia yang tobat setelah bertemu Hajjah Rina. jadi wajar jika sebenarnya Haji Muhidin kaya raya.
...*****...
'' Enak banget jadi Si Zidane, sampe dibuatkan pesta pertunangan semewah ini. Benar benar pilih kasih'' Batin Kiki yang melihat kemewahan pesta pertunangan Zidane.
Pak Zaelani yang melihat Kiki yang berada disana, tanpa sepengetahuan istrinya menghampiri Kiki. Pak Zaelani tau bagaimana perasaan Kiki, tapi ia sengaja ingin tau seberapa berubahnya Kiki sekarang.
__ADS_1
'' Hai Nak, bagaimana kabarmu sehat'' Tanya pak Zaelani pada Kiki yang dihadapannya.
'' Alhamdulillah sehat Pah...selamat ya Pah sebentar lagi anak kesayangan Papah akan menikah'' Jawab Kiki dengan nada menyindir pada Pak Zaelani. Kiki memanggil Pak Zaelani dengan sebutan Papah, sedangkan Zidane memanggil Pak Zaelani dengan Sebutan Abi.
'' Kiki...Maafkan Papah, Suatu saat kamu akan mengerti nak. Papah juga sangat menyayangimu'' Ujar Pak Zaelani pada Kiki, Kiki mencebik meragukan.
'' Terimakasih PHP nya Pah. Permisi Pak Direktur...saya kesana dulu bergabung dengan para buruh diPerusahaan.'' Kiki yang sedikit membenci Papahnya pun pamit pergi. Kiki lalu bergabung dengan para Karyawan Pabrik.
Pak Zaelani hanya diam, Ia tau jika Kiki merasa dibedakan. Tapi bagaimana pun pak Zaelani tak bisa melakukan apa apa, Karna semua harta peninggalan Ayahnya telah di berikan pada Zidane selagi Ayahnya masih hidup. Bahkan Haji Muhidin hanya mendapatkan sedikit.
Acara pertunangan telah tiba pada waktunya, Dewi dengan sumringah naik ke atas panggung menanti Zidane menyematkan Cincin tunangan di jemarinya. Namun Zidane tak kunjung jua tiba. Pak Zaelani geram, Ia merasa malu pada kolega koleganya. begitupun denganbu Nuraini yang malu dengan teman Sosialitanya.
__ADS_1
bersambung