Cinta Dan CEO

Cinta Dan CEO
Chapter 16


__ADS_3

...*****...


Setelah selesai makan malam bersama, Zidane dan Pamannya duduk di beranda depan rumah. Ditemani Teh hangat dan kue kering buatan Bu Hajjah Rina mereka berdua mulai mengobrolkan sesuatu. Bu Hajjah Rina sendiri memilih menonton sinetron kesukaannya ketimbang nimbrung dengan suami dan keponakannya itu.


'' Jadi apa yang mau kamu bicarakan dengan Om ini Zie?'' Tanya Haji Muhidin.


'' Tentang Pertunangan Zie dengan Dewi besok Om, Zie sebenarnya tidak ingin pertunangan ini terjadi. Zie tidak menyukai Dewi Om. Om bisa lihatkan gimana prilaku Dewi dan penampilan Dewi yang sangat terbuka. Zie ingin membatalkannya Om, Tapi Zie tak tega kalau ummi dan Abi kecewa. Zie bingung Om'' Ujar Zidane yang mencurahkan isi hati pada pamannya. Zidane sedikit berkaca kaca, saat ini ia mendadak rapuh dengan keadaan.


'' Om juga bingung Zie harus bagaimana? Om juga gk begitu suka dengan yang namanya Dewi itu, Angkuh banget kelihatannya. Om sarankan bicarakan keinginan kamu dengan Abi dan Ummi kamu, dan kamu buat alasan yang tepat. Atau kamu bawa seseorang yang bisa diajak pura pura jadi pacar kamu gitu. bilang aja kalau kamu dah punya seseorang yang kamu sayangi. Hehe'' jawab Haji Muhidin dengan santainya.


'' Iya Om, tapi waktunya besok. Apa aku gak hadir aja yah Om acara besok lusa. Aku beneran gak mau di jodohkan dengan Dewi. '' Ujar Zidane kesal.


'' Nah..itu juga bagus. Kamu ngumpet aja dipulau terpencil sambil liburan. Kamu jangan aktipin alat komunikasi kamu atau akun sosial media kamu. Kamu juga jangan pakai kartu kredit atau kartu ATM kamu. Terus kamu berangkat ke pulau terpencilnya jangan pake transportasi penerbangan atau pelayaran umum, Nanti bisa ketauan kabur kemana. kamu pakai mobil pribadi saja. tapi mobil baru yang Abi kamu gak tau nomor mobilnya jadi dia gak bisa melacak keberadaan kamu. Gimana? Om smart kan?'' Haji Muhidin memberi saran cara kabur yang aman.


'' Ternyata ribet sekali..hadeuuh. Zidane kayak buronan dong Om'' ujar Zidane yang menyimak perkataan pamannya. Zidane menggelengkan kepalanya pening.


'' Y iyalah Zie, bila mana perlu kamu ganti identitas.'' tambah Haji Muhidin.


'' Hmm...Zidane mau kabur deh Om. Tapi bawa Cinta juga ah'' Ujar Zidane asal.


'' Haa...itu sih kamu kabur sekaligus bawa kabur anak gadis orang Zidane bin Zaelani'' Ujar Haji Muhidin yang heran dengan tingkah Keponakannya itu.


'' Hehe..'' Zidane tersenyum kikuk.

__ADS_1


'' Kamu suka sama Cinta?''Tanya Haji Muhidin dengan serius. Zidane hanya mengangguk membenarkan.


'' Perjuangkanlah Nak...Om akan mendukung jika yang kamu pilih itu baik. dan Om rasa Cinta sangat cocok denganmu.'' Haji Muhidin menambahkan.


'' Iya Om, besok Zidane akan mengungkapkan perasaan hati Zidane pada Cinta dan Zidane akan bilang ke Abi kalau Zidane akan membatalkan pertunangan dengan Dewi.'' Ujar Zidane dengan semangat.


Haji Muhidin hanya menggelengkan kepala melihat keponakannya itu, ternyata meski Zidane hebat di dunia bisnis tapi dia mendadak tak pintar dalam urusan percintaan.


'' Zie...Om ada ide jika kamu ingin kabur membawa Cinta.'' Tiba tiba sebuah ide muncul dari otak Haji Muhidin.


'' Apa itu Om?'' Zidane penasaran dengan ide pamannya itu.


'' Kamu tak usah bilang kamu batalkan pertunangan, kamu kabur aja. Nah Cinta...kamu bilang aja kamu butuh Asisten selama di pelarian kamu, terus kamu minta dia ikut. begitu Zie'' jelas Haji Muhidin.


Tanpa menunda waktu, Zidane bergegas kerumah Cinta yang tak jauh dari rumah Haji Muhidin.


...*****...


Cinta selesai melaksanakan Sholat Isya, membereskan perlengkapan ibadahnya lalu keluar kamar menemui Emak Idah yang seperti biasa sedang duduk khusuk menonton sinetron kesukaannya diatas tikar anyam pandan. Cinta duduk disamping emak, Cinta langsung memeluk emak idah dari samping. Cinta memang suka bermanja manja pada emaknya, dan itu berlanjut hingga Cinta dewasa seperti sekarang ini.


'' Anak Emak gimana kerjanya? lancar? '' Tanya mak Idah


'' Alhamdulillah Mak lancar, cuma tadi ada kecelakaan kerja. Hmmm...Cinta tadi hampir tertimpa box berisi barang Mak.'' Jawab Cinta.

__ADS_1


'' Ya Alloh...Neng ketiban box. Neng luka gak? Neng lecet gak?'' Mak Idah melepas pelukannya Cinta dan Panik. Ia amat badan Cinta dari kiri kanan depan belakang saking khawatirnya.


'' Cinta gak apa apa Mak, Liat ini Cinta masih Cantik..hehehe... Tadi Alhamdulillah ada Kak Zidane menyelamatkan Cinta, jadi Cinta tidak kenapa kenapa.'' Ucap Cinta.


'' Zidane keponakan Haji Muhidin itu? yang ganteng itu neng?'' Tanya Emak Idah dengan Serius, Cinta hanya mengangguk.


'' Emang lagi ngapain dia di pabrik Neng, Dia Kerja diPabrik ?'' Tambah emak masih ingin tau.


'' Dia yang punya Pabrik Mak ternyata.'' jawab Cinta pelan.


'' Apa Neng? yang punya Pabrik?'' Mak Idah Kaget, Lagi lagi Cinta hanya mengangguk.


Cinta menceritakan kejadian tadi siang kepada Emak Idah, Emak Idah mendengarkannya dengan seksama. Disaat obrolan mereka, tiba tiba terdengar seorang mengucapkan salam dari arah luar rumah. Cinta pun segera bangkit dan membukakan pintu.


'' Assalamualaikum''


'' Waalaikumsalam...Hah...kok bisa disini?'''


Bersambung


Kira kira siapa yang datang yah? tadi kan Zidane mau kerumah Cinta, tapi itu Zidane bukan yah?? Jawabannya ada di Chapter selanjutnya. 😊😊


Jangan lupa tinggalkan Jejak. Berikan Rate, like, Vote, koment dan jadikan Favorit...Terima Kasih πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2