
Zidane yang sedang tertidur, tiba tiba berteriak memanggil Cinta. Zidane terbangun, Nafasnya tak beraturan dengan keringat bercucuran dari dahinya.
'' Cintaaaaaaa !!! '' Teriak Zidane
Eugh...eugh...eugh...Zidane seperti habis lari marathon yang hampir kehabisan nafas. Rupanya mimpi buruk dialami Zidane saat tidur. Suara teriakan Zidane pun terdengar sampai ke kamar sebeleh Zidane yang tak lain kamar Kiki. Kiki yang mendengar teriakan Zidane segera terbangun dan menghampiri kamar Zidane.
'' Kak...Kak...Kak Zidane kenapa? Kak Zidane berteriak takut.'' Kiki bertanya pada Zidane dari balik pintu kamar Zidane.
'' Aku gak apa apa De, Maaf sudah berisik mengganggu istirahatmu.'' Jawab Zidane yang tak ingin mengganggu Kiki.
'' Ta-tapi aku dengar kakak tadi berteriak teriak. Aku takut Kakak kenapa kenapa.'' ujar Kiki yang sangat khawatir.
Zidane bangun lalu berjalan membuka sedikit pintu kamarnya.
'' Kamu tidurlah De,aku tidak apa apa, cuma aku tadi mimpi buruk sedikit. Aku juga mau tidur lagi.'' ucap Zidane.
'' Baiklah kalau memang Kakak gak kenala kenapa, Aku balik kamar aku'' ucap Kiki.
Saat Kiki beranjak pergi, Rani menghampiri Kiki dan Zidane dengan wajah yang tak kalah khawatir juga cemas.
__ADS_1
'' Eh sayang, kok kamu nyusul sih. Kan dah aku bilang kalau aku cuma sebentar. Kamu tuh gak sabaran banget sih mau itu.'' ujar Kiki yang malah menggoda Rani.
'' Isshh...siapa juga yang gak sabaran. Ini loh mas, Aku dapat kabar dari emak Idah kalau Cinta sakit. Dia dikeroyok orang.'' Ucap Kiki menjelaskan.
'' Apa? Cinta dikeroyok??'' Ucap Zidane dan Kiki berbarengan. mereka berdua kaget setelah mendengar ucapan Rani.
'' Kompak bener ngomongnya. Hadeuuh.'' Rani menepuk jidatnya merasa lucu dengan tingkah mereka berdua.
'' ayo kita kerumah Cinta, Aku ganti baju dulu. Kamu yang bawa mobil yah Ki.'' ujar Zidane.
'' Iya kak, Aku juga mau ganti baju. Ayo sayang kita siap siap juga. Kiran kita titip Mamah aja.'' ajak Kiki pada Rani istrinya. Rani hanya mengangguk setuju.
'' Sepertinya Cinta dalam bahaya, Aku takut mimpiku tadi jadi kenyataan. semoga Cinta baik-baik saja. Aku akan menjagamu Cinta meski sebentar lagi kamu akan menjadi istri orang lain. Rasa sayangku tak akan pernah hilang, karena kamu Cinta dihatiku.'' batin Zidane.
Setelah perjalanan sekitar 20 menit, mereka sampai di rumah Cinta. Tampak pula disana terparkir mobil milik Indra. Zidane menguatkan hati dan perasaan agar bisa tenang juga tegar saat berhadapan dengan Indra dan juga Cinta.
'' Are you Okay Bro?'' tanya Kiki.
'' Yes, I'm oke...Kamu tenang saja, Aku gak apa apa.'' Jawab Zidane.
__ADS_1
'' Aku akan selalu bersamamu Kak.'' ujar Kiki. Zidane hanya mngangguk tanpa bicara.
Mereka bertiga masuk kedalam rumah Cinta sebelumnya dibukakan pintu oleh Mak Idah. Mereka langsung diajak ke Kamar Cinta oleh Mak Idah. setelah masuk, terlihat Cinta yang sedang duduk diatas tempat tidur. Indra duduk di sofa bersama pak Wahyu.
'' Ta...Apa yang terjadi?'' tanya Rani yang langsung menghambur memeluk Cinta.
'' Aku tidak apa apa Ran, kalian tau dari mana kalau aku sakit?'' Tanya Cinta.
'' Emak yang kasih tau Rani Neng.'' Mak Idah yang menjawab pertanyaan Cinta.
'' Cinta, apa benar dengan yang kami dengar kalau kamu dikeroyok?'' Tanya Kiki.
'' Iya Kak, tapi kalian jangan khawatir. aku tak apa apa. Kan aku dah belajar beladiri pada Kak Jerry.'' Jawab Cinta dengan santai.
Cinta menceritakan kronologi kejadian itu, Zidane yang mendengar begitu geram. Zidane pun bertekad akan mencari orang yang sudah mencelakai Cinta. begitu juga Indra yang tau Calon istrinya ada yang menyerang, Ia akan menyuruh anak buahnya menyelidiki.
Bersambung.
Maaf Jika bibu jarang Up Novel. Bibu sibuk di Audio room Mangatoon magang Host. Sekarang lagi evaluasi siaran...klo sudah agak santai, InsyaAlloh sering Up
__ADS_1