Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
bab 13


__ADS_3

Saera telah mencoba tiga potong gaun yang telah dipilihnya namun belum ada satupun yang menjadi pilihannya dan sang manager butik masih setia menunggu untuk menilai penampilan apakah baju tersebut cocok di tubuh sempurna milik Saera. dan manager dikejutkan oleh suara pintu yang terbuka.


" silahkan tuan," terdengar suara pria di balik pintu yang mempersilahkan tuannya masuk.


Muncullah sosok pria yang masih mengenakan pakaian kantor, dia menenteng jas di bahu kirinya dan menggulung setengah lengan kemejanya sampai siku membuatnya terlihat sangat macho, ya siapa lagi dia adalah tuan muda Aska .


"Tuan muda anda datang," langsung saja manager bangun dari duduknya dan menunduk memberi salam hormat.


" silahkan duduk tuan, "


" dimana dia ? "

__ADS_1


"nona masih mencoba pakaiannya tuan, " sembari menuju ke arah ruang ganti yang ada di sebelah kiri tempat duduk mereka dan Saera pun keluar tanpa tahu diluar sana sudah ada sang tuan muda yang menunggu.


" Bagaimana dengan ini ?"


saera berjalan lenggak lenggok memutarkan badannya dan meletakkan kedua tangan di pinggangnya seperti model yang sedang berjalan di catwalk sungguhan untuk memperlihatkan apakah baju yang dikenakan itu cocok di tubuhnya. Dia sengaja melakukan gaya itu karena merasa sudah cukup dekat dengan sang manager jadi dia tidak perlu malu. Dia melakukannya lantaran sang manager selalu mengatakan baju yang dipilih nya tidak cocok untuk Saera dan menyuruhnya mengganti dengan yang lain, membuat Saera frustasi. Bagaimana tidak untuk makan malam saja dia harus memilih baju dan sudah menghabiskan waktu dua jam disana dan berharap kali ini bisa pas. Dan menjadi salah tingkah saat pandangannya beradu dengan Aska dia terkejut sejak kapan pemuda tersebut ada di ruangan ini diapun jadi salah tingkah.


Aska masih termenung dengan pemandangan di depannya, dia meneliti dari atas sampai bawah, nuraninya berkata darimana datangnya bidadari ini, bagaimana tidak saera mengenakan dress panjang sampai mata kaki, berwarna soft pink dan lengan panjang yang tembus pandang. Cukup sederhana memang tapi terlihat sangat indah di tubuh saera. Tapi Aska tidak ingin mengakuinya dia pun tersadar dari lamunannya dan menuju ke arah Saera


" Maaf tuan, tapi saya pikir gaun ini cocok dengan.. " Saera menggantung kalimatnya lantaran mendapat tatapan elang dari Aska


" Tapi itu tidak cocok dengan ku ".Potong Aska, Lalu Aska memilihkan baju untuk Saera dan melempar ke arahnya untuk di coba

__ADS_1


Saera pun mengambil baju itu dan berlalu ke ruang ganti dengan kesal dan menggerutu sendiri.


Lalu setelah menunggu sejenak Saera keluar mengenakan baju pilihan Aska, baju itu terlihat cukup elegan namun tidak terlalu heboh dengan banyak pernak pernik, cukup cocok untuk makan malam yang berkelas. Baju panjang lengan berbahan brokat seluruhnya, dengan panjangnya hanya di bawah lutut saja dan sedikit memperlihatkan bagian belakang yang dilapisi kain tembus pandang memperlihatkan kulit punggung putih mulusnya.


Mata saera mencari ke seluruh ruangan tersebut karena tidak mendapati sosok pria yang memilihkan bajunya itu, kemana dia ? . Saera bertanya dalam hatinya . Lalu keluar lah Aska dari ruang ganti di sebelahnya Aska juga telah mengganti pakaian nya, Aska menggunakan tuksedo berwarna coklat muda yang senada dengan gaun saera dan dilengkapi dasi kupu kupu di lehernya dan tentu saja dia terlihat tampan seperti biasanya.


Aska pun berjalan mendekati Saera sembari memandang menilai penampilan Saera.


"Jangan pernah lagi mengikat rambut mu " sembari menarik ikatan rambut Saera yang mana membuat rambutnya tergerai menutupi punggungnya. Membuat Saera terkejut tapi tetap mengiyakan perkataan Aska tanpa menyela nya.


" Ayo kita berangkat " memberi tangannya yang telah ditaruh di pinggang kirinya untuk di gandeng Saera. Saera pun menggandengnya lalu berlalu keluar yang di akhiri salam daru seluruh pegawai butik tersebut.

__ADS_1


*****


__ADS_2