
Setelah sampai ke rumah langsung saja Saera membawa Aska ke kamarnya. Dia melepaskan sepatu, kaus kaki,dan juga jas yang masih ada di tubuhnya. Saera memandang Aska sebentar lalu menyelimutinya dan beranjak ingin keluar.
"jangan pergi " suara Aska terdengar lirih. membuat langkah saera terhenti karena Aska memegang tangannya. " Aku mohon jangan tinggal kan aku."
Langsung saja Saera memeriksa dahi Aska karena tangan yang menahannya untuk pergi terasa agak panas dan benar saja Aska demam. Keringat besar bercucuran sepanjang dahinya. Langsung saja Saera bergegas mengambil kain dan air dingin untuk mengompres nya. Hingga Saera pun tertidur dengan tangan yang di genggam oleh Aska .
****
sinar matahari yang muncul membuat Aska membukakan sedikit matanya, tangannya terasa keram karena tertindih oleh sesuatu.
Aska melihat saera yang tertidur dengan posisi duduk di samping tempat tidurnya ,dan kepalanya bertumpu pada kedua tangannya dan juga tangan Aska yang di genggamnya .
Langsung saja Aska menarik tangannya membuat Saera terbangun dari tidurnya
"Kamu sudah bangun?" sembari mengibas-ngibaskan tangannya yang terasa pegal. "Apa demam mu sudah turun? " langsung saja Saera memegang dahi Aska untuk memeriksa.
"Demam? siapa yang demam ?"
"Tentu saja kamu tuan Aska ,dan kamu meminta ku untuk tidak pergi semalam".
__ADS_1
Aska berusaha mengingat kejadian semalam dan dirinya benar benar kacau , mulai dari dia meminta saera untuk tidak meninggalkannya karena berpikir itu adalah Meisya,sampai dia memimpikan ibunya yang juga pergi meninggalkannya. SHITTT !
"memang sudah sepantasnya kamu disini. Kamu kan istriku." ucap Aska yang turun dari tempat tidurnya tidak mau mengakui kekacauan nya semalam.
"Mandilah ,aku akan menyiapkan air madu untukmu " kata Saera lalu berlalu meninggalkan kamar Aska.
Arrggghhhttttt..
Aska mengacak ngacak rambutnya lantaran menyesali apa yang terjadi padanya semalam .
"kamu tidak ke kantor ? " tanya saera yang melihat Aska dengan pakaian santai menuju meja makan.
cihhh, apa hanya demam sedikit saja kamu tidak akan bekerja. manja sekali dirimu tuan Aska " bergumam dalam hatinya .
"
"Apakah masih parah ,apa perlu kita ke rumah sakit ? " menyodorkan segelas air madu di depannya .
"Tidak perlu ,aku hanya perlu beristirahat satu hari ".
__ADS_1
"Apa perlu aku belikan obat ?"
"Tidak perlu, " Jawab Aska singkat lalu menghabiskan air madu yang ada di tangannya. Lalu saera menuangkan semangkuk sup dan memberinya pada Aska .
"Apa aku mengatakan sesuatu yang aneh semalam ?" Tanya Aska wanti wanti kalau dia mengatakan sesuatu yang membuatnya menyesal, karena Aska susah sekali mengingat kejadian semalam selain berkata jangan pergi meninggalkannya pada saera karena berpikir dia adalah Meisya dan juga bermimpi bertemu ibunya.
"tidak ada, hanya.. hanya meminta untuk tidak meninggalkan mu"
"Hanya itu ? "
"iya hanya itu, "saera memasukkan makanan ke mulutnya.
"Tapi..,siapa yang meninggalkan lelaki sebaik kamu ?" tanya Saera lagi.
Aska memandang Saera apa benar dia baik, lalu kalau ia kenapa Meisya meninggalkannya. Ibunya juga pergi meninggalkannya, bahkan ayahnya juga. kenapa semua orang yang di cintai Aska pergi meninggalkannya. Aska termenung memandang Saera tanpa menjawabnya.
"Tuan Aska .... Tuan Aska.." seraya mengibas ngibaskan tangan nyadi depan wajah Aska .Hingga Aska tersadar.
"heuhhh. iya..., kenapa ?
__ADS_1
"hmmm, sudahlah sepertinya kamu memang sedang tidak baik. Nanti saja kamu cerita kalau memang kamu ingin, aku selalu siap mendengar cerita mu. " saera lanjut menikmati sarapannya sembari tersenyum pada Aska.