Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
Bab 19


__ADS_3

Karena tidak ke kantor Aska tidak tahu harus ngapain dirumahnya karena dia sangat jarang menghabiskan waktu di rumah. Bisa di bilang ia hanya menumpang tidur dan sarapan pagi di rumah itu. Aska berjalan ke ruang tv, di sana terlihat Saera sedang asyik menikmati drama Korea ditemani makanan ringan dan juga sebotol soda. Langsung saja Aska menjatuhkan dirinya di samping Saera yang membuatnya terkejut.


"Sedang apa disini ?"


"Hah? Inikan rumahku , untuk apa tanya begitu "


"Maaf... Kamu ingin menonton sesuatu ? aku akan ke kamarku " Saera beranjak ingin meninggalkan Aska, namun Saera kalah cepat Aska lebih dulu menarik lengannya hingga membuat dia terduduk di pangkuan Aska .


"Apa yang kamu lakukan ?" Saera berusaha ingin berpindah dari pangkuan Aska tapi tidak berhasil lantaran Aska memeluknya dengan erat. "Kenapa peluk peluk, lepaskan aku " Saera berontak tapi sia dia, Aska hanya tersenyum melihat tingkah tidak nyaman Saera, kemudian baru melepaskannya. Langsung saja saera berpindah tempat duduk agak berjauhan dengan Aska dengan mukanya yang sedikit memerah.


"ihhh.. kamu mau ngapain lagi " Saera semakin kesal lantaran sekarang Aska menidurkan dirinya di pangkuan Saera.


"Aku masih sakit.. " kata Aska manja.


"Lalu..? Apa hubungannya dengan ku , aku sudah menawari mu untuk ke dokter, aku juga menawarkan untuk membelikan mu obat,tapi kamu menolaknya. Salah siapa kalau kamu masih sakit."


"Aku butuh perhatian." memandang Saera dengan suara memelas


Deg..deg..


Jantung Saera langsung saja berdetak lebih kencang dari biasanya.


"Lalu kenapa minta padaku, minta saja sana pada ibumu." kata Saera berniat menggoda Aska, namun kata katanya justru membuat Aska sedih dan menitikkan air mata. Sungguh Saera merasa sangat bersalah.


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud..." sembari mengelus lembut kepala Aska

__ADS_1


"Ibuku pergi meninggalkanku saat aku kecil," Aska berusaha menahan buliran air matanya untuk tidak terjatuh lebih banyak lagi.


"Dia meninggalkan aku dan ayah ku demi pria lain". Namun Aska tak mampu menahan air matanya hingga buliran air itu terus membasahi pipinya.


Ini pertama kalinya Aska menceritakan kehidupannya pada orang asing. Tidak ada yang tahu cerita tentang keluarganya bahkan Meisya sekalipun, wanita yang dulu sangat di cintai nya. Karena Aska benar benar menutup rapat rahasia keluarganya.


ooohhh Saera sungguh bodoh dirimu, kenapa mengungkit luka lamanya . Dia pasti sudah sangat berusaha melupakannya.


"Maafkan aku, seharusnya aku tidak mengungkit ibumu. Menangis lah, menangis sekuat tenaga mu itu akan sedikit mengurangi rasa sakit mu. "sembari menepuk punggung Aska ,dan Aska pun semakin tak kuasa menahan tangisnya.


"Kamu tahu. ibuku juga pergi meninggalkan ku, tapi aku lebih menyedihkan darimu.Kamu sedikit beruntung. "


"Kenapa ? " tanya Aska yang sudah merasa agak baikan setelah menangis .


"Dia bukan hanya meninggalkan aku dan ayahku, tapi dia juga meninggalkan dunia ini." Menatap Aska diiringi dengan senyuman di wajahnya. " Setidaknya ibumu masih berada di sini,di dunia ini. Suatu saat jika kamu merindukannya kamu pasti bisa bertemu lagi dengan nya. sedangkan aku...." Saera membayangkan ibunya dan tanpa di sadari air mata juga menetes di pipinya, namu segera dihapus olehnya di gantikan dengan senyuman manis di wajahnya


"aku minta maaf,karena aku kamu jadi teringat ibumu".


"Nggak masalah kok ,lagian aku juga selalu akan mengingatnya"


"Sudah sudah sekarang kita lupakan tentang ibu kita , aku tidak ingin membahasnya lagi" Aska kembali tidur di pangkuan Saera


"Kenapa masih tidur disini ?" tanya Saera yang merasa tidak nyaman.


"kenapa memangnya ?, suapi aku makan"

__ADS_1


"kamu ambil aja sendiri, lagian kamu punya tangan"


"Berani sekali membantah ku ,aku ini suami mu"


"cihhh. suami, Pernikahan kita hanya pura pura, kamu hanya menikah karena paksaan dari kakek mu. Dan aku mau menikah dengan mu karena rasa terimakasih karena kamu sudah menolongku."


"Nona Saera Vandela, pernikahan kita sah dari agama dan juga negara. Jadi ini bukan pernikahan pura pura." jawab Aska karena merasa tidak terima dengan pernyataan Saera.


"Bagaimana bisa ini pernikahan sungguhan, kita sama sama tahu tidak ada cinta di antara kita . Ini hanya kesepakatan antara kita berdua." mereka berdua saling bertatap mata


"Kamu ingin cinta?" Tanya Aska serius dan membuat Saera jadi salah tingkah. Langsung saja Saera mengambil camilan dan memasukkan dalam mulut Aska dalam jumlah yang banyak.


"jangan banyak ngomong kamu. makan dan diam saja, aku ingin fokus nonton."


"Hei Nona Saera, suami mu sedang bertanya " Aska semakin menggoda Saera karena melihat pipi nya merona .


"Berhenti menyebut dirimu sebagai suamiku "


"Lalu aku harus menyebut apa ? ,sayang mu atau cinta mu atau kau mau memanggilku kekasih hati mu" Aska semakin gemas menggodanya.


"Hentikan tuan Aska " Kata saera tegas.


Aska terkejut karena Saera berani membentaknya, langsung saja dia bangun dari tidurnya dan menarik bahu Saera untuk bertatapan dengannya.


"Kamu jadi semakin cantik saat marah."

__ADS_1


"Diam kamu tuan Aska, aku ingin fokus nonton. Berhenti menggodaku ."


Aska tersenyum bahagia karena berhasil menggoda dan membuatnya marah dalam waktu bersamaan. itu menjadi hiburan tersendiri buat nya.


__ADS_2