Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
bab 15


__ADS_3

Aska mematung saat melihat sepasang pasangan yang menghampiri, seorang pria yang sangat familiar untuknya. Pria muda berusia sekitar 29 tahun memiliki tubuh yang tinggi, alis tebal dan juga memiliki kedua lesung pipi pada wajahnya yang menjadi nilai plus untuk pria tersebut saat tersenyum. Dan disampingnya ada wanita bertubuh jenjang dengan bibir tebal nan sexy ditambah matanya yang bulat membuat semua mata terkesima melihatnya.


Mereka adalah sosok yang di benci oleh Aska . Meisya adalah mantan pacar Aska dua tahun silam yang pergi mencampakkannya dan memilih Dava yang merupakan saingan terbesarnya dalam pasar saham di Asia yang kini telah menjadi tunangan Meisya.


" Maaf kami membuat kalian menunggu. Tadi agak macet di jalanan jadi kami sedikit terlambat ." ucap Dava pada tuan Herry karena merasa tidak enak membuatnya menunggu .


"Maafkan kami tuan Aska" menjulurkan tangannya untuk berjabat.


Tentu saja Aska tidak menyukai kejadian di depan matanya dia menjadi kesal dia tidak sadar kalau dirinya yang berdiri di samping Saera menggenggam tangan Saera dan karena emosi sudah menguasainya membuat Aska meremas sedikit kuat tangan tersebut dan membuat Saera meringis kesakitan. Tapi seolah paham dengan situasi meski tidak tahu kejadian mendetail nya seperti apa, hubungan apa yang dimiliki mereka sehingga membuat emosi Aska tersulut, Saera berusaha untuk tetap tenang dan bersikap seolah tangannya baik baik saja.


"Seharusnya kamu datang lebih awal, agar tidak perlu membuat tuan Herry menunggumu " ucap Aska dengan kasar tanpa berniat membalas uluran tangan tersebut. Membuat Dava menarik kembali tangannya dengan canggung.


"Sudah lah, semua sudah berkumpul mari kita segera makan malam" potong Ny.henny untuk melerai perseteruan itu.


Tuan Herry duduk di ujung meja dan sebelah kanannya ikut duduk istrinya, Saera dan juga Aska. sementara di sebelah kirinya terlihat Dava yang menarik kan kursinya untuk diduduki oleh Meisya yang berhadapan dengan Saera .

__ADS_1


"silahkan nikmati makan malamnya, jangan sungkan ya anggap saja rumah sendiri" Kata Ny.henny setelah pelayan menyajikan makanan dan menuangkan minuman pada gelas yang ada di meja tersebut.


Dentingan sendok dan garpu terdengar memecah keheningan malam tersebut mereka menikmati makanan tersebut dengan suka cita.


" oh ya kalian kan baru menikah, kenapa Aska langsung bekerja ? kalian tidak berbulan madu ? tanya ny. Henny yang seketika membuat Saera tersedak dan Aska menghentikan makanannya.


"Sayang, pelan pelan makannya, ini minumlah" Aska menyodorkan gelas minuman pada saera sembari menepuk kecil pundak saera.


"Masih banyak pekerjaan yang harus kuselesaikan dulu, jadi kami terpaksa menunda liburan kami" jawab Aska yang memperhatikan Saera apakah sudah baikan setelah tersedak tadi.


"Benar nak, lagipula dia memiliki banyak anak buah. Biarkan saja mereka yang mengurusnya " Tambah ny.Henny lagi .


"Tidak masalah, pekerjaan nya lebih penting . Lagipula kami bisa berbulan madu kapan saja dan di mana saja. Kami sangat sangat bahagia karena sudah bersama. Iya kan sayang ? ". ucap Saera spontan tanpa berpikir, dan menggenggam lembut tangan Aska dengan senyuman di wajahnya.


Semua tertegun mendengar pernyataan saera terlebih lagi dengan Aska.

__ADS_1


"Beruntung sekali kamu Aska memiliki istri seperti ini, Dian sangat pengertian." kata ny.Henny sembari membelai punggung saera dengan lembut seperti seorang ibu.


"Dan kalian. Kalian juga sudah lama bertunangan kapan kalian berencana menikah ? " lanjut ny.Henny bertanya pada pasangan di depan tempat duduknya.


"kami belum memikirkannya . Kami masih terlalu sibuk dengan banyak pekerjaan. Iyakan sayang ?" jawab Dava yang beralih memandang Meisya dengan senyuman.


"Tentu saja, tunggu saja undangan dari kami ny.Henny " jawab Meisya tanpa canggung karena dirinya sudah mengenal lama dan akrab dengan ny.Henny dengan senyuman.


" Percepat lah pernikahan kalian tuan Dava," Aska menyambar dengan nada tidak suka. "siapa tahu kekasih mu akan meninggalkan mu nanti karena kamu telah lama menggantungnya." pandangan Aska tertuju pada Meisya. Membuat suasana menjadi canggung.


" Tentu saja tuan Aska, terimakasih telah mengkhawatirkan ku. Dan ya selamat atas pernikahan mu. Maaf kami tidak bisa menghadirinya." tersenyum pada Aska namun Aska hanya acuh dan juga tersenyum pada Saera yang di balas senyuman juga olehnya.


Dan Aska langsung menatap tidak suka pada Saera lantaran membalas senyuman Dava.


****

__ADS_1


__ADS_2