Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
BAB 42


__ADS_3

Setelah sampai di rumah nya lalu Angga meng vidio call dengan ku. Aku langsung mengangkat ponsel ku saat tahu Angga yang sedang menelpon ku. Tertera nama Sayangku di layar ponsel ku.


"Kangen." aku merengek kayak anak kecil minta dibelikan balon. Sumpah aku sudah merindukannya. Padahal baru tadi kami berpisah.


"Sama yank. Udah jangan gitu, bikin aku sedih aja tauk." kata Angga dengan rambut masih basah habis mandi.


"Kamu seksi tau yank kalau rambutnya basah gitu." goda ku.


"Sayaaaaang. Jangan mulai deh. Kita kan sedang berjauhan. Kalau aku pengen nyium kamu gimana coba?" omel Angga yang tengah frustasi. Aku tertawa geli mendengar omelan orang yang sedang ku rindukan ini.


"Eh malah tertawa lagi. Kamu tuh ya." sungut Angga kesal.


"Iya deh iya. Aku gak akan godain kamu lagi. Kamu lagi apa?" tanya ku.


"Gak ada. Lagi rebahan aja. Besok mau ngebut bikin laporan magang biar cepat sidang lalu mengajukan judul untuk tugas akhir. Biar cepet selesai aku nya yank." kata nya sambil rebahan dan meluk guling.


"Mmmmmmmmm... Jadi pingin jadi guling nya deh." goda ku lagi.


"Sayyyyaaannggg, nanti kamu yang akan jadi guling ku tiap malam. Awas aja kamu ya."ancam nya.


"Iya deh iya. Gak enak ya LDR gini?" ucap ku.


"Makanya. Kamu fokus ngerjain laporannya, biar cepat sidang yank. Satu lagi. Kamu gak usah kepikiran yang macem-macem. Ingat saja aku. Ingat saja kebersamaan kita ya." ucap Angga.

__ADS_1


"Tuh kaaaaannnnn. Aku jadi inget lagi waktu itu." ucapku malu.


"Inget yang mana sih?" Angga semakin menggoda ku.


"Tuh kan, gantian deh goda nya." sungut ku kesal. Angga tertawa karena merasa sudah berhasil menggoda ku.


"Yank, pengen nih." kata Angga.


"Apaan sih." ucap ku cuek.


"Kamu tuh ya bikin aku frustasi aja tau gak. Oh Tuhan, mengapa harus LDR!" kata Angga sambil mengacak-acak rambut nya.


"Mungkin ini ujian buat kita sayang. Nanti pas nikah nya kan enak. Perasaan kita pasti akan menggebu-gebu." ucap ku asal.


"Kok bisa?" tanya ku penasaran.


"Pasti direcokin sama Wiwin, Toni, dan Andre. Pasti itu deh." jawab Angga. Lalu kami tertawa bersama.


"Yank, jangan selingkuh ya. Aku gak mau ada cewek lain." kataku sedih.


"Ngomong apaan sih yank. Mana mungkin aku akan tertarik sama cewek lain, sementara aku hasrat nya cuma pengen sama kamu doang." jawab Angga.


"Gak usah ngerayu deh." kata ku manyun.

__ADS_1


"Ih beneran. Seriusan. Udah kamu percaya sama aku. Aku percaya sama kamu. Kita saling percaya. Udah itu kuncinya." tegas Angga pada ku. Entah sampai jam berapa kita ngobrol. Saat aku sudah tertidur, Angga baru mengakhiri vc an kami.


Pagi ini aku harus semangat seperti apa yang dikatakan Angga. Hari ini ketiga sahabat ku datang ke rumah untuk mengerjakan laporan bersama. Tak lupa, aku juga mem vc Angga yang tengah mengerjakan laporan juga bersama teman-temannya. Walaupun kita tak banyak bicara, namun itu sudah cukup bagi kami untuk mengetahui kabar masing-masing.


Aku sering ke kampus untuk me revisi laporan ku. Pak Jono pun salut atas kegigihan ku, walaupun aku sudah melewati hari-hari yang berat sewaktu magang.


Masih ada yang harus diperbaiki dari laporan ku. Tinggal sedikit lagi, aku akan ujian magang ku ini.


Aku juga rajin mengikuti seminar mahasiswa lain. Karena banyak nya seminar yang ku ikuti menjadi syarat dan nilai tersendiri sebagai pelengkap mengerjakan skripsi ku.


Aku dan Angga sudah tak sesering dahulu saat vc. Bukan karena renggang. Tapi karena kami memang sibuk dengan laporan magang kami. Kami hanya sempat vc saat malam. Itupun kadang Angga yang ngorok duluan, kadang aku yang sudah tidur duluan.


Seperti itu setiap hari kegiatan kami. Oh Tuhan, aku sangat merindukan kekasih ku yang sedang jauh dimata saat ini.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.


__ADS_2