Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
BAB 22


__ADS_3

Hari ini hari Sabtu. Kami libur, dikarenakan hujan yang turun sangat deras pagi ini. Jadi kami hanya melakukan absen. Aku hanya bisa tiduran di kamar ku bersembunyi dari balik selimut tebal ku.


"Yank? Kamu masih tidur?" tanya Angga sambil membuka selimutku. Aku membuka mata ku.


"Dingin sih." jawab ku sambil menarik selimut sampai batas leher ku.


"Kenapa yank? Pagi-pagi kok udah nyariin aku? Mau makan?" tanya ku lalu aku bangun.


"Eh gak usah, kamu tidur aja."kata Angga.


"Biar aku makan sendiri aja.


Aku ambilin kamu makan ya, kita makan bareng." ucap Angga. Aku mengangguk, lalu Angga ke dapur untuk mengambil makanan. Hari ini aku cuma goreng nugget, sop, dan sambal kecap.


"Mana anak-anak? Kok gak ada suara nya?" tanya ku untuk mengetahui keberadaan sahabat ku yang tidak ku dengar suara nya dari tadi.


"Tidur lagi tuh, di ruang tamu." jawab Angga sambil menyuapi ku.


"Temen kamu udah makan?" tanya ku sambil mengunyah.


"Sudah tadi." jawab Angga sambil makan.


"Jangan terlalu dipikirkan ya. Kami akan selalu jagain kamu." kata Angga menggenggam tangan ku.


Hujan masih turun sangat deras. Angga masih setia menemani ku di kamar. Aku sambil tiduran, dan berbalut selimut tebal. Sedangkan Angga, masih setia di pinggir kasur ku. Dia mengambil kursi kecil yang biasa aku gunakan untuk mencuci baju. Tangannya masih menggenggam tangan ku.


"Kok bisa ya Pak iwan kayak gitu?" tanya ku sambil tiduran.


"Aku risih saat dia natap aku." lanjut ku dengan suara serak.


"Udah gak usah ngomongin dia. Itu normal bagi lelaki jika melihat cewek seksi. Tapi gimana cara nya, kita menghargai nya." jawab Angga.


"Ish, kamu tuh ya paling juga kayak gitu." kata ku jengkel.


"Ya nggak lah yank. Kalau aku sih cuma sebatas hanya melihat. Gak sampai terbawa suasana. Lain kalau deket sama kamu. Rasanya langsung mendidih." jawab nya.


"Kok bisa gitu?" tanya ku.

__ADS_1


"Gini ya. Aku ini cowok normal yank. Apalagi suasana mendukung kayak gini dan berduaan sama kamu. Pasti lah timbul rasa ingin ini ingin itu." jawab Angga.


"Ish, kamu nih ya." kata ku sambil menutup mata Angga. Angga hanya tertawa kecil.


"Tapi nggak lah yank. Aku kan cinta sama kamu. Gak mau merusak kamu. Itu kan pasti ada waktu nya sendiri." jawab Angga.


"Thank you." kata ku tersenyum.


"Kamu tahu nggak? Aku sekarang ini sedang perang sama setan. Para setan berbisik pada ku agar segera menikmati kamu dari ujung kepala sampai kaki. Tapi aku lawan mereka, aku katakan itu bukan cinta. Tapi nafsu sesaat." kata Angga romantis. Aku masih menatap nya kagum. Bisa saja kan saat ini dia menyerangku. Tapi dia tidak melakukan itu, dan masih menghargai ku.


"Aku yakin, suatu saat nanti kita pasti bersatu. Aku ingin melakukannya semua nya dengan mu dalam ikatan suci pernikahan. Percayalah, saat ini aku sedang ingin. Walaupun hanya mengecup bibir mu." kata Angga sambil memejam kan mata nya.


"Buka dong matanya. Emang kenapa ditutup?" goda ku.


"Jangan menggoda ku. Aku sedang menahannya saat ini. Tapi, nanti tak usah menggodaku akan ku pastikan akan melahap mu sampai habis." kata Angga.


"Emang aku ayam apa." jawabku sambil memukul pelan pipi Angga. Yang dipukul hanya bisa tertawa.


Tuh, kan. Gimana aku gak cinta sama Angga. Kalau dia sangat menghargai hubungan kami ini. Kalau cowok lain pasti sudah melakukannya pada ku. Tapi Angga selalu melindungi ku. Ya Tuhan, semoga dia memang jodoh ku yang terbaik. Terselip doa tulus dari hati ku ini.


"Yasudah ya, aku tidur dulu sama Edwin dan lainnya. Kalau di sini terus sama kamu, takut gak kuat aku nya." goda Angga lalu mengelus rambut ku. Dia keluar, lalu menutup pintu kamar ku.


"Sudah ya. Ini ciuman pertama ku. Dan kamu yang mendapatkannya. Ini akan jadi yang pertama dan terakhir. Nanti, setelah kita nikah kamu akan mendapatkan lebih dari ini." ucap Angga lalu keluar kamar.


Aku memegang bibir ku. Rasanya masih belum hilang saat Angga tadi mencium dalam-dalam bibir ku. Dada ku seperti terserang sesuatu. Memburu dengan cepat nya. Yaa Tuhan, maafkan hamba Mu ini. Tapi apalah daya ku. Aku masih menikmati rasa yang belum pernah aku rasakan sebelum nya. Ini ciuman pertama ku. Aku memejamkan mata ku. Guling-guling. Apa sebahagia ini? Aku menutup mata ku dengan bantal. Namun bayang-bayang ciuman tadi masih terpampang nyata di depan mataku.


*****


"Ya Ma." kata Angga saat Mama nya meng vc dia sore itu. Aku mendengar nya dari dalam dapur, sedang membuat pisang goreng. Enak kali ya, setelah hujan gini makan pisang goreng.


"Ini lagi tiduran di mess. Kenapa Ma?" tanya Angga lagi.


"Mama kangen sama kamu." ucap Mama Angga.


"Angga juga Ma."


"Mana temen-temen kamu?" tanya Mama lagi.

__ADS_1


"Aku ada di mess nya Edwin sekarang Ma. Temen aku ada di mess sebelah."


"Hhmmm. Mentang-mentang ada Anggi jadi betah di sana ya." goda Mama.


"Iya tante. Betah tuh disini." goda Edwin. Angga mengarahkan kamera ponsel nya ke arah Edwin yang sedang makan mie instan bareng Andre dan Toni. Mama terlihat tersenyum.


"Eh, mana calon mantu Mama?" tanya Mama. Angga lalu berdiri dan jalan ke arah dapur mencari keberadaan Anggi.


"Ini Ma, calon mantu Mama. Sedang bikin pisang goreng." jawab Angga. Aku melihat ke arah kamera ponsel.


"Assalamu'alaikum tante."


"Lagi bikin pisang goreng ya?"


"Iya tante, habis hujan. Kebetulan kemarin sempat beli pisang di warung. Jadi aku goreng." jawab ku sambil membalik pisang agar tidak gosong.


"Kok manggil tante sih. Mama dong. Huuuhh, Angga, Mama gak sabar nih pengen cepet-cepet punya mantu."


"Bukan hanya Mama aja kali yang pengen. Aku juga pengen banget kali Ma nikah." canda Angga sambil menyenggol lenganku. Aku hanya bisa tersenyum senang.


"Udah, cepet lulus kuliah. Terus nikah. Terus urus perkebunan Papa." kata Mama lalu menutup telponnya.


Angga lalu memelukku dari belakang. Dia meletakkan dagu nya di pundakku.


"Kalau mau dinikahin sekarang, mau?" goda nya.


"Ih, apaan sih. Lulus kuliah dulu tau." kataku sambil memukul lembut lengannya.


"Aawww. Aku gak lihat." kata Edwin sambil nutup mata nya. Nutup nya lucu. Jari jemari nya renggang, jadi masih bisa melihat dengan jelas. Angga langsung kaget, dan melepas pelukannya. Tuh kan, jadi salting sekarang.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.


__ADS_2