
Hari ini adalah sidang ujian magang ku. Kenapa aku deg-deg an sekali. Padahal dari semalam aku sudah belajar dan benar-benar memahami nya.
Hari ini Mama membuat kan ayam bakar sebagai konsumsi untuk ketiga dosen penguji ku. Hari ini jam 9 aku akan ujian. Sedari pagi Angga sudah menyemangati ku dengan menelpon ku.
Aku masih belum tenang karena belum malihat wajah Angga dari semalam.
Aku memakai skirt selutut warna hitam, blouse warna putih, rambut kuncir kuda. Hari ini aku dijemput Edwin, sedangkan Toni dan Andre mempersiapkan bahan yang akan aku gunakan untuk presentasi.
Aku sudah sampai di ruangan tempat ku akan ujian. Loh, sepertinya model beginian sangat aku hafal sekali. Bahkan dari radius 1 km aku sudah hafal bau maskulin dari orang ini.
Aku berhambur di pelukannya. AkU memeluk nya dengan erat. Dia pun memelukku dengan erat.
"Udah kangen-kangenannya. Entar lagi dimulai tuh. Tuh, dosennya udah datang." kata Edwin.
"Aku kangen." kata ku masih memeluk Angga. Angga masih cengar-cengir dengan tampang tak berdosa nya itu. Aku melepaskan pelukannya.
"Kapan kamu berangkat? Kapan kamu datang? Nginep di mana kamu semalam? Kok gak ngasih tahu aku?" cecar ku. Angga hanya nengulum senyum. Ku lihat Edwin akan melarikan diri.
"Wiwiiiiiiin. Kenapa gak ngasih tau gue?" kata ku dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Noh, laki lu tuh ngelarang kita untuk ngasih tahu lu. Surprise kata nya." jawab Edwin.
"Apa? Kita?" kata ku. Edwin lantas menutup mulut nya. Sedangkan Toni dan Andre hanya menggaruk kepala nya yang gak gatal itu.
"Udah lah yank. Jangan marah ya. Surprise ku berhasil kan?" kata Angga tersenyum lebar. Aku mengangguk. Lalu memeluk nya lagi.
"Udah ah pelukannya. Noh dipanggil Pak Jono." kata Toni membuyarkan pelukan ku.
Angga memberi ku semangat agar aku tidak gugup dan tetap konsentrasi.
Kurang lebih 2 jam aku berada di ruangan itu untuk mempresentasikan dan menjawab semua pertanyaan dosen penguji dengan jelas.
Aku diberi waktu sekitar 10 menit untuk keluar, menunggu hasil dari dosen penguji ku. Selama aku di luar Angga memeluk ku. Menenangkan ku.
Setelah itu, aku mengajak mereka ke kantin untuk makan. Itung-itung traktiran lah ya. Kami duduk di bangku biasa. Aku duduk di samping Angga.
Edwin sudah hafal, apa makanan favorit ku di sini. Mie ayam dan jus alvukad. Edwin memesankan untuk kami ber lima.
"Kamu kapan datang nya sih yank? Kok gak ngasih tahu aku?" tanya ku.
__ADS_1
"Nama nya juga surprise sayang. Aku datang kemarin jam 5 sore. Sebenernya udah gak tahan pengen ketemu kamu. Tapi demi surprise, aku tahan." jawab Angga.
"Trus nginep di mana?"
"Di rumah Wiwin." jawab nya polos. Dasar ya bikin sebel aja.
"Siapa tuh Nggi? Bening amat? Bagi gue dong." kata Dina, cewek hits kampus ini. Dia sedang menggoda Angga kayak nya.
"Sory ya Dona. Ini calon suami gue." kata ku sewot. Angga menahan senyum nya karena melihat ku cemburu.
"Yaelah, gue kirain belum ada yang punya. Kalau masih free boleh lah bagi gue." goda Dona. Angga bergidik ngeri. Ngeri takut akan amukan amarah ku.
*
*
*
*
__ADS_1
*
Teeimakasih sudah membaca. Jangan lypa like dan komen ya.