Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
BAB 60


__ADS_3

Aku menatap wajah lelah namun bahagia suami ku saat dia terlelap. Mungkin ini yang dinamakan jodoh. Kita tidak pernah tahu kita berjodoh dengan siapa. Aku sangat bersyukur mendapat kan seorang suami seperti dia. Mungkin ini terlalu dini menyimpulkan bahwa Angga adalah suami yang baik untuk ku.


Dia selalu menjaga nafsu nya saat itu, padahal bisa saja dia melakukannya pada ku. Namun tidak. Dia mampu menunggu hingga saat nya. Dan kini, ia melampiaskan hasrat nya yang sudah ia pendam sejak dulu. Memang lebih syahdu dilakukan ketika sudah sah menjadi suami istri. Mungkin rasanya akan berbeda jika kita melakukannya sejak dulu tanpa ikatan pernikahan.


3 hari menjadi istri nya, benar-benar tugas ku adalah melayani nya di ranjang dan membuat nya merasakan kepuasan. Kadang dalam 1 hari, dia bisa meminta hak nya hingga 6 kali tanpa lelah. Hingga aku tidak sempat berpakaian dengan lengkap.


Ya, aku memaklumi nya. Ini pertama buat kami merasakan surga dunia bersama. Apalagi sebagai pengantin baru yang saling mencintai menjadi mungkin saja jika kita menginginkan yang lebih. Toh, juga sudah sah. Jadi, bebas saja.


Hari ini, kita pulang ke rumah ku. Karena besok kita akan kembali ke rumah Angga untuk melanjutkan kuliah.


Setibanya di rumah, aku digoda habis-habisan sama anggota keluarga ku. Tentu saja hal itu membuat ku malu. Orang tua ku terus saja menggoda kami agar cepat memberikan cucu. Angga tentu saja semakin bersemangat untuk lembur tiap hari nya.


Bahkan, ranjang kamar ku dibuat berantakan oleh nya. Saat bersama ku, entah kenapa nafsu nya selalu memuncak. Perlakuan kasar, lalu berubah menjadi lembut, itu yang selalu ku rindukan.


Dia sangat tahan lama jika di atas ranjang, jadi aku harus ekstra sabar jika dia meminta banyak gaya yang harus kita lakukan di ranjang. Kepuasan selalu dia berikan pada ku. Ah, aku semakin mencintai suami ku ini. Tiap melihat wajah nya, aku langsung tersipu malu karena mengingat perlakuan romantisnya pada ku. Mata nya, bibir nya, sentuhannya, kecupan nya sungguh selalu aku rindukan.

__ADS_1


Hari ini kami harus kembali ke rumah Angga. Karena lusa kami harus masuk kuliah lagi.


Sesampai nya di rumah, Angga langsung meminta jatah nya yang tidak ia dapatkan dari semalam. Dia langsung melampiaskan hasrat nya pada ku, hingga beberapa kali.


Pagi ini aku sudah bersiap untuk pergi ke kampus. Begitupun Angga. Wajah kami terlihat begitu berseri-seri. Begitu seluruh anggota keluarga mengatakannya pada kami. Kecuali Mbak Siska. Dia tampak semakin membenci ku.


Kami pun sudah sampai di kampus dan langsung masuk ke dalam kelas. Angga berpamitan pada ku untuk menyerahkan laporan yang belum sempat kami kerjakan di ruang dosen. Aku menunggu di kelas dengan bermain game kesukaan ku.


"Tolong jelasin ke aku apa maksud Angga yang mengatakan kamu itu istri nya?" kata Aji tiba-tiba. Aku kaget, lalu berdiri dari tempat duduk ku. Aku memilih untuk diam dan pergi meninggalkannya. Namun Aji lalu menutup pintu kelas ini.


"Tolong jawab pertanyaan ku tadi." kata Aji masih memegang handel pintu. Aku menatap nya yang tampak menunggu jawaban ku. Lalu ku angkat tangan ku dan ku beritahukan bahwa di jari manis ku sudah ada cincinnya.


"See?" kata ku.


"Tapi kenapa harus Angga, aku sudah bilang kasih aku kesempatan dulu." kata Aji.

__ADS_1


"Ya karena memang dia Aji! Sekarang buka pintu nya!" kata ku.


Terdengar dari luar Angga menyepakkan kaki nya pada pintu yang masih tertutup. Terlihat jelas raut wajah Angga yang marah di kaca pintu. Angga berusaha mendobrak pintu nya. Aji lalu membuka pintunya.


"Kamu gak papa?" tanya Angga sambil memegang kedua pipi ku. Aku menggeleng. Angga menatap Aji tajam. Aku lalu menarik tangan Angga untyk duduk di bangku karena kelas akan dimulau.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.


__ADS_2