Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
bab 6


__ADS_3

bughhh..


saera menarik beberapa kotak kardus berat yang tertata tinggi di depannya sambil berlari sekuat tenaga yang dia miliki. tentu saja ia melakukan itu untuk menghalangi ayah tiri yang sedang mengejar dirinya.


"berhenti kau anak sialan" cerca ayah tirinya yang terhuyung akibat jatuhnya beberapa kardus yang menimpa kepalanya dengan nafas masih ter senggal.


saera terus berlari dengan segenap tenaga yang dimiliknya . keadaannya sungguh memperihatinkan rambut nya yang acak acakan, mata sembab, dan beberapa bagian tubuhnya memar dan tentu saja saera berlari tanpa adanya alas kaki. dia terus berlari menembus dinginnya malam agar selamat dari amukan orang tuanya karena tidak menghasilkan uang sebanyak yang mereka minta.


Ya setidaknya itu yang bisa dilakukannya malam ini, walau dia tahu besoknya dia harus tetap kembali dan terus menjalani kehidupan seperti itu yang entah harus sampai kapan.


saera tidak menyadari dalam pelariannya ada sepasang mata di dalam mobil yang sedang memperhatikannya.


saera menghampirinya .


tok .. tok.. tok..


tanpa ragu saera mengetuk pintu mobil tersebut. pikirannya buntu kemana dia harus pergi di waktu seperti ini . saera berharap dia akan selamat malam ini karena dia tahu ayah tirinya tidak pernah se marah ini biasanya dia hanya menerima kemarahan dari sang ibu namun kali ini berbeda sesaat sebelum pelariannya saera menguping bahwa dirinya akan dibawa ke rumah bordil untuk dijual dengan begitu mereka akan memperoleh uang yang sangat banyak.


"ada apa ? " jawab Yudha sambil menurunkan kaca mobil yang dikendarai nya.


"tolong saya tuan, saya mohon biarkan aku masuk " memohon dengan sangat sambil mengatupkan dua tangannya berharap sang pemilik mobil merasa iba.


Yudha tidak menjawabnya dia mengalihkan pandangan ke belakang, namun tidak ada penolakan dari sana

__ADS_1


"baik. masuklah nona" memandang saera yang segera masuk ke mobil .


mata saera masih mencari ke luar jendela apakah ayah tirinya masih mencarinya dan benar saja ayah nya muncul keluar dari gang kumuh perumahan nya dengan empat anak buah bersamanya dan mendekati mobil tersebut.


saera menarik diri menunduk ke bawah kursi agar tidak terlihat oleh ayahnya yang berdiri pas di samping mobilnya. lalu ayah nya pun berlalu pergi ke arah berlawanan karena tidak menemukan saera.


hufftttt..


akhirnya saera lega , setelah sosok ayah tirinya hilang dari pandangan nya dia melanjutkan nafasnya yang berhenti sesaat.


"terimakasih tuan karena telah menolong saya" sambil melihat ke kanannya dengan kepala menunduk tanda terimakasih .


"jalankan mobilnya" kata sosok yang duduk di kursi belakang membuat saera menoleh ke arah nya.


" dimana kamu akan turun? " tanya nya lagi pada saera


saera diam, karena dia tidak punya tujuan sama sekali semenjak kematian orang tuanya saera hanya sendiri . sahabat ? tentu dia punya tapi tidak mungkin dia ke sana karena dia tahu betul ibunya akan mencari ke sana juga yang ada dia akan membuat masalah pada sahabatnya.


"saya tidak tahu tuan, tuan bisa menurunkan saya dimana saja asalkan jauh dari tempat ini" tidak ada jawaban setelah saera menjawabnya.


hanya keheningan yang ada dalam mobil tersebut ditambah suasana malam yang semakin sunyi yang menemani perjalanan mereka hingga sampai ke manssion mewah .


***

__ADS_1


" nona, kita sudah sampai turunlah " Yudha sedikit menggoyang kan bahu saera.


saera mengerjap perlahan sambil membuka matanya


dimana ini batinnya saat matanya menelusuri pemandangan indah di depan matanya.


Rumah yang sangat besar ditambah halaman yang sangat luas yang ditumbuhi berbagai macam bunga yang sangat memanjakan mata.


"dimana ini ?" saera bertanya pada manusia di samping nya namun tidak ada jawaban karena Yudha telah turun terlebih dahulu untuk membukakan pintu tuan mudanya, kemudian saera pun ikut turun mengikutinya.


"saya permisi tuan" pamit Yudha setelah tuan muda nya turun. dan hanya di balas anggukan oleh majikannya. dan Yudha pun berlalu


saera mengikuti langkah kaki pemuda di hadapannya, namun karena rasa penasaran yang semakin besar saera memberanikan diri untuk bertanya


"tuan dimana ini ?" sambil terus mengikuti sosok di depannya.


" ini rumahku, untuk sementara kau boleh tinggal disini " menghentikan langkahnya yang sudah sampai ke ruang tengah dan berbalik menatap saera.


saera juga menatap pria itu dan pandangan Meraka beradu. tak lama saera mengalihkan pandangannya mengamati setiap sudut ruangan. WAW begitu mewah itulah kata yang keluar di benaknya.


siapa pemuda itu ?


memandang punggung pria itu yang telah berlalu meninggalkannya.

__ADS_1


" siapkan kamar tamu untuknya" titah pria itu pada salah satu pegawainya yang sedikit terdengar di telinga saera.


__ADS_2