Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
bab 16


__ADS_3

Dua hari lalu sebelum waktu tanda tangan kontrak tuan Herry dengan Aska Dava datang menemui tuan Herry,dia juga mengajukan kontrak kerja sama dengan beliau. Dan menurut pertimbangan tuan Herry isi kontrak dari Dava lebih menguntungkan untuknya. Dinilai dari berbagai aspek idenya lebih mudah di terima oleh pasar. Namun setelah beliau menimbang isi kontrak keduanya, akan lebih menguntungkan lagi jika dua ide dari Dava dan Aska di gabungkan. Tentu saja kesuksesannya lebih signifikan


Setelah makan malam, tuan Herry mengajak Dava dan Aska ke ruang kerjanya untuk menawarkan ide yang di usulnya. Meskipun tuan Herry ragu apakah akan diterima oleh keduanya mengingat rumor yang beredar bahwa mereka tidak berhubungan baik. Sementara para wanita melanjutkan untuk berbincang di ruang tv. .


" Tuan Aska saya langsung saja bicara pada intinya. Saya tidak akan menandatangani kontrak kerjasama kita " kata tuan Herry sesudah mereka duduk di sofa.


Aska yang baru duduk langsung saja terkejut mendengarnya sementara Dava tersenyum simpul karena merasa tuan Herry memilih bekerjasama dengan dia.


"Tapi apa alasannya. Bukankah kita sudah sepakat untuk bekerjasama" jawab Aska yang masih tidak terima penolakan dari tuan Herry


"dan kenapa dia juga disini" sembari menatap sinis ke arah Dava.


"Tentu saja aku juga mengajukan kerjasama dengan tuan Herry " jawab Dava yang memandang balik ke arah Aska.


"heuuhhh. apakah merebut adalah keahlian mu sekarang."


Aska langsung saja memandang tuan Herry meminta penjelasan darinya.


" itu benar, dia juga mengajukan kerjasama dengan ku dan kurasa ide nya lebih mudah diterima di pasar "


"tapi nggak bisa gitu dong tuan Herry , saya lebih dulu mengajukan kontrak. Dan anda telah setuju untuk menandatanganinya".

__ADS_1


"Iya itu kemarin sebelum saya menerima proposal yang diajukan tuan Dava, " jawab tuan Herry tenang tanpa menghiraukan Aska yang telah murka.


"Ternyata saya salah mengenal anda tuan Herry" Aska bangkit dari duduknya. "Saya pikir anda orang yang memegang kata kata anda. Untung saja aku belum bekerja sama dengan mu" Aska hendak meninggalkan ruangan tersebut.


"Tunggu tuan Aska " cegah tuan Herry " Aku belum selesai dengan kata kata ku ".


"Apalagi ? aku rasa aku tidak punya urusan apapun lagi dengan mu tuan Herry ."


"Tolong sopan lah tuan Aska, Apa begini sikap mu pada seseorang yang ingin kau ajak kerja sama ? ".Terdengar suara Dava yang sedikit marah.


Tuan Herry menuju meja kerjanya dan mengambil dua dokumen dan memperlihatkan pada Dava dan Aska.


" ini adalah kontrak yang kalian berdua ajukan, dan aku sudah mempertimbangkannya aku ingin kalian berdua bekerja sama "


"aku pasti salah dengar, tuan Herry aku akan menganggap tidak mendengarnya " kata Aska


"Apa kamu bercanda tuan Herry ?" tambah Dava.


"Aku tidak bercanda ,dan kalian juga tidak salah dengar " jawab tuan Herry dengan santai.


"Aku tidak akan setuju" Aska bangkit lagi dari duduknya, dan berlalu meninggalkan ruangan tersebut

__ADS_1


"Tentu saja aku juga tidak akan setuju"


Hanya tinggal mereka berdua di ruangan tersebut, Tuan Herry berusaha meyakinkan Dava agar menerima tawarannya dan setelah dipertimbangkan akhirnya Dava setuju. Hanya tinggal menyakinkan Aska maka semua nya akan berjalan lancar.


"Baiklah tuan Herry aku akan berusaha meyakinkannya " kata Dava yang sudah bangun dan berjabat tangan dengan tuan Herry.


Sementara di luar sana Aska memilih menuju taman belakang rumah tuan Herry . Sebenarnya dia ingin segera pulang tapi ny.henny menghentikannya karena dia sedang meminjam saera untuk bercengkrama sedikit lebih lama. Tentu saja Aska tidak boleh begitu saja meninggalkan rumah itu karena bagaimanapun Aska belum bisa menerima keputusan dari tuan Herry. dan dia akan memikirkan cara lainnya untuk bisa mengubah pemikiran tuan Herry.


"nyonya, saya permisi sebentar ya, aku ingin menemui suamiku " ucap saera merasa tidak enak. Tapi bagaimanapun dia bisa melihat wajah murung Aska. Sepertinya ada keadaan yang tidak beres.


"Dasar pengantin baru ditinggal sebentar saja kamu sudah merindukannya ". goda ny.henny yang membuat Saera malu.


Saera segera berlalu mencari keberadaan Aska dan di perjalanan dia bertemu dengan Dava.


"Tuan apa anda melihat suamiku ? "


"hmmm. Aku juga sedang mencarinya, aku pikir kalian sudah pulang "


"Apa terjadi sesuatu ? Wajahnya terlihat sangat marah" ucap saera dengan nada khawatir.


"Jangan khawatir, tidak terjadi apa apa " kata Dava yang sedikit membuat Saera lega.

__ADS_1


"kalau begitu aku akan mencarinya , aku masih perlu membicarakan sesuatu dengannya"


"Baiklah, " ucap Saera tanpa mencari Aska lagi dan dia kembali ke ruang tv berkumpul bersama Meisya dan ny.Henny.


__ADS_2