Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
BAB 31


__ADS_3

"Tolong kami Ni." kata Angga sambil menggendong ku. Lalu Ni Laksmini menyuruh kami untuk masuk, dan kami pun masuk ke dalam gubuk Ni Laksmini.


"Letakkan di sana." titah Ni Laksmini. Lalu Angga pun menaruh tubuh ku di atas dipan dari bambu di sebuah ruangan yang tampak nya itu adalah ruangan ritual Ni Laksmini.


"Kenapa dengan Anggi Ni?" tanya Edwin panik.


"Kalian tenang dulu. Untung kalian cepat menemukan benda nya." kata Ni Laksmini saat menerima benda dari Angga.


"Ini belum terlambat." lanjut Ni Laksmini sambil melihat-lihat luka cakaran di tubuh ku. Lalu Ni Laksmini membuka benda tadi. Ternyata benar apa yang diucapkan Ni Laksmini. Benda tersebut yang berupa foto Anggi, dilipat kecil lalu diikat dengan rambut ku. Entah darimana Mas Galuh mendapat kan rambut ku. Lalu lipatan kecil itu direndam dalam darah, mungkin darah anjing hitam.


Ni Laksmini lalu ke belakang, entah apa yang dia ambil. Angga masih setia di sampingku sembil menggenggam tanganku, hingga air mata nya jatuh di tangan ku. Aku bisa menyaksikan itu semua. Tapi aku tak dapat bicara.


Ni Laksmini lalu datang. Mengambil bejana besi, bunga 7 rupa, dan beberapa kemenyan. Dia letakkan itu semua disamping ku.


"Jin itu sudah mengikat jiwa kekasih mu. Aku bisa melihat nya. Dia ada dia atas sana." kata Ni Laksmini sambil menunjuk ke atas atap rumah nya. Angga dan sahabat ku lalu mendongak ke arah yang dituju Ni Laksmini. Tapi percuma, mereka tidak bisa melihat nya.


"Lalu apa yang akan kita lakukan untuk mengembalikan Anggi, Ni?" tanya Angga.


Ni Laksmini masih tampak komat-kamit membacakan mantra sambil membakar kemenyan di atas api kecil yang ia letakkan di batok kelapa.


"Kita tunggu sampai nanti tengah malam, karena jin itu pasti akan kembali. Tugas, mu berbaring di samping kekasih mu lalu tolong lah dia." kata Ni Laksmini ke Angga sambil memberikan beberapa barang.


Angga tampak tak mengerti. Lalu Ni Laksmini menjelaskan.

__ADS_1


"Ini keris, kamu gunakan untuk membunuh anjing itu. Dan masalah jin, aku akan membantu mu dari sini." lanjut Ni Laksmini. Semua sedang tegang dengan keadaan di ruangan ini.


"Bagaimana bisa Angga menolong nya Ni?" kini Toni buka suara.


"Turuti saja perintah ku. Nanti kalian pasti akan mengetahui nya. Kita tunggu hingga tengah malam."


"Kenapa Angga Ni, yang dipilih?" tanya Andre.


"Karena hanya dia yang bisa menolong nya. Dia rela bertaruh nyawa demi kekasih nya ini." jawab Ni Laksmini membuat semua sahabat ku semakin bangga pada Angga.


Tak terasa, mataku mengalirkan air mata dari ujung mata ku. Angga lalu mengusap nya.


"Jangan nangis. Jangan takut. Aku dan sahabat mu akan selalu ada di samping mu untuk menolong mu. Yakin lah." bisik Angga di telinga ku.


Angga masih setia menggenggam tangan ku dan mencium nya. Sementara Ni Laksmini tampaknya nempersiap kan diri untuk malam ini.


Mas Galuh lewat depan rumah kami. Dia kemudian bertanya pada Bima, kemana penghuni rumah ku kok sepi. Seperti yang kami pesan kan ke Bima, jika ada Mas Galuh atau siapapun datang mencari kami, maka dia harus mengatakan jika kami sedang keluar.


Tapi Mas Galuh tidak percaya begitu saja. Lalu ia menuju ke pot bunga anggrek dan mencari benda yang ia cari.


"Sialan..." umpat nya. Lalu ia bergegas keluar lagi, dan menuju suatu tempat. Ki Joyo.


Bima lalu menelpon Angga, dan menceritakan kedatangan Mas Galuh baru saja.

__ADS_1


"Ki, mereka sudah menemukan benda itu." kata Mas Galuh saat ia tiba di rumah Ki Joyo. Ki Joyo melotot.


"Bodoh sekali kamu ini! Jika seperti ini, maka aku yang akan kewalahan! Nyawa ku yang akan terancam!" Ki Joyo marah besar kali ini.


"Apa yang harus kita lakukan Ki?" tanya Mas Galuh.


"Aku akan kerahkan seluruh pasukan jin ku malam ini." kata Ki Joyo dengan sorotan mata yang tajam.


Tinggal beberapa menit lagi, jam akan menunjukkan pukul 1 dinihari. Tapi mata di ruangan Ni Laksmini tidak ada yang terpejam. Lalu Ni Laksmini menyuruh Angga untuk berbaring di samping Anggi. Sebelum berbaring, Ni Laksmini menyuruh Angga untuk meneguk ramuan agar Angga bisa tertidur pulas dan memasuki alam mimpi ku. Tak lupa, Angga menggenggam keris yang sudah diberikan oleh Ni Laksmini pada nya.


Tak lama, Angga pun tertidur. Dia sudah memasuki alam mimpi ku


Mata Ni Laksmini pun terbuka.


"Ini saat nya...."


*


*


*


*

__ADS_1


*


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.


__ADS_2