
Hari ini hari terakhir pengolahan kopi. Karena setelah panen, kegiatan kami selanjutnya adalah pengolahan kopi. Setelah ini, kami akan menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari manajemen sebuah organisasi, baik itu perkantoran atau pun perusahaan.
Kami mempelajari banyak hal. Sepeeti penyediaan pupuk dan pestisida, menghitung HKO atau Hari Kerja Orang yang berhubungan dengan upah para pekerja. Manajemen keuangan. Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Dan masih banyak hal lagi yang harus kami pelajari.
Setelah mempelajari itu semua, maka acara magang kami berakhir. Sedih pasti, tapi aku lega akan segera keluar dari tempat yang mencekam ini.
Hari ini aku tidak sengaja bertemu Pak Iwan di perpustakaan. Saat aku sedang mencari sebuah literatur. Aku ingin menghindar, tapi dia selalu saja menghalangi jalanku.
"Jadilah milikku." kata Pak Iwan. Aku lalu tersenyum sinis.
"Lalu, Anda akan menjadikan ku seperti Lidia dan Maya?" sindir ku. Pak Iwan lalu menatap ku tajam.
"Aku sudah memperingat kan mu untuk tidak ikut campur urusan ku. Tapi kamu masih saja mencampurinya." ancam Pak Iwan lalu pergi meninggalkan ku.
4 hari lagi, orang tua ku akan menjemput ku. Aku sedih, akan berpisah dengan Angga. Sekarang kegiatan kami hanya menyelesaikan laporan kerja kami di rumah.
"Yank, tadi aku ketemu sama Pak Iwan di perpus loh." kata ku sambil mengoleskan masker wajah ku di wajah Angga yang sedang tidur di paha ku.
"Oh ya." katanya kaget.
__ADS_1
"Udah, biasa aja deh. Nanti masker nya berkerut." kata ku sambil membenarkan olesan masker ku.
"Tadi dia sempat ngancam aku sih yank. Tapi aku gak takut tuh. Kan bentar lagi kita akan pulang." kata ku menyelesaikan olesan masker.
"Kamu tenang yank, ada aku yang akan selalu melindungi mu. Huhhhh, aku pasti akan kangen banget sama kamu deh." kata Angga yang ngomong gak berani lebar-lebar mulut nya.
Sore hari nya, seperti biasa aku akan menyirami bunga-bunga ku dan menyapu halaman. Saat aku menyapu halaman, ada mobil hitam berhenti tepat di depan ku. Lalu pintu itu terbuka dan muncullah 2 orang laki-laki membekap mulut ku. Aku berusaha teriak dengan menggigit jari orang itu.
"Anggaaaaa. Edwinnnn.. Tolloong." teriakku. Lalu aku dimasukkan ke dalam mobil. Aku masih berusaha berontak, namun setelah itu sekitar ku tampak lah gelap, setelah hidung ku dibekap oleh orang itu.
Mendengar teriakan ku, Angga dan Edwin lalu ke luar rumah. Mereka mencari keberadaan ku yang tidak ada di halaman.
"Anggi dibawa sama orang barusan." jawab Angga panik.
"Ada yang tahu Rani sama Muna gak?" tanya Jenny tiba-tiba. Kami lalu saling pandang satu sama lain. Tidak ada satu pun dari kami yang mengetahui di mana Mina dan Rani sekarang.
"Sialan!!" umpat Angga.
"Yuk, kita kejar mobil itu." ajak Edwin.
__ADS_1
"Sepertinya gue tahu, kemana mobil itu pergi." kata Angga.
"Kemana?" tanya Toni yang sudah siap untuk pergi.
"Pak Iwan." jawab Angga mantap. Angga sangat yakin sekali, kalau ini adalah ulah dari Pak Iwan, mengingat tadi aku sempat cerita tentang ancaman dari Pak Iwan.
"Tunggu saja."
*
*
*
*
*
Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.
__ADS_1