Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
bab 5


__ADS_3

sinar matahari pagi menembus jendela kamar saera membuat sang pemilik nya terbangun. saera bergegas ke kamar mandi setelah melihat tidak ada Aska di sampingnya


saera menatap pantulan dirinya di cermin yang retak dan tersisa noda darah di sana. matanya sembab akibat menangis semalaman entah waktu kapan saera tertidur dalam tangisannya. pandangannya menurun memerhatikan lengannya yang lebam akibat cengkraman Aska semalam. pemandangan yang lazim bagi saera.


setelah selesai aktivitas mandinya saera duduk di meja riasnya sembari mengaplikasikan sedikit make up di wajah cantiknya.


duggg.


saera meraba dadanya saat mendengar suara handle pintu terbuka. Aska masuk ke kamar dan menatap saera mata mereka bertemu di pantulan cermin dan saera seketika mengalihkan pandangannya.


"siapkan beberapa baju ku, serta keperluanku . aku akan seminggu di London " seraya berlalu ke kamar mandi meninggalkan saera.


saera tidak menjawab namun dia melakukan apa yang di perintahkan Aska.


saera menunggu kedatangan Aska di meja makan sedangkan kopernya telah dimasukkan ke bagasi oleh supir.


keadaan seperti biasanya. sikap hangat Aska pada saera yang di balas dengan dingin namun tidak ada bantahan di sana


mereka sarapan seperti biasanya lalu setelah usai Aska pun berpamitan dengan nya .


"aku akan merindukanmu" memeluk saera seperti tidak terjadi pertengkaran semalam. " baik baiklah di rumah, patuhi peraturan ku, jangan lari dari ku " Aska seperti biasa mengeluarkan protokol wajib untuk istrinya ketika dia hendak pergi jauh untuk urusan bisnis.

__ADS_1


namun saera hanya diam tak bergeming dalam pelukannya Aska.


CUP !!!


Aska mencium kening saera, namun tidak ada reaksi apapun darinya sehingga


CUP !!


aska mencium bibir saera kilas. masih tidak bergeming hingga Aska ingin menciumnya lagi. tapi segera ditepis oleh saera


" pergilah, nanti kau terjebak macet . " memandang Aska muak


yang ada hanya tatapan kebencian dan rasa ingin melarikan diri darinya .


tapi pagi ini rasanya Aska kurang bisa menerima tatapan itu.


" kumohon saera jangan menguji ku pagi ini " sembari menahan amarahnya , Aska lupa kalau dia sedang menggenggam tangan saera dan bersama api kemarahan dalam dirinya dia menggenggam lebih kuat tangan itu dan membuat pemiliknya kesakitan namun Aska tidak menyadarinya.


saera membuang pandangannya tidak lagi menatap Aska dengan menahan linangan air di pelupuk matanya agar tidak tumpah


" tuan ayo segera kita berangkat, agar tidak terkena macet. penebangan kita sebentar lagi" kata Yudha membuat perseteruan pagi itu ter lerai dengan sendirinya.

__ADS_1


Aska pun berlalu meniggalkan saera dan masuk ke dalam mobilnya diikuti Yudha sekertaris nya . mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah mewah milik askara William hingga hilang dalam pandangan saera .


Bugh.


Bugh.


Bugh.


Aska meninju jok mobil di sampingnya melampiaskan kemarahannya atas sikap saera tadi.


"apa salahku padanya ? kenapa dia selalu bersikap acuh padaku " kesal sembari menahan air matanya agar tidak keluar.


begitu sakit rasanya diabaikan oleh seseorang yang sangat kita cintai.dan akhirnya melanjutkan meninju kursi di sampingnya agar bisa meluapkan seluruh kekesalannya .


" tuan apa sebaiknya saya mengikutsertakan nona saera besok ?" tanya Yudha yang berada di kursi depan


"tidak perlu ,biarkan dia menenangkan dirinya. " Aska mulai tenang dan emosi nya mulai mereda


" sepulang dari sini aku akan membawanya liburan , hanya berdua " Aska tersenyum simpul


Yudha hanya diam tidak membantah kata kata Aska yang mengatakan liburan hanya berdua. karena tidak pernah sehari pun selama pernikahan mereka Aska pergi berdua dengan saera karena dia selalu membawa seluruh pengawal nya.

__ADS_1


__ADS_2