Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
bab4


__ADS_3

jam dinding menunjukkan pukul 21:45 dan saera telah terlelap tanpa makan malam. sepulang dari taman saera memilih langsung ke kamar dan tidak turun untuk makan malam dan dia sudah menegaskan untuk tidak memanggilnya.


ceklek..


Aska baru saja pulang dari jamuan makan malamnya dengan tamu penting dan membuka handle pintu kamarnya dan mendapati istrinya sudah terlelap.


Aska tidak membangunkannya. dia segera ke masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan dirinya lalu memakai piyama tidur dan naik ke tempat tidur dan berbaring di samping istrinya.


saera terbangun ketika sebuah tangan hinggap di perutnya .ya suaminya memeluk saera dari belakang perlahan tangan suaminya naik menuju bukit kembarnya , saera tertegun menahan tangan suaminya


" kenapa ? bukankah kita sudah lama tidak melakukannya " suara berat Aska sembari mencium pundak saera.


" kamu pasti lelah istirahat saja , bukankah besok kamu harus ke London " masih menangan tangan Aska yang enggan beranjak dari gunung kembar miliknya.


" justru karena aku lelah, kamu harus melayaniku. supaya lelah ku hilang " Aska membalikkan tubuh saera menatap dirinya dan memandangi manik abu abu milik saera. namun saera membuang pandangan nya tidak menatap Aska.


" kenapa ? kau sangat suka menghindari pandangan ku" tatapan Aska mulai murka


saera hanya terdiam.

__ADS_1


" apa kau tuli ? kau tidak mendengar perkataan ku


atau kau bisu tidak bisa menjawab pertanyaan ku " beranjak dari tidurnya dan bersender pada kepala tempat tidur dengan wajah mengeram marah.


saera tidak menggubrisnya dan membalikkan posisi tubuh nya seperti semula.


kemarahan Aska semakin menjadi jadi, Aska turun dari tempat tidur menuju sebelah saera tidur dan berdiri di depannya dengan tatapan menusuk mematikan .


pringg. . .


Aska melempar vas bunga yang ada di nakas ke lantai.


" sampai kapan kau akan bersikap begini saera ? " nada suaranya meninggi seraya menggoyangkan bahu saera dan menariknya dari tempat tidur.


" aku sudah cukup bersabar selama ini, sampai kapan kamu terus begini " petanyaan yg sama dilontarkan Aska namun saera Masih diam. namun matanya membelalak menatap muak wajah Aska


"tatapan macam apa ini?" Aska berjongkok di depan saera dan menggoyangkan bahunya.


" berhenti menatap ku seperti itu, " Aska mencengkram kuat lengan saera.

__ADS_1


saera tetap tidak menjawab namun bulir bening jatuh dari matanya membuat Aska gusar


"cukup sudah saera" Aska mengendurkan cengkeramannya. di tatapnya manik abu abu yang masih mengeluarkan butiran air bening itu lalu Aska memeluknya.


tidak ada penolakan dari saera.


"aku minta maaf. jangan menangis "Aska merengkuh saera ke pelukannya dengan hangat. tidak ada lagi wajah kesal di muka Aska hanya ke khawatiran yang terpancar di sana.


bagaimana tidak saera sering kali melarikan diri setiap Aska lengah. berharap menghilang untuk selamanya dari hidup Aska. namun bukan Aska namanya jika dia tidak bisa menemukan istri tercintanya itu.


"aku mau tidur " berusaha melepaskan pelukan Aska ,lalu naik ke tempat tidur tanpa menghiraukan Aska.


Aska masih termenung "baiklah. tidurlah aku tidak akan mengganggumu " lalu Aska bergegas meninggalkan saera menuju kamar mandi.


di kamar mandi Aska menatap pantulan dirinya di cermin .dia tidak bisa menemukan benang merah mengapa sikap saera begitu acuh padanya


" kapan kau terakhir tersenyum menyambut kepulangan ku ?" tersenyum sinis pada pantulan dirinya di cermin .


priiiinnnggg. . .

__ADS_1


gepalan tangan kiri Aska bercucuran darah setelah meninju cermin di depannya dengan nafas masih tersenggal.


lalu dia bergegas meninggalkan kamarnya menuju ruang kerjanya.


__ADS_2