Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
BAB 37


__ADS_3

Pintu terbuka. Terdengar suara Galuh, Pak Iwan, dan Pak Ali sedang tertawa bahagia memasuki kamar ini. Sedangkan jantungku berdebar. Aku kembali terduduk di kursi semula saat mereka menaruh ku.


"Akhirnya, kita bisa mendapatkannya." kata Pak Iwan membelai rambutku sehingga tampaklah wajah cantik ku ini.


"Eehh... Jangan pegang-pegang dulu dong. Ini khusus buat aku. Aku yang akan mencicipi nya pertama kali." Galuh mulai mendekati ku. Dia membelai wajah ku.


"Iya deh iya. Tapi jangan lama-lama ya. Takut teman-temannya datang." kata Pak Ali mengingatkan.


"Beres." kata Galuh mendekati ku. Mungkin dia akan mencium ku. Aku lalu membuka mataku. Dan memukulkan kepala ku ke kepala nya. Galuh meringis kesakitan.


"Berani kamu sama aku hah?" tanya Galuh mencengkeram dagu ku.


"Lepas!" aku berontak. Lalu Galuh mengangkat tubuh ku agar berdiri. Galuh menatapku. Dan membuka kancing baju ku satu persatu. Aku berusaha membuka tali ku, dan langsung menampar pipi pria kurang ajar itu.


Galuh memegang pipi nya yang terasa panas. Lalu dia menatap ku. Dia mengayunkan tangannya. Aku masih menatap nya tajam. Tapi dia mengurungkan niat nya untuk menampar ku.

__ADS_1


"Sayang sekali jika aku harus menampar mu." kata Galuh membelai lembut pipi ku. Aku menghempas tangannya.


"Jangan kurang ajar kamu!" ancam ku.


Gsluh lantas tertawa. Pak Iwan dan Pak Ali juga tertawa.


"Udah. Jangan lama-lama. Mulai saja." kata Pak Iwan menghidupkan rokok nya dan duduk di kursi dengan Pak Ali.


Galuh lalu mendorong tubuh ku ke tembok. Dia berusaha mencumbu ku. Berusaha mencium ku. Tapi aku selalu berontak dan menghindari nya. Akhir nya, Galuh membalik tubuh ku hingga aku menghadap ke tembok. Dia mengambil tali yang diberikan oleh Pak Iwan. Lalu mengikat nya kembali ke tangan ku.


Kancing kedua terbuka, lalu aku menginjak kaki nya dengan keras. Galuh mengerang kesakitan. lalu aku menggunakan kesempatan itu untuk lari, tapi naas, Pak Iwan berhasil menangkap ku. Lalu dia menghempaskan ku ke ranjang.


Merasa kelamaan, Pak Ali lantas berpamitan untuk ke kamar mandi dan ingin menuju ke mini bar untuk mengambil beberapa alkohol.


Mas Galuh berdiri di depan ku. Lalu dengan perlahan dia naik di atas ranjang dengan menghimpit kedua kaki ku. Dengan posisi seperti ini, sudah dipastikan aku tidak bisa bergerak lagi. Dengan perlahan dia menindih ku. Dia ingin mencumbu ku. Tapi aku selalu berusaha berontak.

__ADS_1


Mungkin Galuh sudah lelah dengan sikap berontakku. Lalu dengan kasar, ia merobek kemeja ku hingga tampaklah dada ku yang besar itu. Untuk sesaat, dia terpana memandang dua buah dada ku yang masih ranum namun masih tertutup tanktop. Memang, selama magang aku selalu menggunakan tanktop setiap memakai baju. Karena Angga selalu menasihati ku untuk menggunakan tanktop, agar dada ku tidak terlihat begitu besar.


Galuh jadi meningkat hasrat nya setelah melihat besar nya dada ku. Lalu dia kembali berusaha mencumbu ku.


"Aaaaaaahhh."


*


*


*


*


*

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.


__ADS_2