Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
BAB 53


__ADS_3

Waktu terus berlalu, hingga tak terasa hari ini adalah awal masuk kami kuliah. Aku berangkat bareng dengan Angga ke kampus.


"Kita kemana habis ini yank?" tanya ku ke Angga.


"Ke sana kayak nya kelas kita deh." ucap Angga. Lalu kita pun masuk ke kelas yang sudah terjadwal. Aku dan Angga duduk di bangku bersebelahan. Kita ngobrol hal-hal ringan. Sampai akhir nya ada seorang laki-laki tampan masuk ke dalam kelas ini.


Wajah Angga tampak sewot.


"Kenapa yank? Kok males gitu?" tanya ku. Angga menatap cowok itu yang melewati Angga. Cowok itu tampak tersenyum sinis melihat Angga dan dia lalu duduk dltepat di belakang ku.


"Hai, boleh kenalan?" kata nya menepuk pundak ku pelan. Aku menoleh ke arah nya, lalu bergantian menoleh ke arah Angga yang tampak tak suka.


"Kok bengong sih? Kenalin aku Aji." kata Aji mengulurkan tangannya. Apa? Aji? Jangan-jangan ini Aji yang dimaksud Angga itu? Aji selingkuhannya Rosa?


"Anggi." kata ku pelan tanpa menyambut jabatan tangannya.


"Oh, hampir mirip ya namanya?" kata Aji tersenyum. Selama pelajaran pertama ini, ku lihat Angga sangat tidak nyaman. Aku terus menenangkan diri nya.


Pelajaran pertama telah usai. Aku mengajak Angga untuk makan di kantin.

__ADS_1


"Udah dong yank, ngambek nya." bujuk ku sambil mengaduk jus alvukad ku.


"Gimana gak males sih yank, kalau ada dia sekelas sama kita kayak nya dia sengaja deh." sungut Angga kesal.


"Emang kenapa sih dia kok kayak nya dendam gitu sama kamu?" aku bertanya. Angga diam untuk sejenak.


"Dulu kita itu sahabat deket waktu SMA. Trus jadi musuhan gara-gara aku mutusin adik nya, dan bikin adik nya depresi berat. Padahal aku sudah bilang, kalau aku putus gara-gara Maura selingkuh. Makanya, aku itu anti banget dengan perselingkuhan. Karena rasanya sakit banget. Trus, si Aji sempat ngancam akan selalu mengambil apa yang menjadi milikku. Jadi, aku terakhir pacaran sama Rosa, dan Aji berhasil ngambil Rosa dari ku. Dari situ aku gak pernah pacaran lagi. Dan, aku sekarang takut, dia akan ngambil kamu dari aku." jelas Angga. Aku kasihan sekali dengan apa yang Angga alamin. Aku menggenggam erat jemari nya.


"Dia kayak nya sengaja deh untuk ngambil S2 juga di sini. Aku sudah ngira, pasti dia ingin merebut kamu dari aku yank." lanjut Angga.


"Kamu tenang saja yank. Aku itu gak akan berpaling dari calon suami aku. Karena aku cinta banget sama ayang ku ini." hibur ku. Angga lalu tersenyum.


"Siapa nih Ngga? Pacar kamu?" tanya Aji. Angga diam.


"Boleh kasih tahu nggak,di mana rumah Anggi ini? Jadi aku biar gampang PDKT nya." tanya Aji. Angga lalu tersenyum sinis.


"Kok diam sih? Dapat dari mana kamu cewek secantik dan seseksi ini?" Angga masih diam.


"Dengar-dengar, kalian udah tunangan ya? Hheeehh, sebelum janur kuning melengkung sih masih bisa ditikung kali ya. Eits, walaupun janur kuning sudah melengkung pun, masih bisa kayak nya." kata Aji. Kini sudah mulai kurang ajar menurut ku.

__ADS_1


"Cukup Aji. Mending kamu pergi dari sini, dan mencari perempuan lain." kata ku sambil menggenggam jemari Angga. Aji melihat itu.


"Galak juga pacar kamu ya Ngga?" sindir Aji.


"Kenapa emangnya?" tanya Angga ketus.


"Kayak nya, aku jatuh cinta sama dia saat pandangan pertama." jawab Aji dengan menatap ku. Dari tatapannya, dia terlihat jujur. Aku bingung harus berbuat apa. Sementara tangan Angga sudah mulai mengepal keras.


*


*


*


*


*


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.

__ADS_1


__ADS_2