Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
bab 14


__ADS_3

Aska pergi menuju ke kediaman tuan Herry, dia telah menyuruh Yudha pulang setelah dari butik tadi dan hanya ada mereka berdua di dalam mobil, hanya suara klakson sesekali terdengar yang memecahkan keheningan antara mereka berdua


" Tuan kita mau kemana ?" Akhirnya pertanyaan itu lolos dari bibir Saera yang sudah penasaran sedari tadi


" Kita akan bertemu dengan klien ku " jawab Aska datar yang masih berfokus pada kemudi nya .


" klien, lalu kenapa saya harus ikut, apa hubungannya dengan saya "Saera kecewa lantaran dia berharap itu adalah makan malam romantis dan menertawakan dirinya sendiri dalam hati karena berharap lebih pada pria di sampingnya ini.


"Tentu saja ada hubungannya" Aska menatap kesal ke arah Saera, "kamu adalah istriku " memberi penekanan pada setiap katanya.


" ingat nanti jangan mempermalukan aku, dia adalah klien penting "


" jangan sampai mereka curiga kalau pernikahan kita ini palsu "


"dan satu lagi, jangan memanggil ku tuan. Aku suami mu bukan majikan mu "


"Baik tuan, em. maksudku..."


"Aku harus panggil dirimu apa ? " karena Saera tidak menemukan panggilan yang cocok untuk Aska.

__ADS_1


" Panggil aku sayang di sana, kalau di rumah terserah kamu mau memanggil apa, kamu boleh saja memanggil namaku ".


"Baiklah... Aska". memantapkan panggilan nya .


***


Dan empat puluh lima menit perjalanan yang mereka tempuh sampai akhirnya Mereka tiba di sebuah rumah mewah bergaya klasik yang halamannya tidak kalah luas dengan halaman rumah Aska. Langsung saja mereka berdua keluar dari mobil dan menuju ke pintu utama sambil menggandeng tangan Aska Saera menenteng sebuah paper bag di tangan kanannya, sebagai hadiah untuk tuan rumah yang telah dia sediakan Aska.


Langsung saja mereka memencet bel dan tak lama setelah nya pintu terbuka dan dipersilahkan masuk menuju ruang tamu


"Selamat datang tuan Aska " sapa tuan Herry yang telah menunggu kedatangannya bersama sang istri, lalu saling berjabat tangan dan tersenyum ramah.


Tuan Herry tersenyum ke arahnya dan mengajak nya berjabat tangan


"Saera " balasnya sembari tersenyum canggung membalas jabatan tangan .


" Papa,mereka sudah datang ?" tanya seorang wanita paruh baya yang menghampiri mereka dari ruang makan


Dia adalah istri tuan Herry, usianya sekitaran 50 tahun tapi penampilannya seperti usia 30 tahun, kulit nya masih terlihat kencang ditambah pakaian modisnya yang selalu mengikuti tren membuat penampilan nya sangat ber wibawa. Langsung saja Saera berinisiatif untuk menyapanya terlebih dahulu

__ADS_1


"Selamat malam nyonya " saera tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat dan dibalas oleh Ny.Henny dengan memeluknya dan cipika cupiki lalu saera menyerahkan paper bag yang berada di tangannya untuk wanita paruh baya tersebut.


" Seharusnya kalian tidak perlu membawa hadiah, kalian bersedia datang saja saya sudah senang " ucapnya seraya berjabat tangan juga dengan Aska


"Tidak masalah, itu hanya sedikit hadiah kecil dari istriku"


"Baiklah kalau begitu mari kita ke meja makan" ajak Ny.Henny berlalu mengajak Saera dan memberi paper bag di tangannya pada pegawai.


Aska dan tuan Herry mengikutinya di belakang


Ting tong..


pegawai tersebut datang membukakan pintu


"Apakah masih ada tamu yang akan datang tuan" Aska heran tuan Herry mengundang khusus dirinya dan istri dan berfikir hanya mereka berdua saja yang menjadi tamunya, tapi ternyata masih ada tamu lainnya.


Dua tamu tersebut masuk dan menghampiri mereka yang sudah menuju ruang makan dan betapa terkejut nya Aska melihat siapa kedua tamu tersebut.


***

__ADS_1


__ADS_2