
Dari kabar yang ku terima dari Angga semalam, sekarang kondisi Mina dan Rani sangat memprihatinkan. Mereka berdua dilanda depresi, trauma dan malu atas kejadian malam itu. Sehingga mereka cuti terlebih dahulu dari kegiatan kampus.
Tentu saja mereka depresi. Menurut cerita dari orang tua masing-masing saat itu Rani dan Mina masih dalam keadaan sadar. Mereka berdua dipaksa untuk melayani pria hidung belang yang haus akan kebutuhan birahi nya.
Mereka sempat berontak. Namun Galuh menyuntikkan obat bius pada mereka dengan dosis ringan. Jadi Rani dan Mina hanya merasakan seperti pusing. Tapi mereka tahu kalau saat itu mereka sedang disetubuhi oleh seseorang.
Mereka ditemukan polisi di lain kamar saat sedang dijamah oleh pria mesum.
"Kasihan ya yank mereka." kata ku saat Angga selesai menceritakan kondisi Mina dan Rani.
"Iyalah. Tapi aku bersyukur kamu baik-baik saja." jawab Angga.
"Emang, jika malam itu mereka berhasil merenggut kesucian ku kamu masih tetap mau sama aku?" tanya ku penuh harap. Angga terdiam untuk sesaat.
"Apapun yang terjadi padamu malam itu, aku akan tetap cinta sama kamu yank." tegas Angga. Aku tersenyum senang. Aku semakin cinta pada pacar ku ini.
"Percayalah. Aku akan mempersembahkannya untuk mu seorang." kata ku sambil menggoda Angga.
"Yank, jangan mulai! Kamu gak tau betapa tersiksa nya aku saat ini." sungut Angga kesal. Aku hanya terkekeh geli.
__ADS_1
*****
Dari kabar yang ku dengar, hari ini adalah sidang dari kasus yang dibuat oleh Galuh, Pak Iwan, dan Pak Ali. Galuh diganjar dengan hukuman 20 tahun, sedangkan Pak Iwan dan Pak Ali diganjar hukuman 15 tahun. Serta denda masing-masing 1 milyar. Hukuman Galuh agak lama, karena dia terbukti melakukan pembunuhan terhadap Lidia.
Sekarang kak Maya sudah lega karena kasus ini terungkap. Dan dia dapat menguburkan sisa dari Lidia dengan benar.
Sekarang hari-hari nya disibukkan dengan belajar, karena sebentar lagi dia akan mengikuti tes masuk fakultas kedokteran. Dan Kak Maya bertekad tidak akan mengcewakan harapan kedua orang tua kami.
Terkadang aku menyuruh nya untuk membuka hati nya pada laki-laki lain. Karena banyak lelaki kompleks sini yang berusaha mendekati kak Maya, tapi ditolak semua oleh nya. Dia tidak mau, dengan alasan dia terlalu kotor dan tidak pantas untuk siapa pun.
"Kak, pasti suatu saat akan ada pria yang mencintai mu dengan rulus." ucap ku. Kak Maya tersenyum. Dia menutup buku ilmu kedokteran yang tengah ia baca di atas meja belajar kamar nya.
"Duh, bucin nya Angga nih ya. Pintar banget merayu." canda Kak Maya mencubit hidung ku. Aku pun tersenyum.
"Tapi Kakak juga berhak bahagia." ucap ku.
"Kalianlah kebahagiaan ku saat ini." ucap Kak Maya lalu memelukku.
"Duh, anak gadis Mama lagi ngobrolin apa sih?" tanya Mama tiba-tiba.
__ADS_1
"Apaan sih Ma, kepo deh. Emang Suara Hati Istri udah habis apa?" kata ku menggoda Mama. Kak Maya hanya tertawa geli mendengar ku.
"Kamu tuh suka banget ya jailin Mama." kata Mama sembari menggelitik ku.
"Ampun Ma...." kata ku memohon ampun.
"Gak terasa ya, sebentar lagi kamu akan menikah." ucap Mama membuat ku sedih.
"Apaan sih Ma." kata ku lalu memeluk Mama.
"Kalian anak kesayangan Mama." kata Mama sambil menarik tangan Kak Maya dan juga memeluknya .
*
*
*
*
__ADS_1
*
Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.