Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
BAB 56


__ADS_3

Angga langsung menuju kamar nya dengan perasaan kesal.


"Kenapa Angga?" tanya Mama.


"Nanti ya Ma, aku ceritain." kata ku bergegas menyusul Angga ke kamar nya. Sesampai nya di kamar Angga, aku lalu masuk dan mengunci kamar nya. Ku lihat Angga sedang marah.


"Sayang." ucap ku.


"Kamu lihat sendiri kan tadi? Apa yang sudah ia lakukan pada mu?" bentak Angga. Aku kaget. Aku tidak pernah melihat Angga semarah ini.


"Tapi, aku kan gak ngerespon dia yank." kata ku lembut.


"Aku tahu siapa dia, Anggi! Dia akan lakuin segala cara buat dapetin kamu." ucap Angga lagi. Aku tahu kalau dia sekarang sedang emosi. Pria mana yang tidak terbakar cemburu melihat kekasih nya ada di pelukan pria lain.


Aku menangkup wajah kekasih ku itu. Aku menatap nya.


"Aku cinta kamu." kata ku lirih. Angga lalu mencium bibir ku dengan penuh gairah. Aku menuruti nya. Angga lalu menidurkan ku di ranjangnya dan menciumi bibir ku tidak seperti biasanya. Lalu Angga melepaskan ciumannya. Dia selalu bisa mengontrol diri nya. Angga lalu menempelkan dahi nya pada dahi ku.


"Maaf kan aku. Aku hanya tidak ingin kebilangan kamu." kata Angga. Aku lalu memeluk nya, dan mengusap bahu nya.


"Aku janji. Hanya kamu yang aku cintai. Kita hanya perlu bersabar sayang. Tinggal 2 bulan lagi." ucap ku menenangkan Angga.

__ADS_1


*****


Di kampus, suasana sudah tidak enak lagi. Angga tidak banyak bicara saat bertemu Aji. Dan selalu berusaha menghindar agar Aji tidak bertemu dengan ku dan tidak akan mencari kesempatan untuk menggoda ku.


Selalu saja ada cara bagi Aji untuk mendekati ku. Kadang menemani ku makan di kantin. Kadang membelikan ku barang. Dan lain-lain nya. Seperti hari ini entah dia tahu darimana, kalau aku tinggal serumah dengan Angga. Dia menjemput ku di rumah Angga. Hampir saja terjadi perkelahian antara Angga dan Aji. Tapi aku melerainya.


Sudah 3 bulan, dan hari ini adalah hari terakhir kami UTS. Rencana nya, setelah UTS aku pulang ke kota ku untuk mempersiapkan pernikahan ku yang akan di gelar 8 hari lagi. Setelah dari kampus, aku di antar Angga ke bandara. Kami berpelukan sangat lama.


"Maaf ya, gak bisa antar kamu pulang." ucap Angga masih memelukku.


"Gak papa. Nanti aku kabari ya." jawab ku masih ada di pelukan Angga.


"Hhhh. Bahagia nya aku, nanti ketemu kamu udah jadi suami kamu." ucap Angga melepas pelukan kami.


Benar saja. Sesampai nya di rumah ku, rumah menjadi bersih. Ruang tamu dan ruang keluarga sudah tidak ada kursinya. Rupanya lusa akan diadakan pengajian di rumah ku.


"Gak terasa anak Mama mau jadi istri orang." kata Mama memeluk ku sambil menangis. Kak Maya pun ikut menangis. Aku jadi ikut terharu.


"Jangan gitu dong Ma. Aku kan jadi sedih." ucap ku. Lalu kami pun saling melepaskan pelukan.


"Yaudah, kamu sudah sholat isya?" tanya Mama.

__ADS_1


"Gak bisa Ma, aku lagi dapet. Udah 3 hati ini." jawab ku. Mama lalu tersenyum sumringah. Aku mengernyitkan dahi ku tanda tak mengerti. Mama ini cepet sekali mood nya berubah.


Lalu Mama mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang.


"Tahu gak jeng? Ternyata Anggi sedang dapet. Itu berarti sebentar lagi kita akan punya cucu." kata Mama tertawa bahagia. Ternyata Mama sedang menelpon Mama Gita.


"Wah, kalau begitu saya akan menyuruh Angga untuk lembur kalau gitu." ucap Mama Gita yang terdengar dari loudspeaker. Mereka tampak bahagia. Mereka ngomongin apa sih? Lembur? Emangnya Angga lembur apa? Aku masih belum paham.


"Ngomongin apa sih Ma? Lembur? Emang Angga kerja ya?" tanya ku yang emang gak paham. Mama dan Kak Maya menahan senyum.


"Nanti juga paham kamu." kata Mama lalu meninggalkan ku di kamar.


"Apa sih kak?" tanya ku ke Kak Maya. Kak Maya lalu menjelaskan sejelas-jelas nya pada ku. Ya Tuhan, jadi mereka sesemangat ini?


*


*


*


*

__ADS_1


*


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.


__ADS_2