Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
BAB 38


__ADS_3

"Aaaaaaahhhh." Galuh mengerang kesakitan sambil memegang kepala nya yang mengeluarkan darah. Dia terlihat sangat kesakitan. Dia terhuyung-huyung merasakan sakit yang hebat di kepala nya. Terlihat Pak Iwan menolong Galuh yang tengah kesakitan.


Ku lihat, ternyata Maya dengan cepat memukulkan botol alkohol ke kepala Galuh dengan keras nya. Melihat ada kesempatan untuk kami, lalu Maya menolong ku. Dia membuka ikatan tali di tangan ku. Dan dia membantuku untuk berdiri.


Aku dan Maya akan segera meninggalkan ruangan ini. Namun, dengan cepat Pak Iwan menyerang Maya dengan mendorong nya. Maya pun tersungkur di lantai. Kemudian Pak Iwan menatap ku. Dasar orang tidak berperasaan. Sudah tahu Galuh yang merupakan komplotannya sekarang sedang kesakitan, dia malah berniat menyerang ku.


Pak Iwan sudah mendekat. Dengan senyum nya yang menjijikkan itu dia mencengkeram pundakku. Maya masih berusaha untuk berdiri. Aku masih berontak. Pak Iwan lalu memelukku. Lalu, dengan cepat aku menusuk paha nya dengan pisau yang tadi sudah diberikan Maya.


Pak Iwan berteriak kesakitan. Lalu aku memutar pisau tersebut ke arah kanan. Untuk menciptakan luka yang semakin lebar dan dalam. Seketika, Pak Iwan pun tersungkur bersimbah darah. Entah aku membunuh nya atau tidak, aku sungguh tidak peduli.


Aku menolong Maya untuk berdiri dan membopong nya keluar dari kamar ini. Kami melewati lorong bersama. Tampak Galuh berdiri dan mengikuti kita.

__ADS_1


kami berjalan agak cepat. Kami hampir sampai di tangga. Aku masih ingat benar berbagai macam benda yang ada di sekitar ruangan ini. Namun, tiba-tiba lampu padam. Aku dan Maya semakin ketakutan. Tentu saja, Galuh yang mematikan saklar nya.


Aku meraba meja di depan ku. Karena seingat ku, tadi disana terdapat sebuah senter. Aku terus meraba nya. Dan dapat. Aku mendapatkan senter itu.


Aku menyalakan senter tersebut, lalu kami naik ke tangga. Tapi sayang nya, pintu untuk keluar sudah terkunci dari luar. Aku dan Maya menuruni tangga untuk mencari sesuatu agar bisa digunakan untuk membuka pintu.


Terdengar sebuah suara. Kami menoleh ke arah sumber suara. Namun tidak ada apa-apa. Mungkin itu Galuh sedang bersembunyi di suatu tempat dan siap untuk menerkam kami sewaktu-waktu. Karena sudah dipastikan, dia lah yang hafal seluk beluk tempat ini.


Lalu kami mencari benda tajam lainnya di sebuah laci. Maya yang memegang senter. Sedangkan aku yang mencari sesuatu. Sesekali Maya mengedarkan cahaya untuk melihat-lihat situasi dan kondisi.


Aku pun tidak tahu cara menggunakannya. Hanya tahu lewat film-film action hollywood yang pernah ku lihat di tv.

__ADS_1


Kami pun akan segera naik ke atas. Namun senter kami tiba-tiba padam. Keadaan semakin gelap. Aku memukul-mukul kan senter itu di tangan ku agar bisa menyala kembali.


Untuk sesaat senter tersebut menyala. Namun kini kembali padam. Aku mengulanginya lagi hingga senter menyala. Namun, saat senter menyala sinarnya mengarah ke wajah Galuh dan dengan cepat Galuh berlari ke arah ku.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa,like dan komen ya.


__ADS_2