
saera terbangun dan melihat jam di nakas samping tempat tidurnya menunjukan pukul 06:25 . saera segera beranjak keluar dari kamarnya.
walaupun semalam dia tidur hampir jam empat subuh karena kejadian yang tidak di inginkan saera merasa segar karena walaupun sebentar saera sangat terlelap dalam tidurnya . dia bersyukur karena setidaknya untuk saat ini bebas dari orang tuanya.
hidung saera menangkap sebuah aroma yang sangat lezat membuat penghuni perutnya minta diisi. mengingat semalam dia tidak menyantap apa apa. bukan tidak ditawari hanya saja saera menolaknya karena keadaanya semalam benar benar kacau.
" permisi, ada yang bisa aku bantu" tanya saera pada pegawai yang sedang memasak di dapur dengan senyuman canggung di wajahnya.
" nona sudah bangun" jawab seorang pegawai yang membantu juru masak di dapur itu " saya sudah menyiapkan pakaian untuk nona. pakailah dan bersihkan diri anda." menunjuk paper bag yang terletak di sofa ruang tengah dan tersenyum ramah kepada saera.
"baiklah. terimakasih " membalas senyuman lelaki yang ditaksir tidak berbeda jauh dengan usianya
saera pun berlalu mengambil paper bag tersebut dan menuju ke kamarnya untuk membersihkan diri . setelah selesai dengan acara mandinya saera bergegas keluar dan menangkap sosok lelaki yang membantunya semalam sedang duduk di meja makan lengkap dengan pakaian formal nya sedang menyeruput kopi .
lama saera memandangnya. sosok pemuda yang sangat tampan meski tatapannya sangat dingin.
" selamat pagi tuan" saera mendekat dan menunduk hormat padanya .
"duduklah" hanya membalas dengan menatap sekilas pada saera. saera pun menarik kursi dan ikut duduk bersamanya.
" siapa nama mu ?" tanya pria tersebut
__ADS_1
" namaku saera tuan, saera vandela " tersenyum ke arah pria tersebut tapi tidak ada balasan dari sana.
" tinggallah disini sampai kamu menentukan kemana kamu akan pergi, " usai memakan sarapannya dan beranjak ingin pergi " minta pada pegawai ku jika ada sesuatu yang kamu butuhkan" lalu berlalu meninggalkan meja makan
saera menatap kosong punggung lelaki tersebut sambil mencerna perkataan nya.
ternyata kebaikan masih berpihak padanya, meski ia tidak mengenal siapa lelaki tersebut tapi dia bersyukur dia mau membantunya dan bersedia memberikan tumpangan sampai saera punya tujuan.
saera berjanji pada dirinya sendiri akan membalas kebaikan lelaki tersebut dengan cara apapun.
saera tersenyum sambil menghabiskan sarapan paginya.
setelah sarapan saera berinisiatif membersihkan meja makan, hanya itu yang dia bisa untuk sekedar balas Budi atas pemilik rumah yang telah membantunya.
***
" hmmmm. entahlah sepertinya dia menarik perhatian ku" semringai licik di bibirnya
" aku akan menampung nya . segera selidiki identitasnya namanya saera, saera vandela. sekecil apapun informasinya berikan padaku " memandang Yudha yang di balas anggukan
" baik tuan, kalau begitu saya permisi. " seraya keluar dari ruangan kantor manjikannya.
__ADS_1
"saera vandela... saera vandela... " ucap lelaki tersebut sambil memainkan pulpen di tangan nya " siapa kau sebenarnya, kenapa kamu tidak terlihat asing bagiku." lalu diapun lanjut mengerjakan tugas nya sambil menggeleng gelengkan kepalanya karena tidak mengerti dengan pemikirannya.
tililililittt...
tilililittt..
"halo" segera dijawabnya setelah mendengar suara telepon di mejanya." baiklah saya segera kesana." lalu mengakhiri teleponnya.
tumben sekali memintaku ke rumahnya, apa terjadi masalah serius .
lalu diapun mengambil jasnya dan berlalu dari ruangannya.dia menuju ke rumah kakek nya karena diberitahukan untuk segera menemuinya untuk masalah yang penting .
***
"dimana dia" tanyanya pada seorang pelayan setelah sampai ke rumah kakeknya
" tuan menunggu di taman belakang tuan muda " jawab sang pelayan dengan hormat. lalu diapun berlalu menuju taman belakang.
" kau sudah sampai Aska " sapa pria paruh baya yang berumur 70-an tapi penampilannya masih terlihat sangat bugar seperti usia 50-an.
" kakek baik baik saja, kenapa memintaku untuk datang. apa terjadi sesuatu ?" langsung saja Aska menyerbu dengan pertanyaan dengan wajah panik karena jarang sekali orang tua itu memintanya datang pada jam kerjanya.
__ADS_1
"duduklah cucuku , kau tidak perlu se tegang itu " ledek pria tua itu dengan tawanya. " aku hanya merindukanmu " lanjut nya lagi .
" ayolah kek, kakek tidak akan memintaku datang di waktu seperti ini. " jawabnya dengan wajah yang sudah santai ." katakan ada masalah apa ?" memperhatikan wajah kakek nya dengan seksama.