
Hari ini tepat 1 bulan kami kuliah. Pak Hendro selaku dosen Manajemen Keuangan, memberikan tugas kelompok kepada kami. Tiap kelompok terdiri dari 3 orang. Aku berharap bisa 1 kelompok dengan Angga. Namun aku salah.
Pak Hendro tipikal dosen killer. Dia tidak akan mengelompokkan satu pasangan dalam 1 kelompok. Itu artinya aku tidak akan satu kelompok dengan Angga. Dan, yang bikin Angga uring-uringan adalah aku satu kelompok dengan Aji.
Angga sampai protes kepada Pak Hendro agar mengganti Aji dengan yang lainnya. Tapi begitulah Pak Hendro. Keputusannya tidak bisa diganggu gugat.
Akhirnya kita duduk dalam 1 kelompok. Aku, Aji dan Yusuf. Angga memberikan ku seribu wejangan agar berhati-hati pada Aji. Dan, aku memberikan seribu rayuan agar dia tidak terlalu kepikiran dengan ini semua.
Kelompok ku memutuskan untuk mengambil analisis keuangan suatu perusahaan yang laporan keuangannya bisa dicari di web. Kita harus menyelesaikannya hari ini.
Setelah kelas pun, kami belum menyelesaikannya. Jadi Aji mengusulkan untuk mengerjakannya di rumah nya. Tentu saja Angga tidak setuju. Tapi mau bagaimana lagi. Dia juga harus menyelesaikan tugas nya, sama seperti ku.
Dengan berat hati Anggi mengikhlaskan aku untuk pergi ke rumah Aji.
Aku berboncengan dengan Aji. Hal itu yang membuat Angga dibakar api cemburu.
Selama perjalanan, aku hanya pegangan pada besi bagian belakang motor nya. Aku pun jaga jarak. Tapi Aji ini sungguh pintar sekali. Dengan motor Ninja nya itu, dia ngebut lalu mendadak dia mengerem. Sehingga otomatis membuat ku memeluk nya.
"Maka nya pelukan." ucap Aji menoleh ke arah ku. Aku hanya diam dan kembali berpegangan pada besi.
Lalu kita sampai di rumah Aji. Aku minta izin untuk melakukan sholat dhuhur. Tapi di rumah ini tidak ada mushollah, jadi Aji menganjurkan aku untuk sholat di kamar adik nya, Maudy.
Maudy sedang tidur. Dia kaget saat melihat ku.
__ADS_1
"Siapa kamu?" tanya nya.
"Oh, aku teman kuliah kakak kamu. Anggi." kata ku.
"Permisi ya, aku mau sholat dulu."
Setelah sholat, aku lihat Maudy tengah memperhatikan ku.
"Kakak pacar nya Kak Aji ya?" tanya nya tersenyum.
"Bukan kok." jawab ku halus. Aku memperhatikan keadaan Maudy yang sangat sehat.
"Maaf sebelum nya. Aku dengar kamu pernah mengalami depresi ya?" tanya ku pelan. Maudy tersenyum.
"Boleh aku jujur sama kamu?" kata ku menggenggam tangannya. Maudy mengernyitkan dahi nya. Lalu dia mengangguk.
"Aku adalah tunangannya Angga. Dan kakak kamu berusaha untuk memisah kan kita." ucap ku. Maudy menutup mulut nya tidak percaya. Lalu mata nya berkaca-kaca. Dia menggenggam tangan ku.
"Angga memang pantas mendapatkan kamu. Soal kakak ku, aku akan menasihati nya." ucap nya.
"Terimakasih ya." ucap ku lalu memeluk Maudy. Terdengar ada suara ketukan pintu. Maudy membuka nya dan ternyata adalah Aji.
"Sudah sholat nya? Yuk kita kerjain." ajak nya. Lalu kami mengerjakan tugas bersama. Maudy membuat kan kami minuman dan juga camilan.
__ADS_1
Angga berkali-kali mengirimi ku pesan untuk mengingatkan ku. Dan setelah selesai mengerjakan tugas nya dia akan datang menjemput ku.
Hingga setelah sholat maghrib, aku berpamitan untuk pulang. Karena Angga sudah menunggu ku di depan jalan. Aji mengantarkan ku hingga di ujung jalan.
"Kesini kamu." ucap Angga pada ku. Aku lalu berjalan menuju Angga. Namun, tangan ku ditarik oleh Aji sehingga aku ada di pelukannya sekarang. Aku kaget. Sedangkan Angga menatap penuh amarah ke Aji.
"Lepaskan Anggi untuk ku." kata Aji masih memegang tangan ku. Angga lalu melangkah ke arah ku yang masih berusaha untuk melepas tangan Aji.
Angga lalu melepas tangan Aji, dia menarik ku lalu mengecup bibir ku di depan Aji. Aku pun membalas ciuman Angga sebagai tanda kalau aku ini adalah wanita nya.
"Aji. Aku minta maaf atas Maudy. Namun, aku tidak bisa melepaskan Anggi untuk siapapun itu." ucap Angga lalu mengajak ku pulang. Aji masih terpaku di tempat nya ia berdiri.
*
*
*
*
*
Terimakasih sudah membaca. Jangan lupa like dan komen ya.
__ADS_1