
Aska sedang merokok di belakang sana dengan amarah yang masih menyelimutinya sampai dia sadar kalau seseorang telah berdiri di samping nya.
"Ngapain kamu kesini, mau menertawakan ku ?, heuhhhh "
"Aku setuju dengan ide tuan Herry "
"Tapi aku tidak akan setuju "
"profesional lah , kamu bukan lah pemula dalam bidang ini"
"Aku tidak peduli ,aku tidak akan pernah bekerja sama dengan orang yang telah merebut kekasih ku " jawab Aska dengan pandangan mematikan ke arah Dava
"hahahaha" Dava tertawa terbahak bahak membuat Aska semakin murka.
"kau masih saja mengungkit masa lalu. Ayolah,kamu bahkan sudah menikah sekarang. Apa kamu masih mencintai Meisya ?"
"Itu tidak ada urusannya dengan mu "
"Baiklah, tapi aku minta padamu pertimbangkan ini baik baik. kamu tidak akan rugi apapun jika mau menerima ide ini " menepuk bahu Aska lalu pergi meninggalkan nya.
Setelah punggung Dava menghilang dari penglihatan Aska, dia juga kembali masuk kedalam. Dan mengajak istrinya untuk pulang .
"Tuan Aska pertimbangkan baik baik permintaan ku ini " kata tuan Herry sebelum Aska meninggal kan kediamannya namun tidak di jawab apapun oleh Aska.
****
__ADS_1
Diperjalanan Aska tidak bicara sepatah katapun membuat Saera ingin bertanya tapi dia mengurungkan niatnya. Sesekali dia memandang Aska dia khawatir karena Aska melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi
"Berhenti memandangiku " spontan kata kata Aska membuat Saera membuang pandangannya
"Kamu baik baik saja ?"
"seperti yang kamu lihat !"
Aska masih saja melaju dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan lampu merah yang beberapa kali di lalui nya bahkan Aska tidak peduli dengan makian pengguna jalan lainnya karena menyalip mobil mereka.
Hingga Aska memarkirkan mobilnya di depan bar terkenal di kotanya , dia menginjak rem secara mendadak hingga Saera tidak siap menerimanya dan kepalanya terbentur ke depan , namun Aska tidak peduli , dia keluar begitu saja dan membanting pintu mobilnya lalu segera masuk ke dalam bar tersebut dan Saera mengikuti nya di belakang.
kedatangan mereka disambut dengan suara music yang sangat menggelegar dan kerlap-kerlip dari lampu yang menyakiti mata. Langsung saja Aska menuju meja dan memesan miras pada bartender yang sudah mengenalnya. Sering kali Aska datang ke tempat itu saat suasana hatinya sedang kacau baik karena cinta maupun pekerjaannya.
Sementara Saera duduk di sampingnya mencoba mengamati apa yang terjadi dengannya.
"Kenapa ? " Aska memandang Saera dan memegangi kedua bahunya
"kenapa kamu meinggalkan ku dan memilih bersama dia"
"apa maksudmu, aku tidak meninggalkanmu " Saera masih tidak mengerti maksud dari perkataan Aska.
"Dan sekarang tuan Herry juga meninggalkan ku, dan dia juga memilih lelaki brengsek itu" Aska tertawa sinis lalu menghempaskan bahu Saera yang membuat nya sedikit terhuyung.
Saera berusaha mencerna perkataan Aska apa maksudnya tuan Herry meninggalkannya dan memilih lelaki brengsek, apa yang dimaksudnya adalah tuan Dava. Lalu siapa orang satu lagi yang di maksudkan nya.
__ADS_1
Aska masih saja meneguk setiap gelas minumannya membuat kesadaran dalam diri Aska menghilang .
"Ayo kita pulang ,kamu sudah sangat mabuk " ajak saera yang sudah bangun dari duduknya dan ingin membopong tubuh Aska
"lepaskan aku" Aska menepis tangan saera " tidak usah bersikap seolah kamu peduli padaku ".
"Apa maksudmu, aku hanya ingin membantumu "
"Membantu ?, kamu ingin membantuku ? Aska menunjuk ke wajah Saera lalu menunjuk ke wajahnya dengan suara khas orang mabuk " Bukannya kamu senang karena sudah mencampakkan ku, lalu untuk apa membantuku" Aska kembali duduk dan meminum minumannya tapi dicegah oleh Saera.
"Berhentilah minum, ayo kita pulang "
" Pulang ?. pulang sana ke rumah lelakimu tidak perlu bersikap seolah kamu peduli padaku ".
Lalu Aska kehilangan kesadaran nya dan terjatuh di pelukan saera. Saera membopong tubuh nya berjalan menuju mobil sambil menggerutu.
kacau sekali kamu malam ini tuan muda, siapa yang membuatmu begini ?, siapa yang meninggalkan lelaki hebat seperti mu, dan kenapa tuan Herry juga meninggalkanmu . Siapa lelaki brengsek yang kamu maksud ?
Saera sudah keluar dari bar tersebut dan langsung saja memanggil taksi tak lama mereka pun meniggalkan tempat tersebut.
"jangan tinggalkan aku, aku mohon " ucap Aska lirih yang tertidur di pundak saera
Sepertinya dia wanita yang sangat kamu cintai tuan Aska.
"Baiklah aku tidak akan meninggalkanmu, sekarang tidurlah ya.." ucap saera sembari membelai kepala Aska yang dipenuhi keringat.
__ADS_1