Cinta Dan Obsesi

Cinta Dan Obsesi
bab 3


__ADS_3

setelah memilih beberapa barang keluaran terbaru di butik. terlihat sang pengawal yang kerepotan menenteng beberapa bagpaper dengan saera yang berjalan di depan mereka.


lalu dia segera masuk ke mobil yang sudah siaga menunggu nya. mobil pun langsung menunggalkan butik mewah tersebut dan melaju ke kediaman Mahesa askara William.


selesai menata pakaian yang tadi di belinya di bergegas untuk menyegarkan dirinya di bath up.


berburu barang keluaran terbaru dan limited edition . hanya itu kegiatan Ny.william untuk menghabiskan harinya yang berjalan sangat lambat.


di dalam bathup telah tersedia air beraroma sabun mawar yang menyegarkan setelah melewati satu hari sulit lagi . saera berendam di dalamnya dan memejamkan mata sebentar.


terlihat jatuh setitik air bening di ujung matanya, sesaat sebelum saera dikejutkan oleh ketukan pintu dan beranjak dari mandinya dan melihat siapa yang mengetuk. Ya benar saera menagis.


ceklek


saera membuka pintu, terlihat pelayan rumah berusia sekitar lima puluhan membawa nampan berisi makanan juice dan juga potongan buah segar.


"nona, anda belum makan siang saya menyiapkan makanan kesukaan anda" memandang saera, lalu masuk membawa nampan itu dan menaruh di nakas setelah dipersilahkan saera.


" terimakasih bik. " jawab saera datar tanpa senyuman.


" saya permisi nona" lalu berlalu turun ke bawah dan menuju ke dapur .

__ADS_1


saera menghabiskan makan siangnya. karena dia memang sama sekali tidak memasukkan apapun ke perutnya selama pergi ke butik tadi . selesai menghabiskan makanan favoritnya dia beranjak ke kamar mandi seraya membawa gelas juice di tangannya. lalu dia membuang ke toilet.


dia tidak pernah meminum minuman itu karena dia tahu betul suaminya telah menyuruh pembantu untuk memasukkan obat subur ke dalam minuman tersebut . tentu saja saera tidak mau mengandung anak Aska karena nanti dia tidak akan pernah bisa lepas darinya.


lalu dia beranjak untuk merebahkan diri sebentar dan waktu sudah menunjukan pukul enam sore. saera terbangun dan turun ke bawah.


sepi.


"kemana semua orang" gerutuny sambil menuruni tangga.


" bik Nini.." panggilnya seraya meyapu seluruh ruangan dengan matanya.


karena tidak menerima jawaban dari penghuni rumah lainnya, saera memutuskan untuk keluar jalan kaki dia berjalan ke jalan belakang komplek rumahnya


FLASHBACK.


plakkk.


sebuah tamparan mendarat di pipi kiri mulus saera dan tampak bekas lima jari berwarna merah di sana


" berani sekali kamu pulang dengan uang segini " seraya menampar pelan beberapa lembar uang ke muka saera dengan wajah pias

__ADS_1


" maaf Bu, tadi saera kurang enak badan jadi kerjanya setengah hari" jawab saera menunduk sambil memegang pipinya .


"alah banyak sekali alasan kamu. dasar nggak tahu di untung kamu" lalu menjambak rambut saera.


tidak ada air mata yang jatuh dari pelupuk mata saera, seolah telah kering mata itu karena setiap hari dia menerima perlakuan seperti itu dari Meisya sang ibu tiri.


"maaf Bu , saera janji besok akan membawa uang lebih dari ini " memegang tangan ibunya yang masih menjambak rambutnya.


" sudah sudah, lepaskan dia . biarkan dia untuk hari ini. jangan menyiksanya lagi biar bagaimanapun dia mata pencaharian kita "


sela seorang pria tua yang tak lain adalah suami baru sang ibu tiri.


Ya ibu kandung saera telah meninggal sejak umurnya 5 tahun, lalu setahun kepergian ibunya ayah saera menikah lagi dengan ibu tirinya sekarang . namun seolah kesenangan tak pernah berpihak pada saera sang ayah meninggal di umur saera menginjak 20 tahun.


ibu tirinya tidak membuangnya, justru dia dijadikan budak pencari rupiah di keluarganya itu setaelah sang ibu tiri menikah lagi .


" masuk kamarmu sana" melepaskan rambut saera .


lalu saera segera beranjak ke kamarnya dan mengunci diri di dalam kamar lusuhnya.


" nyonya , ternyata anda disini" menunduk hormat seorang pria bertubuh kekar yang tak lain adalah bodyguard nya. " saya mencari anda kemana mana" sambungnya lagi.

__ADS_1


saera tersadar dari lamunannya " ayo kita pulang " saera berjalan diikuti pengawalnya.


****


__ADS_2