Cinta Demi Balas Budi

Cinta Demi Balas Budi
lari di hari menjelang pernikahan


__ADS_3

Bab 1


Nama ku Samudra Anjaya biasa dipanggil Sam. Kini hari yang paling bahagia di hidupku, karena aku dan keluarga tengah mempersiapkan hari pernikahanku, yang akan di langsung kan tiga hari mendatang.


Suasana tengah disiapkan semewah mungkin untuk merayakan hari pernikahanku yang merupakan putra tunggal dari pengusaha ternama pak Antonio yang memiliki cabang usaha di luar dan di dalam Negeri, kekayaannya bisa mencapai setengah pulau Indonesia. Undangan pernikahan telah disebar dari dalam negeri, luar negeri hingga pelosok negeri.


Siapa yang tidak mengenali perusahaan Antonio, pengusaha muda yang sukses mencetak rekor sebagai pengusaha terkaya, ini bukan cerita tentang papiku yang kaya raya, tapi ini tentang kisahku, kisah seorang Sam.


Sam tengah duduk tersenyum di atas ranjang nya, yang kini sudah dihias secantik mungkin dengan dekorasi Ala romantis.


Menatap di tiap sudut dinding yang penuh nuansa indah," aku tidak bisa membayangkan akhirnya gadis yang aku pacari selama 5 tahun akan jadi istri ku tiga hari mendatang,"Sesaat teringat masa lalu.


"Aku mencintaimu putri Cantika" sahut Sam di panggung perpisahan sekolah sewaktu SMA, spontan semua mata tertuju kepada keduanya, yang mendapat apresiasi langsung dari sang guru dan para sahabat atas keberanian Sam dalam mengutarakan cinta nya untuk putri Cantika.


Perjalanan cinta mereka pun berlanjut hingga hampir ke pelaminan walau banyak rintangan yang silih berganti dalam hubungan mereka.


"Aku bahagia Cantika," akhirnya sebentar lagi aku bisa memilikimu seutuhnya,aku akan mencintaimu dan selalu menyayangimu," batin Sam dalam hatinya.


"Ayo, yang mau nikah,! Mikirin apa nih, jangan, jangan ..ngebayangin..." ucap Ando sahabat ku sedari kecil hingga kini yang membangun kan ku dalam hayal ku yang lagi asyik mengenang masa lalu.


"Ah apaan sih kamu playboy cab garpu, main masuk saja, tidak tahu aku tengah mengenang masa indah hingga akhirnya aku bisa menikahi nya, ha ha,ha" ucap Sam bahagia.


"Cih yey yang mau nikah, udah kebelet, kasih jampi dong agar bisa membawa pasangan kita ke pelaminan,iri gue," tambah Ando.


"Trik nya cuman satu hargai wanita jangan diselingkuhi terus, jadi cowok bangga jadi playboy,," ucap Sam menyindir.


"Arghh, kamu di sini? Sam itu tu …." sahut Ali Sahabat ku juga,! tapi tidak begitu akrab, dia tengah berlari menuju kamar ku masuk nyelonong tanpa permisi.


"Kamu kenapa sih lari-lari, di kejar bencong lagi kamu,ha,ha," ucap Ando


"Gawat Sam, gawat, itu tu Mutiara di usir dari rumah oleh mama tiri nya," sahut Ali yang membuat Sam kaget dan langsung berdiri menghampiri Ali yang masih ngos-ngosan itu.


"Apa?" Sahut Sam serius," kamu tidak berbohong kan?" ucap Sam mencoba meyakinkannya lagi, hingga akhirnya Sam berlari ke arah tempat gantungan kunci motornya.


"Kemana Sam, sini dulu,,ini Tante sahabat mama dulu ingin bertemu," sahut mama Sam dengan nada sedikit keras.


"Nanti dulu ma,!" Sahut Sam yang langsung berlari menggunakan motor kesayangan itu.


Bak petir menyambar, laju kendaraan Sam kecepatan nya melebihi maksimal hingga ia sampai tepat di depan rumah Mutiara yang tengah menangis tersipu di kaki mama tiri nya.


"Ada apa ini," tanya Sam menyambar bak tamu yang tidak diundang, membantu Mutiara berdiri dari kaki mama tiri nya seraya menangis


"Kamu kenapa?" Tanya Sam dengan menghapus air mata dipipi Mutiara


"Kenapa Mutiara di usir dari rumah nya sendiri, yang berhak pergi dari sini ni, Tante bukan Mutiara, Karena rumah ini rumah almarhum mama nya Mutiara," sahut Sam yang memberikan pendapatnya sendiri.

__ADS_1


"Dulu memang rumah ini rumah nya, tapi sekarang tidak karena papa sama Mama nya sudah goip,ke liang lahat, ha,ha,..." ucap mama tiri Sam dengan adik tiri Mutiara yang bernama Ara.


"Tante kelewatan, akan aku tuntut Tante, lihat saja nanti," ucap Sam mencoba memberi ancaman terhadap mami tiri Mutiara.


"Oh ya, takut! Ha ha ha ha … Sana loe dengan bayi haram mu! Ha ha ha …." tambah mama tiri Mutiara


"Apa Mutiara, Bayi?" tanya Sam seolah tidak percaya.


"Jadi kamu tidak tahu jika adik angkat mu itu tengah mengandung? Dan yang paling kasihannya sang ayah si janin kabur, tidak mau bertanggung jawab akan perbuatannya! Makanya jadi cewek jangan gatal," tambah mama tiri Mutiara.


"Apa itu benar Muti?" tanya Sam yang begitu terpukul mendengar pengakuan mama tiri Mutiara.


"Iya Kak, maafkan Muti tidak mau mendengar kan kakak," sahut Mutiara yang sedang menangis menyesali perbuatannya.


"Kemana bajingan itu?" ujar Sam dengan emosi.


"Dia kabur keluar negeri Kak, Muti sudah mencarinya kak selama dua bulan ini,"


"Apa kamu sudah hamil dua bulan? Dan aku tidak tahu," ucap Sam begitu terpukul menatap Mutiara yang menganggukkan kepalanya.


"Ahh hhh apa yang kamu lakukan Mutiara? Mau diletak dimana wajahku, kakakmu Andra pasti sedih disana jika tahu aku tidak menjaga adiknya dengan baik. Arghh kenapa kamu lakukan ini denganku, maafkan aku Andra! Aku gagal menjaga adikmu," pekik Sam yang marah ke arah Mutiara itu.


"Maafkan Muti Kak, Muti yang salah tidak mendengarkan kata Kakak, maaf," ucap Muti yang kembali bersimpuh di kaki Sam.


pekik mama tiri Mutiara mengusir Sam dan Mutiara.


"Aku akan membawanya dan akan ku pasti kan semua yang sudah anda rebut dari Muti akan kembali ke tangannya kelak," ancam Sam yang mulai mendirikan Muti yang masih bersimpuh di kaki Sam.


"Ayo ikut aku," ucap Sam yang menarik tangan Muti, dan membawa semua keperluan Muti pergi dari rumahnya sendiri.


"Oh ya! Di dalam tasmu sudah aku siapkan semua berkas. Siapa tahu kelak Sam mau menjadi ayah dari janin yang kamu kandung itu," ucap Ara seraya tertawa yang diikuti tawa oleh mami tiri Mutiara.


Sam tidak membiarkan Mutiara menoreh kebelakang, dan membawa Mutiara pulang ke rumahnya.


Walau nantinya akan timbul keributan, karena mami Sam sangat membenci keluarga Muti.


"Kamu dari mana Sam? Kenapa gadis ini kamu bawa masuk ke sini ha?" tanya mami Sam yang marah melihat Sam, seperti seorang yang tidak terdidik main lari saat di minta menyalam sahabat maminya tadi.


"Mutiara lagi ada masalah Mama! Apa Muti boleh tinggal disini?" Tanya Sam mencoba kompromi dengan mamanya


"Apa kamu pikir papimu, akan menerima dan menampung anak dari seorang penipu," ucap mami Sam dengan lantang, membuat Mutiara merasa bersalah dan malu di hadapan para kerabat Sam yang tengah ikut membantu pernikahan Sam tiga hari mendatang.


"Mama, jaga ucapan Mama," balas Sam yang kini membiarkan kepala Mutiara bersandar di bahu Sam.


"Sudah Kak, Muti pergi saja," ujar Muti dengan uraian air mata.

__ADS_1


"Tidak," ucap Sam menarik tangan Mutiara masuk ke kamarnya.


"kamu disini dulu aku akan mencoba membujuk mami ku dulu," ucap Sam yang meninggalkan Mutiara di dalam kamar yang sudah dihiasi dengan dekorasi yang mewah.


" Tapi Kak," ucap Muti membantah.


Kompromi pun mulai dilakukan antara Sam dengan kedua orang tua Sam, yang tidak mendapat jawaban manis dari keduanya, membuat Sam sangat kecewa dan kembali ke kamarnya.


"Sam, usir dia papi tidak Sudi jika ia tinggal disini," masih lirih papi Sam yang tidak digubris oleh Sam.


"Kita harus pergi dari sini" spontan ucap Sam yang sudah menghabiskan waktu satu jam berpikir keras dengan otaknya mencari jalan keluar yang terbaik untuk Mutiara.


"Apa Kak?" tanya Mutiara seakan tidak percaya.


"Jangan Kak, Kakak mau menikah, kasihan kak Cantika. Biarkan Mutiara sendiri Kak! Nanti Muti cari tempat tinggal sendiri," ucap Muti yang berlimpah air mata.


"Jika kamu kasihan denganku, kamu pasti mau mendengarkan kata-kataku sedari dulu Muti!! Bukannya menyerahkan dirimu dengan mudah untuk orang, lihat nasibmu sekarang. Bagaimana aku bisa diam melihat adik sahabatku menderita, Muti!! Ahhh," ucap Sam seraya tidak percaya jika Muti kini tengah hamil.


Sam pun mulai mengambil tas nya yang ia isi dengan beberapa baju ganti, ATM ya ATM , pasti jika aku keluar papi akan memblokir semua kartu ku," ucap Sam seraya berpikir memindahkan semua saldo ATM nya ke ATM milik nya dari bank berbeda" setidak nya aku butuh duit untuk bertahan hidup" gumam Sam pada dirinya sendiri yang tengah sibuk menyiapkan segala peralatan yang hendak ia bawa kabur.


"Kak, jangan bilang kakak mau meninggalkan pernikahan kakak," ucap Mutiara mencoba meyakini apa yang ia lihat


"Seperti nya begitu Muti, dan ini akibat ulahmu, aku terpaksa meninggalkan orang yang sangat aku cintai di hidupku, demi anak yang ada di dalam perut mu" ucap Sam dengan sedih dan memandangi semua dekorasi yang ada di kamarnya," harus nya tiga hari lagi aku akan bahagia," masih lirih Sam dengan mata mulai berbinar.


"Tapi kak,"


"Argh, kamu banyak bicara Mutiara! Kamu sudah menghancurkan pernikahanku, masih berani Protes denganku," ucap Sam yang mulai menarik tangan Muti hendak pergi.


"Kamu mau kemana Sam?" ucap papi mami Sam yang melihat Sam pergi dengan membawa tas nya, tanpa ada jawaban Sam mengemudi mobil sport terbaru hadiah ulang tahun dari papinya.


"Sam, jangan pergi," sahut seorang gadis yang nama dan wajahnya sangat melekat di ingatan Sam! Iya itu putri Cantika gadis yang Sam pacari selama lima tahun dan hendak menikahinya dalam waktu tiga hari ini. "Sam kamu sudah janji denganku Sam," ucap Cantika menangis dari samping pintu mobil Sam.


"Maafkan aku Cantika, bukannya aku tidak mencintaimu, tapi kebahagiaan Mutiara jauh lebih penting dari kebahagiaanku" gumam Sam dalam hatinya.


"Sammm …." teriak Cantika yang melihat mobil Sam sudah pergi berlalu.


"Kamu jahat Sam, mengorbankan aku untuk Mutiara!!" teriak Cantika yang kini di peluk oleh mami Sam.


"Hadang dia," ucap papi Sam memerintah anak buah nya untuk menghadang Sam


"Aku akan jadi buronan papi ha ha hah, ini berkat kamu Muti, kehidupanku juga akan berakhir seperti kamu," masih ucap Sam dengan nada sedih


"Kak, turunkan Mutiara! Kembali lah ke kak Cantika kasihan dia Kak," ucap Muti


"Apa kamu masih bisa bilang kasihan, dengan apa yang sudah kamu buat untuk hidupku?" ucap Sam seraya marah terhadap Muti.

__ADS_1


__ADS_2