
Bab 53
Disandera mantan kekasih
"Sam, Sam!" Pekik Rian dari depan pintu rumah Sam itu, membuat yang dipanggil menoleh ke arah suara.
"Kamu Rian, ada apa? Kenapa kamu bentuk orang gila berteriak di depan rumahku?"
"Dimana kamu sembunyikan Mutiara? Bilang denganku Sam, kamu masih menginginkannya kan? Dan memintanya untuk tidak kembali pulang!"
"Apa maksudmu sih Rian? Mutiara kenapa?" Sam balik bertanya ke arah Rian yang menampakkan wajah cemasnya.
Awalnya Rian hanya memberikan gertakan terhadap Mutiara, tidak bersungguh-sungguh untuk mengusir Mutiara. Tapi setelah Rian sadari Mutiara tidak kunjung pulang, dan orang yang satu-satunya dekat dengan Mutiara adalah Sam.
"Sudahlah Sam, kamu jangan bersandiwara lagi! Aku tahu kamu kan yang menyembunyikan Mutiara?"
"Aku tidak paham maksudmu Rian, dan kasih tahu denganku apa yang terjadi dengan Mutiara? Apa dia tidak ada di rumahmu? Apa yang kamu lakukan terhadapnya Rian?"
Kali ini Sam meninggikan pita suaranya ke arah Rian yang terlihat cemas.
"Sudah lupakanlah, aku akan mencarinya sendiri," balas Rian yang memilih membalikkan badannya.
Sam melihat Rian yang hendak beranjak pergi, membuatnya menarik badan Rian utu.
"Katakan padaku apa yang terjadi dengan Mutiara, Rian?"
Rian tidak menjawab pertanyaan Sam, dia merasa telah salah menemui Sam. Membuat Rian menepis tangan Sam yang tengah memegang pundak Rian itu.
"Bukan urusanmu!"
Plakkk
Sam tidak bisa mengendalikan dirinya, membuatnya melayangkan pukulan ke arah Rian.
"Argh ah Sam!!" Pekik Rian terlihat sangat marah.
Tatapan tajam di lempar Sam ke arah Rian yang sedang memegang perut akibat pukulan keras dari Sam. "Ingat Rian, jika terjadi sesuatu terhadap Mutiara, maka aku tidak akan segan-segan menghabisimu! Katakan apa yang terjadi pada Mutiara?"
"Mutiara meninggalkan rumah, puas kamu!" Balas Rian yang memilih pergi.
"Argh ah Mutiara!! Kenapa kamu tidak menemuiku? Apa kamu tidak menganggapku sebagai kakakmu lagi Mutiara? Sehingga kamu tidak mau bercerita denganku! Aku harus mencarinya," ujar Sam pada dirinya sendiri.
Sam mulai melakukan pencarian terhadap Mutiara, mengelilingi kompleks serta mencari ke tempat dimana biasa Mutiara pergi.
Sudah cukup puas Sam mengitari jalan mencari keberadaan Mutiara, tetap saja dia tidak menemukan titik terang akan keberadaan Mutiara.
"Aku harus ke rumah Rian," ujar Sam pada dirinya sendiri yang mengarahkan mobilnya ke kediaman Rian.
Tok tok tok ….
__ADS_1
"Bik, bik! Buka pintu," nyaring suara wanita terdengar di telinga Sam dari depan pintu rumah Rian.
"Seperti suara Cantika," batin Sam yang memilih menerobos masuk ke dalam rumah Rian.
Klekk
"Cantika," panggil Sam seolah tidak percaya, jika seseorang yang di depannya merupakan wanita yang tengah di carinya. "Kamu, kenapa kamu disini?" Pertanyaan pertama yang dilontarkan Sam. Tatapan marah dan kebencian terpancar dari sorotan matanya.
"Sam, a … aku! Aku kesini …." ujar Cantika dengan terbata-bata.
"Argh, pantesan Mutiara memilih pergi! Semua ini karena kamu, argh Cantika! Apa yang kamu lakukan disini? Apa kamu ada hubungan dengan Rian?"
"Jaga ucapanmu Sam!" Pekik suara Rian dari belakang badan Sam.
Rian dengan cepat membantah tudingan yang diberikan Sam.
"Argh ah, kamu Rian! Jika kalian tidak ada hubungan, lantas kenapa Cantika ada di rumahmu? Dan kenapa Mutiara memilih pergi, jika bukan karena memergoki perselingkuhan kalian?"
"Sam!" Pekik Cantika marah.
"Jaga ucapanmu Sam, apa kamu sadar jika kamu tidak becus menjadi suami? Hingga istrimu memilih lari menemui ku?"
"Argh ah, ha aku tidak peduli akan apa yang terjadi dengan kalian! Yang aku mau sekarang, aku ingin kamu mencari keberadaan Mutiara! Aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan orang yang aku cintai dan aku sayangi," ucap Sam yang membuat Cantika marah, begitu juga Rian yang menatap nanar kebenciannya ke arah Sam.
"Sam, kamu memang tidak pernah berubah!" Pekik Cantika.
"Jaga ucapanmu Sam, Mutiara masih istriku!"
"Argh ah Sam! Aku minta kamu keluar kini dari rumahku!" balas Rian yang menunjuk ke arah pintu.
"Aku tidak ingin pergi, sebelum kamu bisa memberikan aku kepastian akan keberadaan Mutiara!"
"Sam, jika aku tahu akan keberadaannya, aku tidak akan sedih dan mencari tahu kemana dia pergi Sam!"
"Argh ah Rian!! Apa kamu tidak tahu Mutiara sangat berarti di hidupku Rian? Bagaimana bisa kamu membiarkannya pergi dari rumahmu tanpa kamu cegah Rian!"
"Maafkan aku Sam, aku akan menemukan keberadaannya segera! Karena aku telah mengutus mereka untuk mencari keberadaan Mutiara."
"Aku akan membantumu untuk mencari keberadaannya," balas Sam yang memilih duduk tanpa diminta sang pemilik rumah.
"Sam, bisa tidak kamu jangan terlalu memikirkannya, ingat aku Sam! Aku cemburu melihatmu yang selalu memperdulikannya, bahkan aku sudah keluar satu Minggu lebih dari rumah. Kamu tidak mencariku Sam?"
"Siapa bilang aku tidak mencarimu Cantika? Tapi sudah lah, buat apa mencarimu! Jika kenyataannya kamu dan Rian berselingkuh."
"Jaga ucapanmu Sam!" Tegas Rian yang marah ke arah Sam.
"Aku memang belum memiliki bukti akan kedekatan kalian, Tapi jika itu benar terjadi. Saat itu juga aku akan menceraikanmu Cantika!" ancam Sam yang membuat Rian dan Cantika saling melempar pandangan.
Sam menaruh curiga terhadap Rian dan Cantika yang memiliki hubungan gelap.
__ADS_1
"Argh, lebih baik kita membahas soal keberadaan Mutiara, Sam," ajak Rian yang mengalihkan pembicaraannya.
Hari kian larut, informasi akan keberadaan Mutiara belum juga ditemukan. Menambah kecemasan di raut wajah Rian dan Sam.
"Apa tidak sebaiknya kamu pulang saja Sam? Aku tidak ingin kamu menginap di rumahku, besok kita akan memikirkan kembali kemana kita akan mencari keberadaan Mutiara!"
"Apa kamu mengusirku? Oh iya aku lupa, kamu dan Cantika ingin bercinta khan? Baiklah aku pergi!"
"Sam, aku istrimu!" Pekik Cantika yang terlihat marah ke arah Sam yang memilih berdiri itu.
"Oh iya, aku lupa jika kamu istriku! Karena seorang istri tidak mungkin meninggalkan suaminya berhari-hari," balas Sam seraya ingin melangkah pergi.
"Tunggu Sam, aku ikut!" Panggil Cantika yang menyusul Sam.
Cantika menarik tangan Sam dan memilih masuk ke dalam mobil Sam itu. "Argh, ah kenapa kamu tidak tinggal dengannya saja? Aku tidak apa kok! Beneran, apalagi jika kamu memintaku untuk menceraikanmu! Dengan senang hati aku mau Cantika!"
"Sam, kenapa kata-katamu selalu menyakiti perasaanku Sam, apa kamu benar-benar tidak mencintaiku lagi Sam? Apa kamu benar-benar ingin pisah denganku?"
"Hmm, apa kamu bersedia?"
"Tentu tidak Sam! Aku tidak akan membiarkanmu menyatu dengan Mutiara!"
"Argh ah, sudah kuduga! Jika begitu berhentilah bertanya Cantika, dan belajarlah untuk menjadi istri yang baik untukku. Agar aku bisa menerimamu kembali!"
Pov Mutiara.
Aku lelah seharian harus menemani dan menjaga kak Tika, bahkan Deni tidak memberikan aku ruang untuk istirahat sejenak. Kenapa dia selalu memperlakukanku kasar, tidak seperti pertama aku mengenalnya. Dia begitu lembut hingga aku mau menerima cintanya.
"Sam, Sam! Kamu dimana sayang?"
Mendengar suara kak Tiara yang masih memanggil nama kak Sam dalam tidurnya, membuatku yakin betapa dia sangat mencintai kak Sam.
Apa aku tidak sebaiknya menghubungi kak Sam diam-diam? Tapi, argh bagaimana caranya? Jika telepon dan semua barangku di sita oleh Deni.
Aku mengendap-endap masuk ke dalam kamar Deni, saat semuanya tengah tertidur lelap. Aku mencari keberadaan tasku yang disembunyikannya di dalam kamarnya.
Nyaring tanpa bunyi ku melangkah dan membuka pintu, berharap si pemilik kamar jangan terbangun melihatku yang berada di dalam kamarnya itu.
Dimana dia menaruh tasku, aku mulai mencari keberadaan tasku di sekitar kamarnya, dan Deni tampak tertidur lelah membuatku sedikit aman.
Wk wk wk
Deni membalikkan badannya, membuatku ketakutan jika dia mengetahuiku yang sedang mengacak kamarnya itu.
Ini dia! Aku sangat senang saat mendapat tasku kembali, aku ambil ponselku yang berada di dalam tas itu dan memilih berjalan kembali menuju arah pintu.
Brukk
Argh ah, lirih nafasku sangat kaget saat benda yang diatas mejanya terjatuh membuatku berdiri mematung, aku begitu takut jika Deni mengetahui kedatanganku di kamarnya.
__ADS_1
Klekk
"Mutiara!"