
Bab 25
Menentukan hari pernikahan Sam dan Cantika.
"Kita buat acaranya sederhana saja ya sayang? Kamu tidak apa kan? Yang jelas kamu dan Sam menikah, mami senang mendengarnya. Akhirnya kalian menikah juga, oh iya! Masalah perceraian mu dengan Ando, sudah diurus oleh pengacara papi. Kalian akan menikah secepatnya, walau hanya pernikahan siri sementara. Nanti jika anak kalian lahir! Baru kita adakan lagi pesta besar-besaran," ujar mami yang tengah mempersiapkan pernikahan itu dengan Cantika.
Aku hanya duduk menatap mami dan Cantika, yang sedang merancang pernikahan itu. Ingin aku batalkan tapi melihat senyum mami yang bahagia, membuatku tidak tega menyakitinya untuk kedua kalinya.
"Sam, bagaimana menurutmu Nak," sapa mami.
"Terserah Mami lah," balasku yang memilih beranjak dan pergi meninggalkan mami dan Cantika.
Aku berjalan ke arah samping rumah, menikmati kesendirianku yang tidak bisa berbuat apa-apa.
"Sam, apa kita boleh bicara?" ujar Cantika yang tiba-tiba memanggilku dari belakang.
"Uhm," lirihku tanpa menolehnya yang tengah berdiri di samping tempat ku duduk.
"Terima kasih Sam, kamu tidak menolak pernikahan ini! Dan aku harap kamu jangan berniat kabur dan meninggalkanku lagi," pinta Cantika mencoba meraih tanganku, yang tengah asyik memainkan game kesukaanku.
"Iya," balasku dan berdiri darinya.
Tapi Cantika tiba-tiba memelukku. "Aku masih sangat menyayangimu Sam," bisiknya yang tengah memelukku dengan erat.
Aku ingin mengusap perlahan rambutnya, menenangkannya dalam pelukanku, tapi serasa tangan ini tidak ikhlas menyentuh badan nya yang sedang memelukku. Dia telah berubah. Tidak seperti Cantika kekasihku dulu. Kini rasa tidak nyaman berada di dekatnya.
"Aku mau kedalam," balasku yang melepas pelukannya dan berjalan ke arah kamar. Aku tidak peduli akan hatinya yang bersedih, bagiku Cantika sudah keterlaluan menjebakku dalam masalahnya. Bagaimanapun ku mencoba mengingatnya. Tetap saja aku tidak merasa melakukan apapun untuknya, bagaimana cara dia merekayasa jika aku melakukan itu.
"Sam, Sam," masih panggilnya yang tidak aku hiraukan.
Aku tetap berjalan ke arah kamar dan mengunci rapat kamarku.
Tut Tut Tut ….
Sebuah pesan masuk yang aku dapat dari ponsel yang sedang aku pegang, hingga aku membacanya.
Sebuah kiriman foto dari Ando, yang menyatakan dirinya telah resmi bercerai dari Cantika. Di foto itu terlihat Ando sangat bahagia memegang surat perceraiannya, dan Ando menunjukkan seorang wanita cantik yang tidak kalah cantiknya dari Cantika.
__ADS_1
"Terima kasih Sam, sudah membantuku bercerai darinya. Dan aku akan segera menikah lagi dengan wanita yang aku cintai," pesan singkat yang Ando kirim ke telepon seluler milik Sam.
"Kamu kurang ajar Ando!!" Pekik Sam kesal karena Ando terlihat bahagia dengan wanita cantik yang dia tunjukkan.
Sementara Sam harus menerima pernikahannya, demi kebahagiaan sang mami, yang sangat mendambakan cucu. Walau anak yang dalam perut Cantika bukan darah daging Sam. Tapi siapa? Pikiran Sam kembali melayang, jika bukan Ando siapa? Sam bertanya pada dirinya sendiri.
Sam tidak mungkin merusak momen bahagia kedua orangtuanya, hingga Sam memilih untuk menerima kenyataan ini. Menjadi ayah untuk benih yang tidak dia tanam.
****
"Bagaimana para saksi apakah sah?" tanya sang penghulu yang menikahkan Sam dan Cantika.
"Sah," balas para saksi.
Hingga acara diakhiri dengan pembacaan doa.
"Terima kasih ya sayang," ujar sang mami terhadap Sam yang tidak menolak pernikahan itu.
Sam menganggukkan kepalanya ke arah sang mami, yang diakhiri dengan sungkem kehadapan kedua orangtuanya itu.
Cantika juga tampak sangat bahagia sudah berhasil menjadi Istri Sam, walau Sam sedari tadi menampakkan raut wajah kusut di acara pernikahannya, yang tidak banyak mengundang tamu. Dan acara dilakukan tertutup, hingga para awak media tidak ada satupun yang meliput acara pernikahan yang berlangsung di hotel milik Sam.
Sam dengan terpaksa berjalan mengikuti keinginan sang mami, tanpa pernah membantah nya lagi.
Menggandeng tangan Cantika menuju ke kamar hotel, yang sudah dipersiapkan oleh sang mami untuk Sam dan Cantika.
"Kamu tidurlah dulu," titah Sam terhadap Cantika, sementara Sam berjalan ke arah sofa.
Sam mencoba menenangkan dirinya dengan bermain sebuah game, seperti halnya yang sering dia lakukan menemani suntuknya.
Cantika paham, jika Sam sengaja menghindar malam pertama dengannya, hingga Cantika berjalan ke arah Sam yang sedang duduk di sofa itu.
"Sudah Cantika, tidak usah merayuku," ujar Sam yang melihat Cantika semakin dekat.
Sam berdiri dan menepis tangan Cantika yang berusaha meraih tangan Sam.
"Aku ingin keluar," lirih Sam yang berjalan ke arah pintu.
__ADS_1
Klik klkk
Sam berkali-kali mencoba membuka pintu kamar yang tengah ditempati Sam, tapi pintu itu seolah dikunci seseorang dari luar.
Tut Tut Tut ….
Bunyi pesan singkat yang kembali masuk ke telepon seluler yang sedang di pegang Sam.
"Selamat menikmati malam pertama Sam," isi pesan singkat yang dikirim Ando terhadap Sam.
"Argh, awas kamu nanti Ando," Sam berdecak kesal, dan mengancam Ando yang mengirim stiker, juga video film dewasa ke telepon seluler milik Sam itu.
"Argh, ah …." Lirih Sam membanting telepon selulernya itu.
Sam seolah kepanasan dan berjalan ke atas meja, meminum minuman yang tengah disediakan oleh seseorang untuk mereka berdua.
"Apa kamu baik-baik saja Sam?" Ujar Cantika terhadap Sam yang sekali tekuk minuman itu hingga habis.
"Minuman apa ini? Kenapa, argh … kok panas. Argh," sekilas Sam terbayang akan apa yang pernah dirasakan Mutiara. "Jangan bilang ini … argh, sialan!! Siapa yang sudah berani mengerjai ku. Apa ini Ando," umpat Sam kesal.
"Argh, kenapa ini? Kamu harus kuat Sam," ujar Sam menyemangati dirinya dan berlari ke arah kamar mandi.
"Sam, buka … buka pintunya Sam, aku akan membantumu menghilangkan rasa panas yang kamu rasa Sam," ujar Cantika dari balik kamar mandi itu.
Sementara lirih suara Sam yang sedang menahan kesakitan terdengar parau.
"Ayo Sam, keluarlah! Aku istrimu sekarang Sam, dan aku tahu apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak kesakitan," pinta Cantika lagi.
Klekk
Sam membuka pintu kamar mandi itu, dan menatap Cantika yang tengah berdiri di hadapannya.
"Sam a - aku …." panggil Cantika yang tidak sempat melanjutkan pembicaraannya, karena Sam terlebih dahulu mengunci mulut Cantika dengan bibirnya yang manis.
Sam melakukan perpaduan, hingga beralih ke penjarahan, menikmati tiap Senti kenikmatan yang dimiliki Cantika. Hingga tujuan akhir pencapaian di tengah ************ Cantika.
Sam melakukannya dengan penuh gairah, dia tidak melepaskan sosok tubuh yang tengah tersedia untuknya, ditambah rasa panas yang tidak akan hilang jika dia tidak melakukannya.
__ADS_1
******* tiap ******* Cantika berirama, membuat Sam semakin laju melakukan aktivitas percintaannya itu, dalam waktu yang cukup lama.
Seseorang sepertinya sengaja melakukan ini untuk Sam, hingga Sam terpaksa melepaskan keperjakaannya. Sam seolah acuh dan tidak peduli siapa yang sudah menjebaknya, yang ada dipikirannya kini melepaskan semua hasrat yang panas dan membuatnya liar.