
Bab 23
"Apa kamu baik-baik saja Sam? Sedari tadi kamu hanya diam, apa yang terjadi Sam?" Cantika menatap murung diraut wajah Sam. Perjalanan bahagia yang Cantika impikan, untuk pertama kalinya Cantika bisa berjalan berdua dengan Sam. Tapi Sam seolah tidak menikmati perjalanan dengan wanita yang lama mengisi hatinya.
"Uhm," jawab Sam yang tetap fokus melajukan kendaraannya, bayangan Mutiara bersama Rian menghantui pikirannya. Raut wajah sedih, cemburu dan marah. "Harusnya tadi aku tidak kedalam melihat anak Mutiara, agar aku tidak melihat keduanya, apalagi menatap Mutiara seolah menikmati kecupan yang diberikan Rian. Aku salah mengartikanmu Mutiara," lirih Sam dalam hatinya.
Sam berdecak kesal akan apa yang terjadi tadi, penyesalan, rasa bersalah dan amarah kini menghantui perasaannya.
Rian berhasil mendapatkan Mutiara dan cintanya, sedang aku kini tinggal penyesalan. Bahkan aku meninggalkan sosok wanita yang aku cintai. Walau sebenarnya dia juga tidak sebaik apa yang aku pikirkan.
"Apa kita langsung pulang Sam? Apa kamu tidak ingin membawaku ke suatu tempat," pinta Cantika yang menaikkan sedikit gaun yang dia pakai.
Walau Cantika tengah memakai gaun yang terbuka, tetap saja dia tidak berhasil merayu Sam, hingga Cantika berusaha menggoda Sam lagi.
"Sam, aku masih mencintaimu," lirih Cantika terhadap Sam, yang tengah menatap ke arah depan. "Kamu istri sahabatku Cantika, jangan mencoba menggodaku lagi," balas Sam.
Cantika tidak puas akan jawaban Sam, hingga Cantika menjalankan tangannya ke paha Sam. Membuat Sam seolah terbawa suasana, ia menikmati tangan nakal Cantika yang mencoba menggodanya. "Aku masih mencintaimu Sam, jangan tolak aku! Aku bisa terluka Sam," ucap Cantika lagi.
Sam hanya diam dan mencoba melepaskan tangan Cantika dari pahanya. "Jangan jadi wanita nakal Cantika, kamu kan tahu jika aku tidak akan melakukan itu kecuali dengan istriku kelak," Sam mengulang apa yang pernah dia katakan dulu terhadap Cantika.
Sam bukan pria kuno, dia memiliki wajah tampan, tahta dan harta tapi Sam memiliki prinsip yang tidak dimiliki pria lain. Yaitu menjaga kesucian wanita. Sam tidak pernah melakukannya sama sekali, dia selalu menjaga pada wanita yang menjadi kekasihnya tanpa merusak wanita itu.
Banyak wanita yang dipacari Sam memilih selingkuh, akibat Sam yang dianggap tidak gaul. Sam masih perjaka di usianya yang kini sudah mapan.
Jangankan satu bahkan seratus wanita pun bisa Sam miliki, melihat postur badan dan segi wajah yang tampan rupawan yang dimiliki Sam, wanita itu sendiri yang akan datang menawarkan dirinya untuk Sam. Tapi Sam bukan sosok pria yang nakal atau liar hingga dia memilih untuk sama sekali tidak mencobanya.
Tapi saat ini Sam harus menahan hasratnya, karena Cantika yang tidak menyerah menggodanya. Cantika hendak memasukkan tangannya ke saku celana Sam. "Cantika stop," pekik Sam menolak mentah Cantika.
Cantika menarik uluran tangannya, lalu menggeser badannya ke dekat jendela mobil Sam. Cantika merebahkan kepalanya di dinding jendela mobil itu, dengan uraian air mata yang berjatuhan.
"Cantika, maaf," lirih Sam yang melirik Cantika tengah menangis.
"Apa aku kurang menarik di matamu Sam? Sehingga kamu tidak pernah mencoba menerimaku dan selalu menolak ku, apa cuman Mutiara wanita yang bisa mengisi hatimu Sam? Aku benci kamu Sam," balas Cantika dengan isak tangisan.
"Maafkan aku Cantika, tapi aku memang tidak mau melakukannya, kamu kan tahu jika aku …." Ujar Sam menggantungkan pembicaraannya.
__ADS_1
"Iya Sam aku paham, cuman Mutiara yang berhak memilikinya," balas Cantika lagi.
"Cantik, jangan marah, kamu itu istri sahabatku! Aku tak akan mengkhianati sahabatku sendiri,"
"Tapi dia menghianatiku Sam,"
Sam paham akan sifat Ando yang suka berganti wanita, tapi bukan berarti Sam akan mengkhianati sahabatnya itu.
Kini mobil yang dikendarai Sam tiba di depan rumah Cantika. "Terima kasih Cantika, kamu sudah menemaniku ke pesta itu," ujar Sam yang berdiri di hadapan Cantika.
Cantika melihat kedatangan Ando dari belakang badan Sam.
Cup cup cup ….
Mata Sam seakan melotot, melihat Cantika yang menarik badan Sam dan menyatukan bibirnya ke bibir Sam.
"Apa-apaan ini Cantika?" Lirih Sam menghentikan penyatuan itu, tapi Cantika tidak ingin rencananya gagal.
Cantika menjalankan lidahnya di leher Sam, hingga sesaat Sam terbawa suasana akan kenikmatan yang ditawarkan Cantika.
Sam menghentikan serangan di leher Sam yang dibuat Cantika, dan kembali menahan pinggang Cantika, melawan serangan penyatuan dua bibir yang diketuai oleh Sam.
"Apa-apaan ini Sam," ujar Ando yang berlari dan menarik kasar badan Sam.
Plak
Ando menghadiahkan pukulan keras ke wajah Sam. "Kamu kurang ajar Sam!! Aku pikir kamu sahabat yang baik Sam, sudah ikhlas melepaskan Cantika denganku, ternyata.
Plakkk
Serangan mendadak Ando terhadap Sam lagi.
"Maafkan aku Ando, aku khilaf," balas Sam menyesali perbuatannya.
Sam dengan posisi terjatuh ke atas tanah itu, menatap rasa menyesal pada sosok sahabatnya. "Maafkan aku Ando," lirih Sam.
__ADS_1
"Kamu kurang ajar Sam," pekik Ando yang ingin melepaskan pukulannya lagi ke arah Sam, yang seakan pasrah menerima amarah sahabatnya.
Cantika berlari ke hadapan Sam. "Stop Ando, aku tidak mencintaimu dan aku dan Sam saling mencintai," pekik Cantika memarahi Ando.
"Argh," balas Ando.
"Apa maksudmu sih Cantika? Kamu yang menggodaku Cantika!! Dan aku tidak mencintaimu lagi! Itu tidak benar Ando, aku tidak mencintai Cantika lagi! Tadi, dia …." ujar Sam yang ingin melakukan pembelaan.
Sam tidak terima akan tuduhan Cantika. "Argh, harusnya aku tadi tidak terbawa suasana," lirih Sam menyesali perbuatannya.
"Cantika, aku ini suamimu!! Suami sah mu! Apa kamu ingin aku ceraikan Cantika? Aku bisa memiliki wanita yang jauh lebih cantik, baik daripada kamu Cantika," ancam Ando.
Mendengar sepasang suami istri yang tengah ribut, membuat Sam berdiri dan hendak pergi. "Kamu mau kemana Sam? Kamu harus tanggung jawab dan menikahiku lagi," pinta Cantika.
"Apa yang aku lakukan padamu? Kenapa aku harus tanggung jawab? Bukannya kamu yang menggodaku dan membuatku ingin … argh," lirih Sam kesal kenapa dia membalas kecupan yang Cantika berikan.
"Tapi Sam," Cantika tidak terima dan memilih mengejar Sam, menutup dan menahan pintu mobil Sam membuat Sam tidak bisa masuk ke dalam mobilnya.
Sam menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Apch," Sam berdecak kesal memainkan bunyi mulutnya. "Awas Cantika, biarkan aku pergi," pinta Sam yang ingin menepis badan Cantika.
Tapi Cantika terlalu keras kepala, Cantika sama sekali tidak ingin beranjak dari sebelah pintu mobil Sam. "Ayolah Cantika," lirih Sam seakan mengemis terhadap Cantika itu.
"Bisakah kamu menolongku Ando?" pinta Sam terhadap suami Cantika.
"Ah," lirih Ando melempar senyum keangkuhan, hingga Ando memilih meninggalkan keduanya.
Ando berjalan masuk kedalam rumahnya, membiarkan Cantika menggoda Sam. Seolah Ando tidak menginginkan Cantika itu lagi.
"Jangan buat aku marah Cantika," ujar Sam yang masih berusaha menepis badan Cantika.
Sepuluh menit lamanya Cantika tidak beranjak dari samping pintu mobil Sam, dan melihat Ando yang keluar membawa barang-barangnya.
Ando menaiki motornya. "Aku ikut," Sam memilih menaiki motor Ando.
"Tapi Sam," ujar Ando.
__ADS_1
"Ayo jalan," pinta Sam.
Cantika berusaha mengejar Sam. "Sam, Sam jangan tinggalkan aku lagi," pekik Cantika menangis melihat Sam yang pergi dengan Ando.