Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Cinta Di Ujung Senja


__ADS_3

Part1


Andrew awalnya enggan menemui clientnya untuk meeting di sebuah cafe kecil ia tak suka dengan suasana ramai dan yah untuk kalangan orang sepertinya privasi adalah yang utama sedangkan meetingnya kali ini tak ada tempat privasi .


Namun entah kenapa Andrew tetap datang ke sana di temani asistennya yang setia .


Andrew berangkat ke cafe tempat Alina bekerja . Dari sana lah awalnya bermula , pertemuan singkat dengan Alina sebagai pengantar kopi dan makanan pesanan setelah meeting dengan clientnya selesai .


Andrew terpaku dengan kecantikan Alina yang alami , postur tubuh yang mungil dan mata almond yang benar-benar membuatnya terpana ,


Andrew tak pernah mengalami perasaan sememuja ini sebelumnya , bahkan pada wanita yang dulu pernah singgah di hatinya .


Perasaan ingin memiliki yang begitu besar hingga membuatnya benar benar gila .


Andrew tak berpikir sampai pada titik dimana hati dan pikirannya dikuasai Alina hanya dengan satu kali pertemuan saja . Seorang gadis biasa dengan penampilan sederhana namun kilauannya mampu membuat Andrew bertekuk lutut tanpa Andrew sendiri sadari .


....


"Sam __ selidiki gadis itu sampai sedetail mungkin , aku tidak ingin menerima kecacatan sedikitpun dari informasi yang nanti kau berikan" perintah Andre pada asistennya yang duduk di sampingnya .


"Maaf tuan ... Gadis yang mana yang tuan muda maksud?" Balas Sam bingung karena dari tadi ia hanya melihat satu gadis yang mengantarkan pesanan mereka ,


Tidak mungkin kan Tuan Andrew milemilihnya?-bisik Sam dalam hatinya merasa tak yakin .

__ADS_1


"Cek ... Tentu saja gadis pengantar makanan tadi " Tegas Andrew sambil menyeruput kapucino kesukaannya tanpa tahu Sam sedang memandangnya bingung


Sebelum Sam meyakinkan pikirannya, Andrew lebih dulu menatapnya heran


"Kenapa Sam?__ingat aku ingin informasi itu secepat mungkin" tegas Andrew sekali lagi yang mampu dijawab anggukan oleh Sam tanda bahwa ia mengerti perintah Tuannya tanpa harus bertanya lebih jauh ..


.


Sam mengetuk pintu ruangan luas itu dengan hati hati , membuka pintu setelah mendengar atasnmanya memerintahkan untuk masuk.


"Tuan .. ini berkas yang anda minta" Sam menyodorkan setumpuk berkas pada Andrew yang berisi informasi penting tentang seorang gadis . Dan Andrew menyelesaikan pekerjaannya hanya dalam waktu 24 jam .


Andrew menerima berkas tersebut sambil tersenyum , senang melihat kinerja asistennya yang cepat dan gesit .


"Baik Tuan ... Saya permisi "pamit Sam setelahnya .


Andrew membaca berkas tersebut dengan teliti dia tak ingin melewatkan sekecil apapun informasi dari gadis tersebut ..


"Ahhh... Jadi namanya Alina Mahesa , mahasiswa semester awal .. menarik !" Gumam Andrew sambil membaca riwayat Alina


Alina sebatang kara sejak ia lahir ibunya entah kemana , ayahnya pun ia tak tahu dimana . Alina tumbuh dalam panti asuhan kecil di sudut kota . Dan Alina enggan mencari siapa orangtuanya .


Alina Mahesa adalah nama pemberian dari ibu panti yang menemukannya dini hari menjelang subuh di depan panti tengah menangis karena kedinginan .

__ADS_1


Bayi mungil yang sengaja di buang dan tak meninggalkan jejak informasi apapun .


Jelas sudah Alina tak di inginkan kehadirannya sejak ia lahir .


Alina tumbuh menjadi gadis yang cerdas dan baik , selepas SMA ia mendapatkan beasiswa di salah satu universitas di kota , untuk itulah ia bekerja paruh waktu sesudah mengambil kelasnya untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya di kota yang serba mahal itu .


Sebelum mengambil kelasnya Alina lebih dulu menyelesaikan pekerjaannya di sebuah perusahaan besar sebagai OB .


Gaji di cafe sebagai paruh waktu hanya cukup untuk makan saja itupun ia sudah berusaha sehemat mungkin mengeluarkan uangnya .


Lalu ia mencoba peruntungannya melamar di sebuah perusahaan besar sebagai OB , biarlah ia merangkak dari bawah sebelum ia mencapai karir yang cemerlang , begitu pikirnya karena pada saat ia melamar lowongan pekerjaan yang tersedia hanya di bagian OB .


Alina berbesar hati menerima nya dan menjalani pekerjaannya dengan perasaan bahagia .


"Gadis yang luar biasa .." pikir Andrew , ia membuka lembar berikutnya dimana terdapat informasi nilai nilai semasa Alina sekolah dan yang terakhir informasi tempat nya bekerja .


Cafe Joy terletak tidak jauh dari universitas Alina dan ...


"Agung Diarga corp?" Andrew memicingkan mata , tidak bukannya Andrew takut akan apa pun namun ia sedikit malas berurusan dengan CEO perusahaan tersebut


"Ahhh ... Merumitkan saja "gumamnya kesal lalu mbanting berkas berkas itu keatas mejanya , suasana hatinya memburuk hanya karena sebuah nama dan itu pertanda buruk untuk semuanya .


"Sam ... Bawa gadis itu kehotel kita nanti malam bagaimanapun caranya "Andrew memerintahkan itu pada Sam saat ia keluar dari ruangannya untuk menghilangkan moodnya yang memburuk.

__ADS_1


__ADS_2