Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Part 6


__ADS_3

Part 6


Desahan kecil Alina lolos saat Andrew mengecup leher jenjang Alina .


Tangannya menekan pinggang Alina merapatkan tubuh mereka hingga gelayar panas memenuhi mereka berdua.


Sensasi yang membuat Alina terpaksa mendongakkan kepalanya,membuat Andrew semakin mudah mengakses leher Alina.


Matanya terpejam erat dan bibirnya menggigit bibir bawahnya menahan suara yang akan keluar.


Ini pertama kalinya Alina merasakan sensasi yang membakar tubuhnya.


Tubuh dan pikirannya tak singkron dengan hati dan akal sehatnya yang menyuruhnya menjauh dari pria itu.


Alina semakin menggigit bibirnya sendiri saat mulut Andrew tepat berada di antara tulang selangkanya , menghisap kulit putih Alina hingga meninggalkan jejak kepemilikan di sana.


Dengan sisa kesadarannya Alina mendorong tubuh Andrew yang tengah memenjaranya , memberikan kenikmatan yang belum pernah Alina rasakan sebelumnya.


"Alina .... Alina !!" desis Andrew saat tubuhnya sudah tegap , berdiri menjulang di depan Alina.


Tubuhnya masih rapat seperti sebelumnya dengan tuhuh Alina,mendekatkan bibirnya ke bibir merah Alina dan mengecup pinggir bibir Alina yang merekah.


Andrew menghentikan kegiatan panas di atas meja makan, yang akan terjadi jika ia tak bisa mengendalikan dirinya ..


Andrew tidak ingin hal itu terjadi saat Alina masih menganggapnya pria jahat dimata gadis itu.


"Tunggu sampai kita menikah , Alina ..."


"Kau akan menjadi milikku" geram Andrew menahan frustasi atas pelepasan yang tak sampai dan ia masih harus menahan itu sampai hari pernikahan mereka tiba .


Bersamaan dengan itu bel rumah Andrew berbunyi , Andrew beranjak dari sana setelah sebelumnya menurunkan tubuh Alina dari atas meja dan merapikan kemejanya yang berantakan akibat ulahnya ..


Dan menyunggingkan seulas senyum yang begitu manis sebelum beranjak untuk membukakan pintu .


"Tuan .. pesanan yang anda minta " ucap Sam sambil menyerahkan paper bag pada Andrew , setelah pintu itu terbuka.


"Baik .. bagaimana dengan sisanya Sam?" Tanya Andrew mengerutkan kening saat ia menerima paper bag sedang di tangannya


"Sisanya sudah ada di bawah Tuan ,, akan saya suruh orang untuk membawa kesini dan menyiapkan keperluan nona Alina tuan .." jawab Sam ..


"Nanti saja saya akan membawa Alina pergi sebentar , urus barang-barangnya selagi saya membawanya pergi " ucap Andrew , setelah itu langsung menutup pintu apartemen mewah itu tanpa menunggu jawaban dari Sam .


Namun sedetik kemudian pintu itu terbuka kembali , beruntung Sam belum beranjak dari sana , masih berdiri di depan pintu sambil memegang ponselnya .

__ADS_1


"Sam .. bagaimana dengan urusan pernikahan apa sudah siap?" Tanya Andrew setelah pintu kembali , ia tersenyum saat mendapati asistennya masih berdiri di depan pintu


Sam mendongak saat mendengar atasannya kembali bertanya dengan sigap menyimpan ponselnya kembali di dalam saku jasnya .


"Semua sudah siap Tuan .. anda hanya harus ke gereja untuk pemberkatan besok pukul 10 pagi Tuan .." jawab Sam


"Baiklah , kau boleh pergi " ucap David kemudian


Ia senang dengan cara kerja asisten nya itu , selalu memuaskan dan cepat ..


Sekembalinya Andrew , dia melihat Alina sedang duduk dan memakan sarapannya yang tertunda .


Meletakan paper bag berisi keperluan gadis di keatas meja.


"Pakai itu Alina , kita harus pergi ..." Ucap Andrew sambil memperhatikan cara Alina makan. Gadis yang unik dan jauh dari kriterianya yang sebelumnya , namun daya Tarik Alina begitu menyeretnya hingga ke dasar.


"Pergi kemana?" Tanya Alina parau setelah ia menelan suapan terakhir sarapannya .


"Bersiaplah , aku tunggu " jawab Andrew santai , lalu menjatuhkan dirinya di kursi


Alina tidak punya pilihan selain menuruti kemauan pria di depannya.


Beranjak dari kursinya dan meraih paper bag di hadapannya lalu bergegas ke kamar sebelum pria di hadapannya itu kesal menunggu .


Ia tidak ingin mencari Maslah setidaknya untuk hari ini , Alina ingin tahu rencana apa sebenarnya yang di lakukan Andrew padanya .


Ia sadar Andrew belum melakukan hal intim pada tubuhnya , ia salah sangka saat bangun dalam keadaan tak berbusana .


Marah pada dirinya sendiri yang tak mampu menjaga kesuciannya tanpa mencari tahu terlebih dahulu , hingga hampir mencoba melakukan percobaan bunuh diri .


Saat ia mandi dan membersihkan diri barulah sadar tidak ada bekas kekerasan di organ vitalnya , hanya bekas kecupan saja yang hampir memenuhi tubuhnya .


Untuk itu Alina berpikir ia masih mempunyai kesempatan untuk lari dan menjauh dari pria itu .


Setelah selesai dengan mengganti bajunya dengan gaun peach selutut beserta sepatu yang senada dengan gaunnya , Alina melangkahkan kaki nya keluar dari kamar .


Menemui Andrew yang tengah menunggunya di meja makan sambil memainkan ponselnya .


Andrew mendongakan kepalanya saat bayangan tubuh Alina tertangkap matanya .


Menatap Alina tajam dari atas ke bawah tanpa berkedip .


Rambut lembutnya ia sanggul sederhana dengan beberapa anak rambutnya jatuh menggerai lembut .

__ADS_1


Tanpa polesan makeup dan wajah polos yang bersinar .


"Ehem .. kau sudah siap ?" Ucap Andrew memutus kekagumannya pada Alina pagi ini .


Sepagi ini dan ia sudah di buat tergila-gila oleh gadis ini .


Alina benar-benar . Desah Andrew dalam hati .


Alina hanya mengangguk menjawab pertanyaan Andrew , dan menatap pria itu bingung.


"Ayo..." Ajak Andrew mengulurkan tangannya pada Alina


Sedangkan Alina diam tak menyambut tangan Andrew , hingga Andrew sendiri yang menarik tangan Alina kegenggamannya dan menarik Alina mendekat padanya .


sejenak Alina tertegun dalam dekapan Andrew , hangat begitu pikir Alina .


namun kesadaran menyentaknya hingga ia menjauhkan diri dari pelukan pria itu .


menunduk tanpa menatap pada Andrew


"aku bisa jalan sendiri .." ucapnya kemudian begitu lirih hampir tak terdengar


Andrew mendesah , berusaha memahami sikap Alina yang sulit sekali menerima dirinya .


Padahal dirinya adalah pria dengan sejuta pesona . Tampan , kaya dan memikat apalagi yang sebenernya gadis ini cari .


begitu pikiran rumit Andrew berkelana.


menebak nebak jalan pikiran Alina yang sulit ia dapatkan hatinya .


"baiklah .. "jawab Andrew akhirnya berusaha mengalah dan tak memaksakan kehendaknya terus menerus pada Alina .


Tidak ingin merusak suasana paginya yang mulai terasa menyenangkan


Andrew sadar , ia hanya harus berusaha lebih lembut dan tak memaksa pada gadis itu untuk sedikit demi sedikit meluluhkan hati Alina .


maka dari itu ia berusaha mengalah dan menjaga diri supaya tak bersikap seenaknya pada Alina dan berujung dengan semakin kerasnya Alina menolaknya .


keduanya berjalan bersisian menuruni lobi dengan lift khusus yang hanya bisa di akses oleh penghuni eksklusif para penghuni VVIP


sampai di lobi keduanya berjalan melenggang melewati pintu depan dengan di iringi tatapan heran dari seluruh pegawai yang berada di lobi , beberapa menyapa Andrew ramah


berberapa hanya menundukkan kepalanya menghormati si pemilik gedung yang jarang sekali berada di tempat .

__ADS_1


namun sekarang , sedang berjalan bersisian dengan seorang gadis yang tampak sederhana , dan hanya menundukkan kepalanya takut dan risih akan tatapan orang-orang di sana .


hingga lengan tetap itu meraih bahunya dan merapatkan tubuhnya pada tubuh kekar pria itu . Menunjukan pada para bawahannya disana bahwa gadis itu adalah miliknya .


__ADS_2