
Ada yang berbeda dengan penampilan Zein. Wajahnya yang dulu seringnya terlihat kaku dan datar bahkan seperti tanpa ekspresi karena sifatnya yang dingin dan super cool itu. Kini tampak lebih bersinar. Siapapun yang mengenalnya dan melihat ekspresinya saat ini pasti akan terkejut. Wajahnya tak berhenti memancarkan senyum. Ibarat matahari terbit dari barat itu adalah suatu hal yang sangat tidak memungkinkan. Seperti halnya melihat Zein untuk menyunggingkan senyum adalah suatu hal yang mustahil. Tapi siapa mengira, gunung es yang kokoh itu akhirnya meleleh juga oleh hadirnya cinta. Ya, cinta. Cinta yang datang tanpa diminta. Cinta yang hadir tanpa di undang.
Sepanjang hari Zein yang sibuk mondar-mandir memeriksa pekerjaan para pegawai dikantornya, bibirnya tak lepas dari senyum sumringah. Ketika menyapa para pegawainya pun Zein tak lupa dengan senyuman di bibirnya. Melihat sikap Sang CEO mereka yang sedikit aneh dari biasanya menjadikannya bahan perbincangan di perusahaan dan jadi tranding topic di antara semua pegawainya.
Tapi Zein yang bersikap santai dan biasa saja bahkan seolah tak peduli sama sekali. Hatinya yang sedang bahagia saat ini, tak dapat disembunyikan lagi oleh sikapnya yang dulu terkesan cuek dan angkuh. Kesan buruk dan mungkin sedikit menakutkan itu telah hilang dari pandangan mereka. Tapi perubahan sikap ini terkesan malah lebih menakutkan. Karena mereka takut akan terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi. Sesuatu yang mungkin tak pernah terpikir oleh mereka. Oleh karenanya mereka semakin bertambah was-was dan khawatir.
Sepertinya lebih baik jika boss mereka itu bersikap seperti biasanya saja. Dingin, cuek, arogan terkesan angkuh dan menakutkan. Sehingga dapat di prediksi suasana hatinya seperti apa.
Saat bersama Senja, sikap Zein lebih manis lagi. Sangat perhatian dan romantis. Dia akan memperhatikan setiap kebutuhan Senja dengan sedetail mungkin. Bahkan dia memperlakukan Senja dengan manja dan mesra. Setiap kali ada kesempatan, dia akan memeluk Senja dengan mesranya. Mencium wajah dan bibir Senja dengan sangat romantis.
Senja pun merasa senang dan bahagia mendapat perlakuan yang begitu manis dari pria yang mendekati sempurna itu. Kini karakter Zein berubah menjadi seperti dokter Gu Wei dalam drama China "The Oat of Love" yang sedang digemari oleh banyak kaum hawa.
Gadis mana yang tidak akan terpikat dan klepek-klepek mendapatkan perhatian yang sangat romantis seperti dokter Gu Wei.
Ahh..... rasanya mungkin hanya akan ditemui dalam dunia drama saja. Tapi kini Senja merasakannya sendiri. Dia tidak menyangka Zein mempunyai sisi romantisme yang hampir mendekati karakter dokter Gu Wei. Tokoh karakter drama yang jadi idolanya.
__ADS_1
Tuhan memang sungguh baik. Mungkin di masa lalu Senja pernah melakukan sesuatu perbuatan yang mulia sehingga Tuhan membalasnya saat ini. Dan apapun itu, Senja sangat bersyukur. Karena Tuhan menganugerahinya dengan berlimpah rahmat yang sungguh istimewa dalam hidupnya.
Kehidupan yang baik, kekasih yang terbaik, dan hal-hal baik lainnya yang telah dinikmatinya. Memang tahun-tahun terakhir yang telah lalu, Senja mengalami banyak duka dan penderitaan. Kehilangan cinta, kesepian, tidak dipedulikan bahkan dipandang sebelah mata.
Dan saat ini, kebahagiaan datang menghampirinya. Dulu hujan air mata duka tak pernah lepas dari dirinya. Bahkan jadi teman tidur jika malam mulai memeluk tubuhnya yang rapuh.
Hampir setiap saat dia dihantui pertanyaan, "Kapan derita ini akan berlalu? Kapan kerinduan ini akan disembuhkan? Kapan resah ini akan terobati?
Siapa bisa mengira jika kisah demi kisah yang tanpa titik itu bersambung dengan kisah baru yang akan di mulai.
Jika ada yang bertanya siapakah orang yang paling berbahagia di dunia saat ini, jawabnya adalah Zein. Meski hatinya tadi sedikit merasa jengkel dan kesal ketika Senja mengungkapkan yang sebenarnya terjadi tentang lupa ingatan yang dideritanya.
Namun rasa cinta dan sayang yang berasal dari lubuk hatinya yang terdalam, mengalahkan egonya.
Flashback on...
__ADS_1
Senja dan Zein duduk berhadapan. Tatapan diantara mereka berdua seakan saling meminta penjelasan dan kejujuran.
Senja pun menyampaikan kebenaran yang beberapa saat ini ditutup-tutupi olehnya.
" Aku meminta maaf karena sudah membohongi kamu tentang ingatanku. Bukan ingin mengerjai kamu atau menghukummu. Hanya saja ada beberapa hal yang perlu dilakukan dengan kejadian ini. Karena itu aku berpura-pura lupa ingatan.!
Kalau bukan karena Zein sudah terlanjur jatuh cinta kepada Senja dan terlanjur berjanji pada dirinya sendiri akan melindungi dan menjaga Senja apapun yang terjadi, mungkin dia tidak akan merendahkan dirinya dihadapan Senja menjadi pelayannya.
Senja pun tak menyangka jika pria itu ternyata serius menanggapi perkataannya itu. Bahkan ekspresi marahnya yang selalu menghias diwajahnya, perlahan-lahan semakin kelihatan redup dan menghilang.
Lalu Senja menceritakan kejadian yang terjadi di bukit doa kala itu. Mengapa dirinya sampai terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Zein yang tidak menyangka, bahwa ada seseorang yang ingin melukai Senja (mulai berpikir) " Siapa kira-kira yang punya niat jahat ingin melukai Senja? Mengapa dia ingin mencelakai Senja? Jika mereka adalah masa lalu yang harus diselesaikan kenapa dengan cara kotor yang mencelakai dan hampir saja membunuh Senja.
Zein mencoba menenangkan hati dan pikirannya agar tidak terpancing emosi. Senja juga mengingatkannya agar lebih tenang dan tidak gegabah. Dan Zein memang nampak lebih tenang dan dapat mengontrol emosinya.
__ADS_1
Flashback off.....