Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Hari-hari Bersamamu Lebih Indah.


__ADS_3

Senja membuka matanya, ketika bias sinar matahari dari balik tirai jendela kaca menerpa pelupuk netranya. Ketika netra itu menatap silau cahaya mentari, lalu muncul wajah tampan Zein dengan senyuman yang sangat manis menatap dirinya yang masih berbaring malas di atas tempat tidur. Senja membalas senyuman itu dengan senyuman pula. Lalu jemari telunjuk Zein mulai beraksi membelai wajah yang terlihat masih mengantuk itu. Disisihkannya poni yang menutupi wajah manisnya. Lembut dan kenyal, wajah tembem itu rasanya enak dicuil-cuil.


Lalu jarinya menyentuh bibir tipis nan merah itu . Sungguh menggoda sekali. Betapa nikmatnya bibir itu saat dicium. Memang baru malam tadi mereka berdua saling berciuman. Ciuman untuk pertama kalinya diantara mereka. Zein yang tidak tahan hanya memandang saja, langsung menyatukan bibirnya di atas bibir Senja. Ciuman mesra kembali terulang. Senja pun menyambutnya dengan debaran jantung yang tak beraturan.


Keduanya saling mengungkapkan hasrat cinta yang bergelora. Sungguh pagi ini harus dimulai dengan sesuatu hal yang manis. Agar sepanjang hari mereka selalu dipenuhi dengan hal-hal yang manis dan membahagiakan.


Zein sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi hitam kesukaannya. Senja sedang menyiapkan sarapan pagi, roti sandwich lengkap dengan omelet.


Mereka pun menyantap sarapan pagi ini berdua. Pasangan yang begitu romantis.


Hari ini Zein tidak masuk kantor, karena sudah berencana akan pergi kencan dengan Senja. Dia ingin membawa Senja ke suatu tempat yang istimewa. Senja yang penasaran hanya bisa mengiyakan kemauan kekasihnqya itu.


Senja sudah bersiap diri. Dengan pakaian casual, yang cocok untuk dipakai saat kencan outdoor tak lupa lengkap dengan penutup kepala.


Tampilan yang sederhana tetapi sangat menarik untuk dipandang. Zein sendiri terpesona dengan penampilan sederhana Senja.


Senja duduk manis disamping Zein yang fokus menyetir. Senja pun menyalakan pemutar musik dan terdengar lagu cinta yang sangat dia sukai.


Pink Sweat. 17


...would need a million words...


...If I tried to define...


...All the things you mean to me, yeah...


...For you, I'd die a thousand lives...


...Special kind of energy...


...’Cause love is born when hearts collide...


...Every time you touch me...


...You remind me that I'm still alive...


...So promise you'll never change...


...And I’ll always be the same...


...We'll be dancing the same groove when we're ninety-two...


...The same as seventeen...


...And I'll never lie to you...

__ADS_1


...Just don't you hold back on me...


...I wanna love you as strong when we're ninety-two...


...The same as seventeen...


...I don't really know what's right...


...But I could never call you wrong...


...I just wanna dance wit’ you...


...Floatin’ over marble floors...


...You're something like an angel...


...You do something to my mind...


...I could see a thousand years...


...When I’m lookin' in your eyes...


...So promise you'll never change...


...And I'll always be the same...


...The same as seventeen...


...And I'll never lie to you...


...Just don't you hold back on me...


...I wanna love you as strong when we're ninety-two...


...The same as seventeen...


...Just promise you'll never change...


...And I'll always be the same...


...We'll be dancing the same groove when we're ninety-two...


...The same as seventeen...


...And I'll never lie to you...

__ADS_1


...Just don't you hold back on me...


...I wanna love you as strong when we're ninety-two...


...The same as seventeen....


Jujur, ini lagu terlalu romantis. Setiap kali mendengarnya Senja pasti akan terbawa perasaan. Penyanyinya benar-benar tahu cinta sejati itu rasanya seperti apa. Karena sepertinya memang sang penyanyi telah menemukan cinta sejatinya.


Dan diam-diam ternyata Zein, meresapkan setiap kata dari lagu itu. Lagu itu seakan mewakili perasaan hatinya saat ini. Sungguh, dia berharap jika kisah cintanya bersama Senja akan berakhir indah sampai mereka menua nantinya. Disaat rambut telah memutih tapi cinta mereka akan tetap bersemi seperti cinta dikala usia mereka saat tujuh belasan.


Apa kalian juga bisa merasakannya? Indahnya cinta ketika sepasang kekasih selalu bersama melewati suka duka hidup ini. Kesetiaan dan kepercayaan serta mampu menerima kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing. Tak perlu kita harus mencari persamaan, kecocokan satu sama lain. Karena dalam diri setiap pribadi manusia telah dikaruniakan suatu perbedaan. Untuk itulah kita dipasangkan untuk saling melengkapi satu sama lain. Bukan untuk menyatukan perbedaan dan menjadikannya sama.


Tak berapa lama kemudian mereka tiba di suatu tempat yang pemandangannya sangat indah. Lokasinya berada di luar kota. Hanya di tempuh kurang lebih satu jam 30 menit saja.


Tempatnya berada tepat di atas perbukitan. Sepanjang jalan masuk ke dalam area taman dipagari pepohonan unik dan cantik sepertinya hasil persilangan para ilmuwan biologi. Jarak beberapa meter kemudian diganti dengan pemandangan bunga-bunga beraneka warna dan jenis. Terlihat begitu indah sekali seperti pelangi di atas tanah.


Lalu masuk lebih jauh lagi ke dalam, disuguhkan dengan taman bunga yang Di tata sedemikian rupa. Dan dengan berbagai bentuk aneka hewan ataupun benda-benda lainnya yang familiar dalam kehidupan manusia sehari-sehari.


Di atas puncak bukit terdapat palang besar berdiri kokoh dan tegak disana tertulis dengan huruf besar dan berwarna-warni, "Taman Bunga Pelangi " tertulis disana. Mobil pun berhenti di parkiran yang telah disediakan. Senja turun dari dalam mobil, dan betapa raganya dipuaskan dengan disambut oleh segarnya udara dan aroma tanaman-tanaman yang tumbuh disana.


Untuknya pertama kalinya Senja terpuaskan meski baru saja menginjakkan kakinya di tempat itu.


Zein pun yang sudah turun dari mobil, meraih tangan Senja dan menuntunnya dari sana menuju ke tempat yang telah disediakan.


Mereka menuju ke lokasi yang banyak pohon yang tinggi-tinggi. Rumah pohon. Ya, rumah pohon.


Zein melangkah di depan dan menuntun langkah Senja yang berjalan dibelakangnya. Senja begitu bahagia sekali. Apalagi dia adalah seorang pecinta alam, jadi Zein tidak salah pilih tempat untuk mereka kencan hari ini.


Zein lalu mempersilahkan Senja untuk naik lebih dahulu ke atas rumah pohon yang berbentuk sarang burung itu. Jarak rumah pohon dari daratan ke atas sekitar 15 meter. Tangga menuju ke atas rumah pohon terjamin aman karena pengelola taman mengutamakan "Safety first. "


Dengan perlahan Senja melangkahkan kakinya diikuti Zein dari bawah yang menjaga Senja agar tidak jatuh atau terpeleset. Zein saat ini berperan sebagian pengawal pribadi Senja. Yang akan menjaga dan melindungi Senja jangan sampai terjadi sesuatu yang buruk kepadanya.


Akhirnya mereka tiba di atas rumah pohon. Dan pemandangannya benar-benar menakjubkan. Amazing Grace! Dari atas rumah pohon kita dapat melihat pemandangan alam yang jauh dibawah sana yang terbentang bagaikan permadani indah.


Kerlap-kerlip sinar lampu perkotaan nampak jauh disana bagaikan bintang-bintang yang bertaburan dilangit angkasa biru. Kagum dan bangga, rasa yang memenuhi jiwa dan hati Senja saat ini.


Zein memang tak diragukan lagi kemampuannya dalam hal seperti ini. Tidak hanya mampu meraih hati seorang wanita tapi juga mampu menyenangkannya dan memuaskannya.


Ternyata Zein yang terkesan dingin dan arogan itu mempunyai sisi yang sangat berbeda dari yang kelihatan. Suatu pelajaran bagi siapa saja. Jangan menilai sesuatu hanya dari penampilan luarnya saja. " Don't judge the book by the cover. " atau " Don't judge the horse by mouth. "


Karena penampilan luar kadang tidak mengimpresentasikan kepribadian seseorang. Apa yang tampak oleh mata dari satu sisi belum tentu itu adalah kenyataan. Kita juga harus melihat dari sisi lainnya juga.


Zein membawa tubuh Senja kedalam pelukannya. Berdua mereka menikmati anugerah Tuhan yang mempesona dan mengagumkan ini.


Tuhan sayang!

__ADS_1


__ADS_2