Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Aku Harus Kembali.


__ADS_3

Zein nampak berpakaian serba putih, dia berjalan diselimuti kabut putih. Tempat itu seperti ruang hampa, tampak kosong. Hanya asap putih terlihat menghalangi pemandangan. Apakah ini yang dinamakan alam baka? Pintu penghubung antara surga dan neraka. Zein terus berjalan mencoba menemukan jalan keluar agar dia bisa terbebas dari tempat itu. Atau mungkin ada sejenis pintu gerbang yang menghubungkan dunia manusia dengan dunia roh. Namun kabut putih yang cukup tebal menjadi penghalang baginya untuk bisa segera menemukan jalan keluar dari sana.


Meski tak terlihat ada jalan keluar di tempat itu, Zein bisa mendengarkan suara-suara orang-orang yang sedang berbicara. Suara terakhir yang didengarnya dengan begitu jelas adalah suara Jeremy. Zein kenal betul siapa pemilik suara tersebut. Dan Zein paham betul apa yang sedang diucapkan oleh pemilik suara tersebut. Mendengar nama Senja yang disebutkan berulang-ulang memacu keinginannya untuk segera keluar dari dunia asing itu. Apalagi ketika suara Jeremy mengatakan akan menikahi Senja jika dia tidak segera kembali.


" Aku harus kembali. Aku tidak bisa membiarkan Jeremy merebut Senja dariku! ucap bathin Zein.


Zein semakin mempercepat langkahnya berharap di depan sana ada pintu keluar. Semakin cepat dan akhirnya kakinya berlari dengan kencang. Namun semakin kencang dia berlari jalan yang dilaluinya semakin panjang dan seakan tak berujung. Dan pada akhirnya dia merasa lelah dan menghentikan langkah larinya. Apakah mungkin dirinya akan terjebak di dunia ini selamanya dan tidak akan pernah kembali lagi.? Zein tersungkur meratap sedih. Rasanya menyakitkan jika tidak akan bisa lagi kembali ke dunia manusia. Tidak bisa lagi bersama dengan istri tercintanya Senja. Apa yang harus dilakukannya? Dia tidak boleh terkurung selamanya di tempat ini.


Jeremy dan Senja sedang duduk berdua di bangku taman yang ada di tengah-tengah rumah sakit tempat Zein dirawat. Pandangan mereka lurus menatap orang-orang yang berjalan lalu lalang di sepanjang koridor rumah sakit.


" Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, dan kita juga tidak bisa memilih apa yang akan terjadi dalam hidup kita! ujar Jeremy masih sambil memandang mereka yang datang dan pergi entah hanya sekedar berkunjung atau bahkan akhirnya menjadi penghuni di tempat itu.


" Banyak peristiwa yang telah kita lalui dan hampir sebagian besar terjadi bukan karena kehendak dan keinginan hati kita.! lanjutnya kemudian.


Senja yang tak mengerti apa maksud perkataan dari Jeremy hanya terlihat pasrah seakan menyetujui setiap kata demi kata yang terucap dari bibir Jeremy. Pikirannya masih belum bisa menalar dengan baik mengingat beban pikirannya yang masih terfokus pada kesehatan Zein.


" Sera,! panggil Jeremy.


" Ya ! jawab Senja. Suaranya tak sesemangat dulu.


" Kalau kamu tak sanggup untuk menanggung beban penderitaan ini, kamu tak perlu ragu untuk meletakkannya di pundakku. Aku siap menggantikannya untukmu! ucap Jeremy memberi dukungan dan hiburan kepada Senja.

__ADS_1


Senja yang dulunya adalah perempuan kuat dan tegar, mampu menghadapi berbagai persoalan hidup yang berat sekalipun dengan optimis dan percaya diri kini berubah menjadi perempuan berhati lemah dan rapuh. Sejak kecelakaan itu, perasaannya berubah menjadi lebih sensitif. Percaya dirinya tiba-tiba menguap dan hilang dari dalam dirinya. Karakternya yang ceria dan penuh semangat seakan tak berbekas lagi. Kehidupannya berubah 180 derajat. Senja yang dulu sudah tidak ada lagi. Ternyata keadaan bisa mengubah seseorang. Tak peduli ke arah yang baik atau buruk.


Senja lalu meletakkan kepalanya di pundak Jeremy. Beban di hatinya mungkin terlalu berat tetapi dia tidak boleh menyerah. Apapun yang terjadi akan dihadapinya dengan tegar. Bukankah mereka sudah berjanji di altar pernikahan akan selalu setia dan saling mencintai dalam untung dan malang, sehat dan sakit. Jadi tidak ada alasan baginya untuk menyerah dengan keadaannya saat ini. Bukankah ada Jeremy yang masih setia menemani dan membantunya. Meski dia tidak tahu sampai kapan dia akan bertahan.


Matahari pagi ini terlihat cerah bersinar. Hangatnya yang menaungi alam semesta memberi kenyamanan bagi seluruh ciptaan. Tak terkecuali Senja. Sambil menikmati indahnya sang mentari dia berjalan menyusuri pedestrian taman kota. Menenangkan hati dan raga dengan sejuknya udara pagi hari. Beberapa pasangan juga terlihat berjalan santai sambil bergandengan tangan. Melihat kemesraan di depan matanya membuat Senja sedikit merasa cemburu. Seandainya Zein ada di sini bersamanya pasti dia tidak akan merasakan kesepian.


Senja pun bersikap cuek, mencoba tak mempedulikan mereka yang sedang pamer kemesraan. Setelah cukup jauh berjalan tanpa sengaja Senja malah berjumpa dengan Jeremy.


" Ehh Jey,! sapa Senja.


" Hee...Sera. Kamu sedang apa? balas Jeremy lalu balik bertanya.


" Lagi refreshing aja.! jawab Senja seadanya.


" Ya sama. Lagi nyantai doang.! jawab Jeremy.


" Bagaimana dengan Zein? Jeremy lanjut bertanya.


" Ya begitulah.! jawab Senja dengan nada pasrah.


" Sampai kapan kamu akan menunggu? Sudah satu tahun tak ada perubahan sama sekali! Kamu juga berhak untuk menikmati kebahagiaan! ucap Jeremy mencoba menyadarkan Senja.

__ADS_1


" Entahlah. Aku sendiri tidak tahu sampai kapan aku akan terus menunggu.! jawab Senja. Ada nada sesal di dalam ucapan itu. Jeremy tahu jika Senja pasti sudah merasa lelah dan jenuh. Lihatlah wajah Senja yang tak lagi bersinar seperti dulu kala. Melihat kesempatan tersebut Jeremy pun langsung bertindak. Diraihnya tubuh Senja lalu dirangkulnya dengan rasa cinta. Senja yang sedikit terkejut tidak juga menolak. Tapi membiarkan Jeremy untuk bertindak sesuai dengan keinginannya.


Sambil memeluk dan mendekap tubuh Senja dengan mesra dan penuh kasih sayang, Jeremy berkata kepada Senja,


" Kamu tak perlu menunggu lagi. Sudah cukup banyak kamu berkorban. Sudah saatnya kamu bahagia. Dan aku bersedia untuk membahagiakan kamu seumur hidupmu.!


Mendengar ucapan spontan dari Jeremy membuat hati Senja seperti bahagia. Sudah cukup lama dia tidak merasakan perasaan seperti itu.


" Maksud kamu Jer? tanya Senja memperjelas lagi.


" Kalau kamu mau, aku akan ingin menjadi pendamping hidup kamu. Menjadi pasangan sejati yang akan menemanimu seumur hidup! kata-kata ajaib yang keluar dari mulut Jeremy seakan menghipnotis pikiran dan hati Senja. Mendengar kata-kata manis Jeremy, Senja ingin rasanya mengiyakannya, tapi hati kecilnya masih berusaha untuk menolak. Perang bathin itu memang sangat menyakitkan.


" Kamu tak perlu khawatir tentang Zein. Aku bersedia kok membantu kamu untuk merawatnya. Meski kita tidak tahu sampai kapan Zein terus begini. Lagi pula aku yakin, seandainya Zein bisa berbicara dia pasti setuju dan melepaskan kamu untuk meraih kebahagiaanmu! ucap Jeremy seakan mencuci pikiran Senja. Senja yang perlahan mulai meragu dan bingung antara dua pilihan hidup. Jika dia mengikuti permintaan Jeremy bukankah dia tergolong orang yang tidak punya hati dan kesetiaan lagi.? Namun jika dia menolak dirinya juga ingin menikmati kebahagiaan dan pastinya tidak ingin menipu hati dan perasaannya.


" Kamu jangan ragu lagi Ser, kamu juga perlu bahagia. Kamu sudah cukup banyak berkorban. Bahkan sudah terlalu banyak. Jadi tak ada yang salah jika kamu menginginkan kebahagiaanmu sendiri.! ujar Jeremy.


Senja menatap lekat kepada Jeremy. Demikian juga halnya. Jeremy membalas tatapan itu dengan pancaran sinar cinta yang memancar dari sana. Setelah saling menatap beberapa menit, Senja dengan dorongan naluri dari hatinya mengangguk mengiyakannya. Jeremy pun tentu saja sangat bahagia mendapat balasan dari Senja yang menerima cinta darinya.


Jeremy pun semakin mendekap Senja dalam pelukannya. Kepala Senja dibenamkannya di dadanya yang bidang dan lengannya yang kekar merangkul dengan erat dan hangat. Keduanya tersenyum bahagia. Akhirnya mereka berdua menyatukan hati dan perasaan mereka. Merengkuh kebahagiaan yang mungkin selama ini mereka pendam dalam lubuk hati mereka yang begitu dalam.


Namun tiba-tiba saja terdengar suara teriakan seseorang memanggil nama Senja.

__ADS_1


" Senjaaa.....!


__ADS_2