Cinta Di Ujung Senja

Cinta Di Ujung Senja
Usaha Dan Percaya


__ADS_3

Jeremy sedang menyendiri di apartemen nya. Sambil menikmati kopi pahit favoritnya.


Dia membayangkan pertemuannya dengan Senja dan pria yang mengaku sebagai pacarnya Senja. Cemburu itu pasti. Awalnya dia mengira Senja masih menunggu dirinya karena dia tahu jika gadis manis itu sangat mencintainya. Kepergiannya meninggalkan Senja memang bukan karena ada wanita lain tetapi ada alasan lainnya. Tapi tetap saja perbuatannya itu tidak bisa dibenarkan. Karena hampir 5 tahun dia menghilang tanpa kabar dan berita. Seharusnya dia mengabari Senja setidaknya memberinya pesan terakhir sehingga Senja bisa memutuskan untuk tetap menunggu atau mencari yang lain.


Namun yang ada hanya ketidakpastian. Senja meragu dalam hatinya. Meski pernah dalam hatinya untuk setia menunggu tanpa batas waktu. Tapi dia masih manusia, ada saatnya hatinya merasa jenuh dan bosan dalam penantian yang tak kunjung jua muncul. Hingga pada saat batas kesabarannya habis dan hatinya mencoba mencari suasana baru dan hatinya pun menemukannya. Bukan karena keegoannya, tapi karena ketulusan hati dari seseorang yang mampu membuka kembali pintu hatinya.


Jeremy mendesah pelan, bayangan akan harapannya yang ingin bertemu kembali dengan Senja dan merajut kembali kasih sayang yang pernah mereka bina sepertinya sulit untuk diwujudkan lagi.


Tatapan dan sorotan mata Senja yang dulu tertuju kepadanya kini telah berubah arah. Dia bisa melihat bagaimana cara Senja berbicara dan menatap pria itu. Bahkan mungkin lebih dari yang dulu pernah dia rasakan.


Kerinduannya yang selama ini dipendamnya dalam hati tak terbalaskan jua akhirnya karena sosok yang dirindukannya sudah bersama dengan orang lain.


Tapi..... Jeremy tersenyum simpul.


" Sebelum janur kuning melengkung, sebelum sumpah diucapkan di depan altar, maka selama itu masih ada kesempatan baginya untuk merebutnya kembali.! ucapnya dalam benak pikirannya.


" Selama diriku bersaing dengan sehat itu sah-sah saja, yang penting niatku tulus. Aku hanya ingin mempertahankan kembali apa yang sudah pernah aku miliki.! yakinnya dalam hatinya.


" Maka yang pertama sekali yang harus aku lakukan adalah mengisi waktu kebersamaan kami kembali. Siapa tahu bisa mengulang kenangan saat berdua dengannya! bisiknya pada dirinya sendiri. Percaya dirinya terlalu tinggi.


Siang itu....


Zein dan Senja sedang makan siang bersama dengan teman dan sahabat Zein. Sekaligus memperkenalkan Senja kepada sobat-sobitnya itu. Setelah kedatangan Jeremy yang mendadak membuat Zein sedikit was-was. Zein bisa melihat dengan jelas jika pria itu masih memendam rasa yang mendalam kepada Senja. Dan tentu saja pasti ada keinginan untuk kembali lagi kepada Senja.


Untuk itu Zein tidak akan tinggal diam begitu saja. Jika dia masih menyembunyikan Senja dan tidak segera memperkenalkan Senja kepada kerabat dan rekan kerjanya, bisa saja Jeremy akan mengambil langkah terlebih dahulu. Maka untuk menghindari hal itu terjadi Zein sudah merencanakan rencana kedepannya. Dia tidak ingin terjadi hal-hal yang diluar dugaannya.


Untuk itu dimulailah dari hal sederhana seperti kali ini. Mulai memperkenalkan Senja. Senja tentu merasa canggung berada di antara orang-orang seperti mereka. Orang-orang yang penting, para milyader, orang-orang berkelas. Sungguh levelnya sangat jauh dari gaya hidupnya Senja.

__ADS_1


Dibandingkan dengan penampilan Senja memang tak bisa diperbandingkan. Tapi meski penampilan Senja terlihat sederhana ada aura yang berbeda dari dalam dirinya. Yang membuat bagi siapa saja yang memandanginya dengan pandangan tulus akan melihat kecantikan dari dalam jiwanya. Kata orang-orang "inner beauty ".


Meski Senja sedikit merasa canggung dan tidak percaya diri berada diantara mereka, Senja tetap berusaha untuk bersikap lebih tenang, mengikuti situasi tetapi tidak terpengaruh sehingga tetap menunjukkan jati dirinya sendiri.


Beberapa diantara mereka mencoba untuk menggoda Senja, mengajaknya bercanda dan bermain bersama mereka. Namun masih dalam batas sewajarnya. Meskipun mereka adalah orang-orang kaya, mereka tidak pamer ataupun bersikap sombong kepada Senja. Itulah mengapa Zein betah berteman dengan mereka.


Mereka nampak begitu menikmati hidangan dan permainannya. Tawa riuh beberapa kali terdengar menggema. Senja pun semakin larut dalam suasana yang hangat dan akrab.


Sehingga tanpa terasa mereka sudah semakin dekat dan akrab.


Waktu telah menunjukkan pukul 17.35 WIB. Langit sore nampak cerah. Beberapa sudut langit mulai berwarna jingga keemasaan. Senja dan Zein sedang berjalan berdua di sepanjang pedestrian kota. Cahaya lampu hias yang berjejer rapi menambah semarak sore itu. Entah suatu kebetulan ataukah Jeremy memang sedang mengikuti Senja sehingga mereka saling bertemu di tempat itu.


Jeremy yang muncul dari arah berlawanan berdiri tepat dihadapan Senja.


" Hay.... Selamat sore! Sapanya dengan ramah.


" Ehh... Hi.... ! balas Senja yang agak sedikit terkejut melihat Jeremy yang tiba-tiba muncul dihadapannya.


Tapi lain halnya dengan Zein. Hanya melihat wajah Jeremy yang nongol seperti hantu sudah membuatnya kesal dan malas.


" Kenapa pula muncul makhluk yang satu ini disini! gumam Zein dalam hatinya.


" Jangan-jangan dia sengaja dan sudah ngikutin kami dari tadi!


Zein langsung merangkul pinggang Senja. Mau menunjukkan kemesraan antara dirinya dengan Senja dihadapan pria itu. Zein ingin melihat bagaimana reaksi pria itu.


Senja yang diperlakukan begitu mesra oleh Zein merasa sedikit malu dan canggung apalagi ada Jeremy dihadapan mereka saat ini. Senja menjadi salah tingkah, tidak tahu harus beraksi seperti apa. Ingin menolak sikap Zein takutnya dia salah paham dan sakit hati. Namun hatinya juga tidak merasa enak dan nyaman mengingat ada orang lain selain mereka disana. Sekalipun orang itupun bukan Jeremy, Senja pasti akan merasa malu dan canggung beradegan mesra dihadapan orang lain.

__ADS_1


" Eheemm..! Jeremy pura-pura batuk.


" Maaf, kebetulan tadi saya ada urusan disekitar sini. Saya tidak tahu kalau kalian juga lagi quality time berdua.! ucapnya berbasa-basi.


" Kenapa meminta maaf, ini kan tempat umum. Orang bebas datang ditempat ini.! Zein mencoba untuk bersikap biasa-biasa saja. Meski hatinya ada perasaan dongkol.


" Iya kamu benar. Kalau begitu saya permisi dulu. Silahkan kalian berdua menikmati malam yang indah dan romantis ini! ujar Jeremy dengan mimik tersenyum. Tapi senyum yang terpaksa. Dan Zein bisa menangkap dengan jelas ekspresi wajah tersebut.


Senja pun membalas dengan senyuman. Meski dia tahu apa yang sedang terjadi saat ini tapi dia tidak mampu berbuat apa-apa. Jadi dia hanya memilih untuk tetap diam saja.


Jeremy pun berlalu dari sana meninggalkan Zein dan Senja. Mungkin saat ini usahanya tidak berhasil tetapi hari esok masih panjang.


Senja melepas kepergian Jeremy dan menatap dari jauh sampai sosok itu hilang di tengah kerumunan orang banyak. Zein yang melihat Senja terus menatap Jeremy memasang wajah masam.


"Ehem.. ehem...! Zein pura berbatuk.


Senja yang mendengarnya pun menoleh ke arah Zein.


" Kenapa? Tanya Senja dengan polosnya.


" Kayaknya kamu nggk rela ya melepaskan kepergian orang itu. Dari tadi kamu lihatin terus? Sungut Zein dengan cemberut.


Senja pun tersenyum lucu. Ternyata pria sedingin Zein bisa juga merasa cemburu.


Melihat Senja yang malah tersenyum membuat Zein jadi gemes sendiri.


Dicubitnya kedua pipi chubby Senja sehingga gadis itu meringis kesakitan.

__ADS_1


" Sakit loh....!


Melihat wajah lucu Senja, Zein tertawa bahagia.


__ADS_2